Terpaksa Menikahi Wanita Malam

Terpaksa Menikahi Wanita Malam
Istri Muda, Idola


__ADS_3

Alex mengeryit menatap layar ponsel yang menunjukkan seorang wanita cantik tengah memegang segelas wine. Tapi sebentar setelah itu dia hanya bisa terdiam karena paham benar siapa wanita yang ada d layar ponsel itu. Veren, dia memang terlihat cantik dan berwibawa meski pekerjannya adalah sebagai wanita penghibur. Sebenarnya Alex selalu berpikir, kenapa Veren tidak menggunakan wajahnya untuk sebuah kesuksesan? tinggi badan, bentuk badan yang indah, ditambah lagi wajah yang cantik, bagaimana bisa Veren tidak memanfaatkan itu? jika saja itu adalah wanita lain, mungkin mereka akan berpikir lain dari Veren.


" Harus aku akui, selera mu memang tidak biasa. Aku rasa, bukan hanya kau saja yang sedang mengejarnya. Atau jangan-jangan, dia sudah menikah? " Ujar Frans menebak-nebak.


" Wanita secantik itu, tentu saja memiliki seorang pria yang posesif. " Ujar Edo.


" Aku dengar, selama ini dia hanya menerima satu tamu saja. Katanya pria itu adalah seorang pria yang berasal dari Eropa. Tapi tidak pernah juga ada yang melihatnya secara langsung. Wanita ini sangat sulit didekati, ditambah lagi semua pekerja disana seperti sangat menjaganya dengan baik. " James menghela nafas kecewanya. Dia adalah satu pria yang begitu menggilai Veren, bahkan dia juga sudah menawarkan dua miliar untuk dua jam saja. Tapi hasilnya masih sama, lagi-lahi di tolak.


" Mungkin mereka sudah menikah sekarang. " Ucap Edo.


" Tidak mungkin! dua miliar untuk dua jam saja di tolak, bagaimana mungkin dia mau terikat dengan pernikahan? menurutku, dia adalah wanita yang mencintai kebebasan, dan juga memiliki ambisi yang tidak bisa ditebak. " Ucap James.


Alex yang sedari diam sebenarnya tengah mendengarkan dengan seksama semua informasi yang di ucapakan James.


" Wanita yang luar biasa. Aku jadi penasaran, dimana kita bisa menemuinya? " Tanya Edo.


" Biasanya dia akan ada di surga malam, tapi satu bulan terakhir, dia tidak pernah terlihat lagi disana. Aku sudah menanyakan ke penjaga surga malam, tapi mereka tidak ada yang mau memberi tahu. " Jawab James.


" Misterius sekali ya? wanita itu datang setiap malam di tempat prostitusi, tapi dia menolak semua tamu. Mungkinkah dia menunggu seseorang. " Ujar Frans.


" Tidak tahu, lagi pula kita sudah lama sekali tidak datang kesana kan? mungkin sekitar delapan atau tujuh tahun kita tidak pernah lagi datang ketempat itu. " Ujar James.


" Hah?! kita kenapa sibuk membicarakan wanita itu? " Frans dan James tersenyum menanggapi ucapan Edo.


" Lex? kau baik-baik saja? " Tanya Frans yang menyadari jika Alex lebih banyak diam sedari James tiba.


" Em? iya. Aku baik-baik saja. " Alex kembali menenggak wine nya. Rasanya kesal juga saat Veren dikagumi oleh pria lain. Sialan! perasaan macam apa ini?! batin Alex.


" Apa kau jatuh cinta hanya dengan melihat photonya? " Ledek James.


Alex tersenyum miring. Malas sebenarnya mau menjawab pertanyaan pria yang pernah berseteru dengannya, tapi tidak sopan juga kalau tidak dijawab.


" Apa tidak boleh? "


James mendesah kesal.

__ADS_1


" Kau kan sudah menikah dengan mantan pacarku, kau mana boleh jatuh cinta dengan wanita lain? " Iya, James adalah mantan kekasih Angel terdahulu. Karena alasan itulah, James dan Alex menjadi berselisih paham, bahkan hubungan itu juga susah untuk bisa se-akrab dulu.


" Jangan ketinggalan berita, Alex sudah memiliki dua istri. " Ucap Edo yang sukses membuat James terperangah tak percaya. James kini memandangi wajah Alex sembari menggeleng heran.


