Terpaksa Menikahi Wanita Malam

Terpaksa Menikahi Wanita Malam
Ancaman?


__ADS_3

Satu minggu setelah kesepakatan yang sudah Veren setujui bersama dengan Tuan Haris. Hari ini adalah hari dimana Veren dan Alex akan menikah. Bahagia? tentu Veren bahagia karena akan segera memulai aksinya untuk memisahkan kedua manusia yang saling mencintai. Mencintai? sungguh bahagia sekali, tapi sayang sekali karena sebentar lagi, mereka pasti akan saling tersakiti lalu saling membenci. Sungguh, hanya membayangkan itu saja, Veren benar-benar tidak bisa menahan bibirnya untuk tersenyum.


" Veren? " Seorang wanita cantik yang akan segera menjadi Ibu mertua tirinya itu datang bersamaan dengan seorang gadis cantik yang begitu mirip dengan Bibi Nehra. Bibi? oh, sebentar lagi akan memanggil Ibu kan?


" Bibi? " Veren tersenyum menatap kedatangan dua wanita cantik itu, sungguh dia benar-benar merasa sejuk melibat kedua wanita itu berjalan ke arahnya dengan wajah ramah dan senyum yang begitu sedap di pandang mata.


" Kau cantik sekali. " Puji Bibi Nehra yang Langung di angguki oleh gadis cantik yang datang bersama dengan Bibi Nehra.


" Hai kak? salam kenal, namaku Sofiana, panggil saja aku Sofi. Aku adalah adik ipar mu sekarang. " Gadis cantik yang bernama Sofiana itu kembali tersenyum manis dengan tatapan mata yang begitu jujur. Alice mengangguk dan tersenyum sembari mengusap pipi cantik Sofiana. Tidak heran memang, wanita secantik dan baik seperti Bibi Nehra memiliki anak yang begitu mirip dengannya, baik wajah maupun sikap dan tutur katanya.


" Sofi, aku yakin pasti banyak sekali yang mengatakan ini. Kau sangat cantik dan manis. " Veren tersenyum saat Sofiana meraih tangannya dan menggenggamnya erat. Tidak tahu kenapa, Veren seperti merasakan adanya perasaan yang membuatnya ingin memeluk Sofiana, saat perasaan itu terus mendorongnya, Veren akhirnya memeluk erat tubuh Sofiana.


" Semoga kita akan menjadi saudari ipar yang akur ya? " Ucap Veren yang entahlah, kata-kata itu lolos begitu saja dari mulutnya.


" Iya, aku janji akan melakukan hal baik agar kakak bisa menyukaiku. " Ucap Sofiana yang tentu saja Veren tidak tahu bagaimana ekspresi gadis cantik itu. Tapi kata-kata Sofiana barusan, kenapa membuat hati Veren merasakan perih? padahal dia sama sekali tidak tahu apa maksud tujuan kata-kata yang di ucapkan Sofiana. Veren melepaskan pelukannya dengan lembut, lalu menatap bola mata Sofiana yamg terlihat menahan tangis.


" Sofi, kau tidak perlu melakukan apapun untuk disukai oleh orang lain, terutama aku. Kau begitu lembut, dan baik. Bagaimana mungkin aku tidak menyukaimu?" Veren mengusap kepala Sofi pelan dengan tatapan yang hangat. Tidak tahu kenapa dia bisa begitu tidak tega hanya karena melihat matanya, padahal kan dia sama sekali tidak tahu bagaimana kehidupan Sofiana. Tapi kalau melihat bagaimana Tuan Haris, dan banyaknya uang yang mereka miliki, tentu sana mereka tidak akan kesulitan ekonomi kan?


" Kakak, terimakasih karena mau menyukai ku. " Ucapan Sofi kali ini benar-benar tertegun, bahkan Bibi Nehra juga terlihat ingin menangis melihat bagaimana ekspresi putrinya itu.


" Sofi, jangan bicara seperti itu, kau adalah gadis cantik, baik, lembut dan hangat. Bagaimana bisa ada orang yang tidak menyukai mu? "

__ADS_1


" Ada! " Dua orang wanita lagi datang masuk tanpa pemberitahuan, kalau dilihat dari bagaimana dia bicara barusan, dia pasti sudah mendengarkan obrolan mereka dari luar kamar kan? satu wanita paruh baya yang terlihat judes dan tengah marah, satu lagi wanita cantik yang sudah Veren tahu, siapa itu.


