
Angel menatap kesal Veren yang sama sekali tidak pernah terlihat takut, bahkan Veren juga seperti menganggap bahwa Angel bukanlah apa-apa yang bisa membuatnya sedikit saja merasa takut. Jujur, di dalam hati Angel mengakui jika Veren jauh lebih cantik di banding dirinya, tapi persoalan wajah, bukankah Alex juga sering bertemu dan di goda oleh banyak wanita cantik sebelumnya? dari sekian banyak kategori cantik, kenapa harus Veren yang menjadi istri kedua suaminya? marah? iya tentu saja! jika itu adalah wanita lain, sudah pasti bisa ia perlakukan sesuka hati seperti kebanyakan istri kedua lainya kan? tapi Veren, yang ada dia malah bertingkah seolah-olah dia adalah istri pertama yang selalu menindas istri muda.
" Veren, aku benar-benar tidak percaya jika wajahmu setebal itu. " Angel melekatkan pandangannya ke Veren uang masih saja sibuk dengan kegiatannya.
Veren meletakkan sisir yang ingin ia gunakan ke meja rias, memutar tubuhnya menatap Angel, lalu dia tersenyum dingin.
" Kau tahu apa yang kau katakan? "
" Tahu! tentu saja aku sangat tahu. Veren, kau dan aku sama-sama seorang perempuan. Di dunia ini tidak akan ada wanita yang rela membagi suaminya, jika bukan karena suatu hal yang membuatnya mengharuskan itu terjadi. Tidakkah kau tahu? kau begitu menyakitiku. Aku sudah bersabar, aku bahkan tidak mengganggu kalian saat kalian berciuman. Tapi kenapa? kenapa kau sengaja memprovokasi ku? apa tidak ada rasa kemanusiaan di hatimu walau sedikit? " Tatapan Angel kini berubah menjadi melas. Tapi Veren mana mungkin akan memikirkan perasaan orang lain sedalam itu? bahkan perasaannya sendiri pun, dia tidak paham.
Veren bangkit dari meja riasnya, dia berjalan dan berhenti tepat dihadapan Angel. Tatapan matanya sungguh tak bisa diartikan oleh Angel.
" Kau tahu benar salah satu tujuanku menikah dengan Alex, tentu saja aku akan merebut Alex dari mu. Maka jangan bermimpi dan menyamakan aku dengan tokoh istri kedua yang biasanya akan tertindas. Dan lagi, simpan saja baik-baik air matamu, meskipun kau menangis sampai menenggelamkan rumah ini, aku tidak memiliki sedikitpun belas kasih terhadapmu. "
Angel menyeka air matanya cepat. Sebenarnya dia bukan sengaja menangis, hanya saja air matanya tidak bisa ia tahan lagi ketika membicarakan itu. Sungguh dia sangat mencintai Alex, dia bahkan melakukan apapun caranya agar bisa terus bersama dengan Alex meski dunia menentangnya sekalipun. Apalagi hanya seorang Veren, tentulah dia tidak akan menyerah semudah ini.
" Kau bisa saja merasa bangga karena menghabiskan waktu bersama Alex kemarin, tapi seterusnya, akulah satu-satunya istri untuk dia. Aku akan menghabiskan waktu bersama Alex, dan kau tidak akan mendapatkan sedetikpun dari Alex. "
" Pft....! " Veren menutup mulutnya yang tak tahan lagi untuk tertawa.
" Mengesankan sekali. Tapi sayangnya, aku tidak begitu mudah untuk dikalahkan. Jika kau begitu takut kehilangan Alex, maka aku semakin berhasrat untuk merebutnya darimu. " Veren kembali tersenyum miring.
Angel menatap Veren dengan tatapan yang heran. Iya, bagaimana bisa ada wanita kedua di sebuah hubungan pernikahan begitu berani? Angel mengepalkan kedua tangannya kuat hingga bergetar.
__ADS_1
" Aku benar-benar membencimu, Veren. Demi Tuhan, aku ingin membunuh mu. Tapi, aku juga belum melihatmu menderita. Baik, tidak apa-apa. Lakukan saja apa yang bisa kau lakukan. Aku juga akan melakukan segalanya agar kau dan Alex tidak akan pernah bersama. "
" Ck! Bagaimana ya? aku takutnya sebentar lagi aku tidak datang bulan, nanti kalau aku hamil, mana bisa kau memisahkan kami. "
" Kau! " Angel menahan tangisnya.
