Terpaksa Menikahi Wanita Malam

Terpaksa Menikahi Wanita Malam
Canggung


__ADS_3

Alex menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya pelan sebelum meraih handle pintu kamar Veren. Gugup, dia sampai tidak tidak sadar sudah berapa kali dia menelan ludahnya sendiri. Setelah cukup menenangkan dirinya, kini Alex meraih handle pintu, dan membukanya.


Kemana dia?


Alex meletakkan makanan untuk Veren di meja meja yang gak jauh dari jendela kamarnya. Tadinya dia ingin mencari Veren keluar, tapi saat mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi, dia mengurungkan niatnya karena tahu jika Veren ada di sana. Lumayan juga untuk melatih diri agar tidak gugup sembari menunggu Veren, batinnya.


Alex?


Veren menelan salivanya saat melihat Alex tengah duduk di tempat tidurnya. Gila! kenapa dia jadi malu-malu seperti bocah ABG?


" Sudah selsai? " Tanya Alex yang jelas mendengar pintu kamar mandi terbuka.


" Sudah. "


Alex bangkit lalu membawakan makanan yang ia hangatkan tadi.


" Makan sekarang saja, sebenar lagi pasti sudah dingin. "


" Itu, aku ganti baju dulu. " Ujar Veren.


" Tidak usah, makan saja. Kau sudah menundanya cukup lama. Setelah makan, batu ganti jubah mandi mu dengan baju tidur. " Alex meraih pergelangan tangan Veren, lalu membawanya ke sofa yang berada di sebelah meja yang ada di dekat jendela.


" Tapi, aku merasa tidak nyaman kalau makan dengan keadaan seperti ini. " Alex mengeryit lalu memperhatikan Veren dari ujung kaki hingga unung kepala. Rambut yang terbungkus handuk, bagian dada yang jelas menonjolkan bagian puncak dadanya, dan lagi, Alex bisa menebak kalau Veren juga tidak memakai kain penutup bagian bawahnya.


" Anu, Ya sudah, ganti baju dulu saja. " Alex mengalihkan pandangan karena merasa malu kalau sampai Veren melihat rona di wajahnya.


Bergegas Veren meraih pakaian ganti yang ada di lemarinya. Veren dengan sengaja menanggalkan jubah mandinya meski dia sendiri begitu malu.

__ADS_1


Ya ampun! wanita ini benar-benar ingin membuatku sulit tidur ya?


Alex sebenarnya ingin sekali mengalihkan pandangan karena tidak ingin membuat jiwa laki-lakinya bangkit, tapi kalau dilewatkan juga sayang sekali rasanya. Toh, yang ia lihat hanyalah bagian belakangnya saja. Alex tersenyum mengingat jelas bagaimana bentuk tubuh Veren yang begitu indah. Dia juga mengingat kalau ada tato yang lumayan panjang di bagian perut bawah Veren.


" Suami? "


" Eh? " Kaget Alex karena tanpa dia sadari, Veren kini sudah ada di dekatnya.


" Kenapa melamun? " Tanya Veren.


" Tidak, tidak ada apa-apa. Makanlah, ini sudah mulai dingin. " Ucap Alex yang mendapat anggukan dari Veren.


Veren mulai menikmati makanannya, tapi dia juga sembari menyuapi Alex karena tidak mungkin juga dia menghabiskan makanan itu sendirian. Alex awalnya agak canggung, tapi karena Veren terus menggoda dan membuatnya nyaman, sekejap mata Alex menjadi terbiasa dengan itu.


Setelah makan malam selesai, Veren bangkit ke luar karena ingin mengembalikan piring ke dapur. Awalnya Alex mengatakan untuk membuatkan dia saja yang melakukanya, tapi Veren merasa tidak enak juga kalau harus terus menerus menyusahkan Alex.


" Kau puas? "


" Oh, membawa Ibu mertua untuk menjadi pendukung mu? " Ucap Veren saat mendapati Angel dan Ibu Mila berdiri setelah dia membalikkan posisi tubuhnya.


" Kau, lebih baik kau menjauh dari putraku! katakan saja berapa nominalnya, aku akan segera mengirim uang padamu. " Ucap ibu Mila dengan nada bicara yamg tidak begitu keras seperti biasanya.