" Seriously? " Tanya James kepada Alex.


" Apa kau iri? " Alex menatap James dengan tatapan datar. Iya, dia tidak mau terlalu menunjukkan rasa tidak sukanya, walau bagaimana pun, dulu mereka berteman akrab selama bertahun-tahun.


" Bagaimana dengan Angel? "


" Tidak ada yang bagaimana, semuanya baik-baik saja. " Ujar Alex.


" Istri keduamu pasti minder karena saingannya adalah seorang model terkenal. Wah, aku benar-benar iri denganmu. "Ucap James.


Alex tersenyum miring.


" Kau akan lebih iri lagi kalau tahu siapa istri keduaku. "


Frans, Edo dan James kompak menatap Alex dengan tatapan penuh tanya.


Alex menghela nafasnya.


" Tidak ada maksud, hanya bercanda. "


Baru mereka akan melanjutkan obrolan mereka, panggilan video masuk ke nomor Alex. Tentu Alex merah ponsel untuk melihat dari siapa panggilan itu. Kalau saja dari Angel, tentu saja dia akan mengabaikannya saja. Eh? tapi ternyata yang menghubunginya adalah veren. Ini adalah panggilan pertama yang ia terima dari Veren, tidak mungkin juga kalau dia mengabaikannya kan? Alex mengambil nafas terlebih dulu, barulah dia menerima panggilan telepon itu.


Suami?


" Ada apa? "


Aku lapar, tapi aku tidak mau makan dengan Ibu dan juga istri senior.


" Kalau menungguku, kau akan makan satu jam lagi, mau pesan online saja? "


Tidak mau! aku akan menunggumu.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan- " Alex mengeryit heran karena melihat ketiga sahabatnya kini berada disampingnya untuk melihat siapa yang menghubunginya melalui panggilan Video dengan begitu mesra. Kalau di dengar dari suaranya, jelas sekali itu bukan Angel, maka dari itu mereka sangat penasaran.


" Di dia, dia, dia adalah wanita itu! " Ucap Edo gugup sembari mengacungkan jari telunjuknya ke layar ponsel Alex. James dan Frans juga tak kalah terkejutnya.


Hai, teman-teman suami?


Sebenarnya Alex ingin sekali mengakhiri panggilan videonya bersama Veren karena ulah teman-temannya, tapi karena Veren yang menyapa lebih dulu, maka dia hanya bisa menahannya sebentar saja.


" Ha hai, juga. " Ucap mereka bertiga kompak.


" Aku kembali sekarang, sebutkan saja menu yang kau mau lewat pesan ya? "


Baik, suami.


Setelah mengakhiri panggilan videonya, Alex langsung meraih kunci mobilnya dan bangkit begitu saja meninggalkan teman-temannya. Kenapa? karena Alex tahu benar, mereka semua akan mendesak Alex berbicara bagaimana bisa menikah dengan Veren, dan banyak hal-hal jorok yang sudah pasti akan mereka tanyakan.


Sebuah pesan masuk, dan itu adalah Veren yang mengirim nama menu makanan. Sesampainya disebuah restauran, Alex memesan apa yang diinginkan Veren lalu pergi setelah selesai.


Empat puluh menit menempuh perjalanan, akhirnya Alex sampai juga dirumah.


" Lex, dari mana? kau bau alkohol. " Sapa Ibu Mila saat jarak mereka mulai dekat.


" Bertemu dengan teman, aku minum sedikit. " Jawab Alex singkat.


Melihat Alex membawa kotak makanan, tentu saja Ibu Mila mengeryit heran.


" Kenapa membeli makanan di luar? Ibu sudah meminta pelayan untuk menyiapkan makan malam untukmu. "


" Bukan untukku, tapi untuk Veren. "


" Manja sekali, apa tidak bisa makan yang sudah disiapkan di rumah? " Sebal Ibu Mila.


" Masalahnya, Ibu selalu saja memasang wajah sinis, tentu saja sulit menelan makanan jika Ibu sepertu itu. " Alex berucap dengan wajah datar.


Ibu Mila berdecih sebal, memang iya dia kesal setiap kali melihat Veren. Sekarang ditambah lagi mendengar cerita dari Angel, tentu saja dia pantas waspada terhadap Veren.

__ADS_1


TBC


__ADS_2