" Jika kau benar hamil, aku akan mengutuk mu! kau akan kesakitan sepanjang masa hamil, kau akan kesulitan saat melahirkan, dan anak mu mati nantinya. "
Plak....!
Veren menampar pipi Angel kuat. Tentu saja Angel berteriak sakit, tapi seolah tak perduli, Veren kembali memukul sebelah lagi pipi Angel.
" Brengsek! " Maki Angel. Kedua tangannya memegangi wajahnya yang terasa sakit dan perih.
" Kau yang brengsek! kau, dan juga Ibu mertuamu itu! semuanya brengsek! seandainya kalian tidak melakukan itu padaku, Deniza pasti masih hidup! demi Deniza, aku akan menghancurkan kalian semua. Aku, akan membuatmu tersiksa, menangis karena Alex yang kau cintai tidak lagi melihatmu, dia akan mengusirku jauh dari hatinya. "
" Apa?! kau takut? memohon lah, bersujud dan pegang kedua kaki ku sembari menangis, sama seperti aku yang memohon pada kalian berdua saat itu. " Veren menatap tajam kedua mata Angel yang sekarang terbelalak karena terkejut.
" Kau? " Angel memundurkan langkahnya dengan tatapan yang takut juga tidak percaya.
" Iya, itu aku. " Veren tersenyum bengis.
" Tidak! tidak mungkin! kau, hanyalah sebuah kesalahan, kau tidak boleh ada disini! pergi! " Angel histeris hingga Ibu Mila yang ada di kamar bawah tergelak. Dia bangkit dan berjalan cepat untuk melihat apa yang terjadi dengan Angel.
__ADS_1
" Alex? " Ucap Ibu Mila pelan karena melihat Alex ternyata ada di depan pintu kamar Veren. Dan sepertinya, Angel juga berada di dalam sana.
" Kesalahan? kau, Ibu Mertuamu, dan Alex lah yang bersalah. Aku disini hanya demi membalas sakit yang dirasakan Deniza. "
" Deniza! Deniza! Deniza! kau gila ya?! aku tidak kenal Deniza! aku tidak ada hubungan apapun dengan yang namanya Deniza! lagi pula, orang yang bernama Deniza itu pasti hanyalah seorang pengecut! bagaimana bisa dia bersembunyi dan menyodorkan mu! Deniza itu pastilah hanya seorang penipu! kami tidak tahu siapa Deniza brengsek itu! "
Plak....!
Veren meneteskan air mata dengan tatapan marah. Bibirnya yamg sedari tadi begitu hebat tersenyum juga menjadi gemetar menahan sesaknya dada karena harus mengorek luka lama yang begitu menyakitkan.
" Kau dan mereka boleh saja tidak mengenalnya, tapi kalian sudah membunuhnya! kalian hancurkan harapan terakhirnya! Deniza ku, Deniza mati, dia mati dengan rasa sakit fisik juga hati! itu semua karena kalian! " Air mata Veren semakin bercucuran begitu deras. Iya, luka itu bahkan sama sekali tidak pernah bisa ia lupakan barang sedikitpun. Pagi, siang, dan malam tidak bisa menghilang meski dia juga dalam keadaan mabuk.
" Kau gila! aku tidak pernah membunuh yang namanya Deniza! kau pasti salah sasaran. "
Veren terdiam sembari menatap mata Veren yang jelas dia kebingungan.
" Dengar, satu bulan berada dirumah ini sudah sangat membuatku bersabar. Aku, sungguh sangat tidak tahan lagi. "
Semenatara di balik pintu. Tatapan Alex kini semakin tidak fokus. Dia juga menangis tanpa dia paham maksud ucapan dari Veren. Perdebatan antara Angel dan Veren tentu dia mendengar semuanya. Tapi saat Veren membicarakan masa lalu, kenapa dia begitu merasakan sakit?
" Ibu, apa sebenarnya yang kalian lakukan kepada Veren dulu? kenapa Veren bisa membenci kita seperti ini? " Tanya Alex.
Ibu Mila yang tidak mendengar semuanya tentu saja merasa bingung.
__ADS_1
" Tidak tahu! Ibu baru bertemu dengan Veren pertama kali saat kalian akan menikah. "
TBC