Terpaksa Menikahi Wanita Malam

Terpaksa Menikahi Wanita Malam
Menunggu Sebentar Lagi


__ADS_3

" Kau sungguh tidak apa-apa? " Alex menyibakkan rambut Veren, lalu memeluknya erat dari belakang. Ini sudah entah yang ke berapa kali Alex selalu bertanya dengan pertanyaan yang sama. Veren yang mulai bosan juga hanya bisa mengangguk saja karena juga mulai lelah menjawabnya. Tidak disangka, di jam kantor yang seharusnya masih sibuk-sibuknya Alex justru memilih pulang dan terus bertanya keadaan Veren yang justru Veren sendiri tidak terlalu memikirkan masalah ini.


" Tidak apa-apa! yang dikatakan artikel itu kan memang ada benarnya, aku memang seorang wanita malam. Aku juga orang ketiga di antara kau dan Angel, mau membantah pun tidak bisa kan? "


Alex terpaku mendengar pengakuan Veren. Jika di pikir kembali memang benar apa yang dikatakan Veren, tapi proses kenapa itu bisa terjadi kan tidak se-sederhana itu? Hah! mengingat bagaimana Veren mengakui bahwa dia memang pernah bekerja sebagai wanita penghibur, rasanya dia sebal dan ingin sekali menyumpal bibir seksi istrinya itu. Tak mau membuat istrinya lagi-lagi membicarakan masa lalu, terlebih tentang masalah profesi yang dilakoni Veren di masa lalu, dia dengan segera beranjak mengikuti langkah kaki istrinya yang kini tengah duduk di tempat tidur seraya meniup kukunya yang masih agak basah setelah di cat warna nude.


" Sayang, bagaimana kalau kita datang juga ke acara live show? Ada beberapa media yang memintaku, kalau bisa bersamamu untuk menanggapi tentang isu ini. " Alex kini sudah berada tepat disamping Veren, dia bahkan tak bisa diam karena setelah selesai bicara dia terus mengecup pundak Veren berkali-kali.


" Sayang? aku tidak salah dengar nih? "


Veren melirik sebentar ke arah Alex, iya dia tentu saja tidak biasa dengan panggilan itu.


" Bukankah panggilan Sayang lebih baik dari pada memanggilmu nama? " Alex tersenyum, lalu dia mencolek dagu Veren dengan tujuan menggodanya.


" Suami, aki benar-benar kaget dengan caramu merayu. "

__ADS_1


Alex tersenyum seraya membenahi posisi duduknya. Dia melingkarkan lengannya untuk memeluk pundak Veren, lalu merapatkan tubuh mereka. Alex juga mengusap kepala Veren dengan lembut berkali-kali saat kepala mereka menempel saling menyender.


" Aku tahu kau sedih, aku tahu kau takut Denzo akan terpengaruh, dan dia tidak akan memiliki teman lagi seperti dulu. Istriku, meskipun aku tidak sehebat pria itu, tapi kau bisa mengandalkan ku sebagai suami, dan juga Ayah dari anak kita. Aku memang belum terbiasa, dan juga tidak memiliki pengalaman sebagai seorang Ayah sebelumnya, tapi aku menjanjikan satu hal kepadamu dan anak kita, selama aku hidup, kau dan juga anak kita akan baik-baik saja. "


Veren yang tadinya berpura-pura tidak perduli, bahkan sedari tadi ia coba untuk menghindari kontak mata dengan Alex agar tidak terlihat bahwa dia khawatir dengan semua ini. Benar, dia adalah seorang wanita penghibur sebelumnya, benar, dia adalah orang ketiga di dalam rumah tangga orang, dan ditambah lagi orang-orang dari tempat tinggalnya dulu mulai memberikan komentar bahwa Veren memiliki anak di luar nikah. Dengan beberapa komentar itu, kini muncullah lagi artikel baru, dan begitu jelas bahwa tujuannya adalah untuk memojokkan Veren dengan citra buruk yang begitu sempurna.


" Istriku, jangan khawatir lagi ya? tunggu sebentar lagi, agar kita bisa memberikan bukti yang bisa membalikkan keadaan. Semuanya sedang di atur oleh Dedi, setelah semuanya siap, baru aku akan turun tangan langsung. "


Veren memiringkan tubuhnya, dengan cepat dia memeluk Alex dan menumpahkan segala kesedihan yang dia tahan di dadanya. Sakit, rasanya sangat sakit kala harus mengalami hal yang seperti dulu.