" Menjauh? coba minta Alex yang menjauh. Kalau Alex bersedia, aku juga akan bersedia. " Veren tersenyum menatap Angel dan Ibu Mila bergantian.


" Alex pasti akan melakukanya. Kau lihat saja, aku akan meminta Alex untuk mengirim mu keluar negeri. " Ucap Angel.


Lagi-lagi Veren tersenyum. Sebenarnya menghadapi dua lalat di hadapannya sangatlah membosankan. Selain tujuannya sama, mereka hanya bisa berbicara tapi tidak melakukan apapun yang menantang bagi Veren.

__ADS_1


" Seberapa banyak yang yang kalian miliki? satu triliun? dua triliun? atau, sepuluh triliun? seratus triliun? sejuta? lebih banyak dari sejuta triliun apa namanya ya? "


Ibu Mila menahan kesal hingga bibirnya gemetar. Kelopak mata yang mulai dipenuhi kerutan itu tajam menatapnya marah. Takut? tentu saja tidak! Veren justru sangat menyukai wajah Ibu mertuanya yang seperti ini. Menyeramkan, tapi tidak membuatnya takut. Aneh kan? aneh memang, tapi tidak aneh bagi Veren, karena tatapan semacam ini, dia sudah terbiasa melihatnya saat berada di rumah orang tuanya dulu.


" Jangan menganggap dirimu begitu berharga, kau hanyalah seorang wanita yang tidak penting dari masa lalu. Maka menjauh lah selama kami masih baik padamu. " Ibu Mila mengembangkan kipasnya, menggerakkan untuk memberi udara di wajahnya.


" Tentu saja aku penting, karena kalau tidak, kalian tidak akan se-kompak ini ingin menyingkirkan ku kan? tapi sayang sekali, aku hanya akan pergi saat aku menginginkannya. Kalau aku tidak mau, maka tidak ada satupun yang bisa memaksaku pergi. Karena aku, adalah seorang Veren. "


" Berhentilah memojokkan kami dengan kata-kata tajam mu! " Ucap Angel kesal.


" Bukan, bukan aku. Tapi kalian berdua lah yang selalu menyudutkan ku, memaki ku, dan merendahkan ku serendah-rendahnya. Tapi aku tidak terkejut, karena kalian sudah terbiasa kan? benar-benar pasangan Ibu mertua dan menantu yang cocok. Sama-sama memiliki lidah beracun tapi berusaha menunjukkan madu di lidah kalian. Mustahil kan? "


Angel mengepalkan kedua tangannya kuat.


" Veren, kau boleh saja tidak menghormati ku, tapi kau mana boleh begitu terhadap Ibu mertua. "


" Ibu mertua? cih! bahkan dia saja tidak menganggap ku menantunya kan? lagi pula, apa yang aku katakan tidaklah berefek untuk hidup kalian, tidak sama seperti yang kalian lakukan di masa lalu. Apa yang kalian lakukan itu, benar-benar membuatku kehilangan duniaku. "


Ibu Mila dan Angel kompak terdiam. Iya, dia memang tidak bisa berdebat terlalu jauh megenai itu, karena nantinya akan sangat bahaya bagi mereka berdua.


" Ngomong-ngoming, jangan menunggu suamiku ya? malam ini aku akan menahannya di kamarku. Kami tidak cukup kalau hanya melakukannya sekali. "


" Tutup mulutmu! dasar wanita murahan! " Benarkah Angel. Sangking kesalnya dia sampai-sampai merasakan sakit di dadanya. Padahal dia sudah sangat banyak menangis saat melihat Alex mencium Veren, bahkan dia juga melihat mereka melakukan hubungan suami istri. Padahal, dia berharap apa yang dia lihat hanyalah mimpi, tapi Veren terus saja memprovokasinya dan membuatnya harus sadar jika Alex sudah tidak berada di bawah kendali yang mengatasnamakan bentuk tanggung jawab yang selama ini Alex penuhi.


" Ibu, bagaimana ini? bagaimana kalau semua terbongkar? "


Ibu Mila menghela nafasnya.

__ADS_1


" Jika saja kau tidak keras kepala saat itu, semua juga tidak akan jadi begini. "


TBC


__ADS_2