Terpaksa Menikahi Wanita Malam

Terpaksa Menikahi Wanita Malam
Tujuh Tahun Lalu, Part 2


__ADS_3

Veren terdiam dengan pandangan yang kosong. Dua jam setelah dia sampai dirumah, Ibunya sama sekali tidak berhenti menangis. Menangis karena merasa begitu kecewa dengan apa yang terjadi dengan putrinya, ingin marah, tapi apa yang terjadi juga bukan kesalahan putrinya, ingin melampiaskan juga dengan siapa?


Ayah Veren juga tidak bisa berkata-kata. Jelas, sebagai seorang Ayah dia merasa terpukul dengan apa yang menimpa anak semata wayangnya. Dia diam sembari menatap iba putrinya yang terus meneteskan air mata dengan pandangan kosong. Ditambah lagi kabar ini juga telah sampai ke telinga orang tua Brian. Wajar mereka marah, kecewa, kesal, dan berujung membatalkan perjodohan. Dia juga tidak bisa membantah, tidak mau memohon juga karena tahu benar bagaimana keadaan putrinya. Semain tak kuat melihat Veren begitu tidak berdaya, Ayah mendekati Veren dan memeluknya.


" Jangan menyalahkan dirimu lagi, nak. Ini bukan salah mu. Sabar, Ayah akan mencari laki-laki itu. " Iya, sebagai seorang Ayah, dia hanya bisa memberikan semangat kepada putrinya. Boleh dia terluka, marah, dan kecewa. Tapi dia juga sangat tahu bagaimana perasaan Veren saat ini. Usianya baru saja genap tujuh belas tahun, tapi dia sudah mengalami nasib seperti ini. Ditambah lagi, orang tua Brian adalah orang yang sangat kaya dan berkuasa, kabar tentang Veren pasti akan segera menyebar. Maka penting sekali bagi seorang ayah untuk membuat anaknya merasa aman dan terlindungi.


" Ayah tidak akan membiarkan mereka melukai mu. "


Veren kini mulai sesegukan. Sedih, bahkan dia sangat sedih sekali. Sebenarnya pernikahan yang sudah ditetapkan antara Veren dan Brian adalah salah satu kesepakatan lama, ditambah lagi sebagai bentuk persekutuan di dalam dunia bisnis, terutama bisnis Ayahnya Veren yang masih harus mengandalkan orang tua dari Brian. Veren meremas baju yang ia kenakan, dia tahu benar jika setelah ini, orang tua Brian pasti akan mempersulit orang tuanya, persisi seperti ancamannya beberapa saat lalu.


" Maaf, maafkan aku, Ayah, Ibu. "

__ADS_1


Satu bulan setelah kejadian itu, Seluruh kehidupan Veren berubah drastis. Tidak ada lagi rumah mewah yang dia tinggali beberapa saat lalu, kini hanya rumah biasa dengan empat petak. Tidak ada lagi barang-barang branded, makan pun mereka ala kadarnya saja. Dengan ekonomi yang merosot parah akibat kemarahan orang tua Brian, Ayah Veren juga mulai sangat kesulitan menghasilkan uang. Ditambah lagi, masalah baru mulai muncul lagi. Yaitu, hasil uji kehamilan yang menyatakan jika Veren tengah mengandung saat ini.


" Tidak mau! aku tidak mau! aku mau mati saja! " Berontak Veren begitu dia mengetahui jika dia hamil. Tentu saja dia merasa takut dan tidak siap, setiap hari dia hanya menangis, dan juga mencoba melukai perutnya menggunakan beberapa benda tajam, seperti pisau, garpu, silet, bahkan dia hampir meminum cairan serangga. Tak berhenti disitu karena semua upayanya di gagalkan oleh orang tuanya, Veren mencoba menggantung diri, tapi juga di gagalkan oleh Ibunya. Mencoba untuk melompat dari jembatan, lagi-lagi ada orang yang menyelamatkannya.