Melihat bagaimana Istrinya menangis, tentu saja Alex begitu tidak tega. Awalnya saat dia terburu-buru untuk pulang tadi, dia terkejut karena Istrinya terlihat baik-baik saja. Tapi saat dia mengajak bicara terus menerus, Alex menyadari jika Veren berusaha untuk menghindari tatapan matanya.


Angel kini tersenyum saat membaca satu persatu komentar jahat dan sadis yang tentu saja menghujat Veren hanis-habisan. Wanita rendahan, menjijikkan, siluman, dan banyak kata-kata kotor yang tidak pantas. Setelah cukup puas membaca komentar buruk itu, Angel meletakkan ponselnya dan mulai menikmati sinar matahari yang masuk menembus dinding kaca dari apartemen yang tengah ia singgahi.


" Sampai kapan kau akan terus berdiri di sini? " Sebuah tangan kekar melingkar memeluk perut Angel. Wajahnya yang memberikan nafas hangat itu menempel di pundaknya, sesekali memberikan kecupan di tengkuk Angel.

__ADS_1


" Menjauh lah dulu, Reyn. Aku masih ingin disini, menikmati sinar matahari yang begitu hangat. "


" Angel, ini sudah tiga tahun, kau masih saja belum bisa melepaskan Alex? Memang tidak cukup drama romantis yang kau atur itu? Dia sudah bukan lagi boneka mu, Angel. Sekarang hanya ada aku yang bertahan, apa kau benar-benar tidak bisa hanya fokus kepadaku? "


Angel menghela nafas panjangnya. Iya sudah tiga tahun, dan dia masih belum bisa membuat Alex mencintainya lagi. Oh, tidak! baru tiga tahun kan? jalan masih panjang, perlahan Alex pasti akan mencintainya lagi.


" Angel, orang tuamu sudah setuju dengan hubungan kita. Bukankah mereka juga sudah sering mengancam mu untuk meninggalkan Alex? dan mereka juga hanya ingin anak dariku bukan? " Pria itu semakin erat memeluk tubuh Angel yang tak bergeming.


" Reyn, jika kau tidak menjebak ku, dan mengancam ku dengan photo-photo gila saat aku mabuk, kau pikir aku akan menghabiskan tiga tahun waktu ku bersama dengan mu seperti ini? "


" Benarkah? " Reyn menegakkan tubuhnya, dia menggerakkan satu tangannya menyelinap masuk bebas ke dalam jubah mandi yang menutupi tubuh Angel.


" Lihatlah, kau tidak menolak sentuhan ku, Bagaiamana bisa disebut menjebak kalau kita berdua sama-sama menikmatinya? " Reyn semakin aktif menggerakkan tangannya, satu tangannya menarik ikat jubah mandi yang mengunci.


" Em... " Angel menggigit bibir bawahnya menahan rasa saat tangan Reyn mulai memainkan titik sensitifnya dengan tangan nakalnya. Sudah tiga tahun mereka menjalin hubungan secara diam-diam dibelakang Alex. Entah sudah berapa ratus kali mereka melakukan hal semacam ini. Benar, pada awalnya Angel menuruti Reyn karena terpaksa dan terus larut dalam jebakan dengan alasan kekangan dan ancaman. Tapi siapa yang bisa mengelak jika lama kelamaan dia sendiri merasa nyaman dan ketagihan.

__ADS_1


Apakah Alex tidak mencari tahu tentang Angel sebelumnya? tentu saja tidak! kenapa? karena Alex tidak perduli, memang pernah dia merasa berada di titik jenuh, lalu berupaya untuk menarik Angel agar fokus menjadi istri dan agar mereka memiliki anak, tapi dengan alasan restu Angel selalu menolaknya. Satu, dua, bahkan sampai berkali-kali alasannya masih sama, maka Alex yang dari awal tidak menaruh rasa, kini semakin tidak sanggup untuk bertahan hanya karena hubungan palsu yang Angel ciptakan. Masa bodoh dengan apa yang Angel lakukan di luar sana, karena itu juga termasuk sebuah bentuk protes bahwa Alex sudah benar-benar tidak perduli lagi dengan apa yang dilakukan Angel.


TBC


__ADS_2