" Kalian bertiga wanita sampah yang hanya menjadi toksik saja di kehidupan kami. " Wanita paruh baya yang tak lain adalah Ibu dari Alex Dardan, berucap dengan begitu lantang dan penuh amarah.


Veren tentu saja paham siapa wanita paruh baya itu sekarang. Tapi tatapan seram dari wanita yang sebentar lagi akan menjadi Ibu mertuanya itu tidak cukup seram untuk membuat Veren menunduk seperti yang dilakukan oleh Bibi Nehra dan Sofiana.


" Oh, siapa ya? " Veren tersenyum angkuh dan berpura-pura tidak tahu saja siapa dua wanita yang berdiri di hadapannya dengan begitu percaya diri.


" Aku adalah Ibunya Alex, dan ini adalah istrinya. Sekarang kau tahu kan? kau, dan dua wanita disamping mu adalah hama bagi hubungan orang lain. " Ibunya Alex yang bernama, Ibu Mila kini semakin percaya diri setelah menegaskan dan mencoba menjelaskan betapa buruknya Veren, Sofia dan Bibi Nehra.


" Benarkah? " Veren mengibaskan hiasan kepalanya, menjinjing dengan anggun gaun pernikahan yang melekat indah di tubuhnya. Dengan begitu indah langkah kakinya tergerak berjalan mendekati dua wanita yang terlihat marah sekali padanya. Veren kembali tersenyum percaya melebihi dua wanita tadi. Oh, tunggu! bahkan cara berdirinya saja sangat elok.


" Anda adalah Ibu Mila, dan anda adalah Angel, istri dari Alex. Tapi sayang sekali ya? meskipun mereka sudah menikah terlebih dulu, tapi aku lah yang akan dinikahi secara negara. " Veren berkedip beberapa kali dengan senyuman smirk seolah masa bodoh saja dengan kedua wanita itu.


" Tidakkah kau merasa malu? kau akan masuk kedalam hubungan rumah tangga orang, kau juga dengan bangganya memanerkan hal yang jelas menyakitiku. "


Veren menutup bibirnya menggunakan kepalan tangan karena tidak tahan untuk mengeluarkan suaranya saat menahan tawa.


" Kau ini lucu sekali ya? kalau kau merasa sakit hati, itu semua salah mu karena memiliki hati yang lemah. "


" Kau, kau sangat menjijikkan. " Ucap Angel yang sudah mulai tida bisa menahan diri lagi.

__ADS_1


" Kau boleh saja jijik denganku, tapi bagaimana dengan suamimu? " Veren menaikkan sebelah alisnya menatap dengan maksud menantang.


Angel tersenyum seolah meremehkan kata-kata Veren barusan.


" Alex adalah laki-laki yang bisa menjaga dirinya dengan baik. Dia, hanya akan melakukan segalanya dengan ku. Meskipun kau melakukan segala macam cara untuk menggodanya, kau tidak akan mampu menggoyahkan prinsip dan hati suami ku. "


" Benarkah? lalu kenapa kau gemetar? " Veren mendekatkan wajahnya di telinga Angel.


" Jika aku yang menggoda, apakah kau benar-benar yakin tidak takut? apa kau ingin melihat buktinya? "


Angel begutu kesal mendengar kata-kata Veren barusan, dia mengangkat tangannya tinggi berniat untuk menampar Veren. Tapi, Veren bukanlah wanita yang bisa ditindas fisik maupun mental, maka tentu saja Veren menahan tangan Angel.


" Jaga tanganmu dengan baik, kalau sampai tersentuh kulitku, aku bukan hanya akan membuatmu menangis semalaman. Tapi, aku bisa membuat mu menangis sepanjang hidup. " Veren tersenyum miring menatap Angel yang tidak berdaya oleh kata-katanya.


" Dasar Iblis! " Ibu Mila menarik tangan Angel dan membuat jarak di antara merek kembali terjeda lumayan jauh.


" Jika saja bukan karena hal penting, sampai matipun, aku tidak akan pernah ingin memiliki menantu sepertimu. Kau bisa saja menikah dengan Alex, tapi kau tidak akan mendapatkan apapun dari kami. " Ancam Ibu Mila.


" Em? lihat saja nanti. " Veren tersenyum lalu melambaikan tangan dengan gembira saat mereka mulai menjauh dan keluar dari kamar pengantinnya.


" Kakak? kakak barusan sangat hebat. " Sofiana memeluk erat tubuh Veren.

__ADS_1


TBC


__ADS_2