Lelah, dan kehilangan arah. Bagaikan menginjak udara yang tak memiliki pijakan untuk menopang dirinya. Seperti itulah yang Veren rasakan. Tapi orang tuanya selalu saja memberikan pengertian, kasih sayang, dan juga semangat. Setelah lelah mencoba bunuh diri yang selalu gagal, Veren kini hanya bisa diam memandangi jendela rumah, dan menyaksikan lalu lalang para tetangga yang tengah beraktifitas. Dua bulan penuh dia hanya diam, tak bicara sama sekali. Tiba waktunya sang Ayah datang dengan memberikan sebuah video yang berisi pertumbuhan janin di dalam perut.


Veren tadinya enggan untuk melihat, tapi karena Ayahnya selalu memindahkan layar ponsel ke mana mata Veren menatap, akhirnya mau tidak mau Veren hanya bisa melihatnya saja. Mulai dari seperti titik kemudian berubah bentuk, perlahan-lahan menjadi janin, dan menjadi bayi yang sempurna dan lucu. Veren tanpa sadar tersenyum melihat bayi yang ada di dalam perut terus bergerak, apalagi saat bayi itu menghisap jempolnya, dia benar-benar terhibur dengan itu. Kini tanpa disadari, ia menyentuh perutnya yang mulai membesar itu. Entah bagaimana perkembangan janinnya, itu semua karena Veren selalu menolak saat Ibunya ingin membawanya ke Bidan setempat.


" Selamat ya Nona, ada dua janin di dalam sini. " Ucap Bidan itu sembari menyentuh perut Veren.


Semenjak mengetahui bahwa ada dua kehidupan di dalam perutnya, Veren selai mencoba untuk hidup baik, dia mencoba bahagia agar tidak mengingat bagaimana hidup keluarganya yang sangat jauh dari sebelumnya.

__ADS_1


Hari terus berlalu, usia kandungan Veren kini sudah mecapai delapan bulan. Tak seperti bayi pada umunya, bayi kembar Veren disarankan agar secepat mungkin di lahirkan karena beberapa faktor. Bayi pertama yang lahir adalah Denzo, lalu lahirlah putri cantik yang bernama Deniza. Sebenarnya sejak lahir, Deniza memiliki kelainan jantung, jadi kondisi tubuhnya tidak se-sehat Denzo.


Hari-hari berjalan dengan bahagia sampai usia Denzo dan Deniza satu tahun. Yah, meski Veren dan keluarganya harus bolak-balik ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi jantung Deniza, belum lagi Deniza sering kejang, dan juga demam.


Perekonomian yamg sulit, ditambah lagi harus mengeluarkan biaya ekstra khusu untuk Deniza, orang tua Veren akhirnya bekerja sama untuk membuka bisnis kecil-kecilan dengan harapan dapat menunjang kehidupan putri dan cucu kesayangan mereka. Tapi semua itu tak bisa lagi mereka lakukan saat mereka mengalami kecelakaan dan tuhan mengambil kembali nyawa kedua orang tua Veren.


" Bagaimana aku bisa hidup sekarang Ibu, Ayah? kenapa Tuhan jahat sekali? kenapa aku harus kehilangan kalian berdua? jika saja tidak ada Deniza dan Denzo, aku benar-benar ingin menyusul kalian detik ini juga. " Ucap Veren di depan nisan kedua orang tuanya yang baru saja terbentuk.


Tak memiliki pilihan, Veren mulai menyambangi surga malam. Tempat dimana dia dilecehkan dulu. Awalnya dia hanya menunggu di depan saja, tapi karena si pemilik surga malam melihat bagaimana cantik, dan sempurna tubuh Veren, dia menawari Veren pekerjaan untuk menjajakan diri. Tentu saja awalnya dia menolak, tapi setelah memikirkan lagi, dia akhirnya menyetujui dengan tujuan untuk bisa masuk kedalam dan mencari pria yang telah memberinya sepasang anak kembar.


Setiap malam Veren berada di sana, tapi tak juga menemukan laki-laki yang dia cari. Sampai akhirnya dia bertemu dengan pria yang berasal dari Eropa. Dia adalah Erick. Laki-laki yang membantu Veren menyelesaikan banyak masalah, terutama masalah ekonomi. Berkat Erick juga, Deniza bisa bertahan beberapa tahun setelah mendapatkan donor jantung. Tapi sayang, saat usianya hampir enam tahun, Deniza mengalami masalah dengan jantung barunya, dan meninggal dunia.

__ADS_1


TBC


__ADS_2