
Veren dan Alex berjalan masuk ke dalam rumah bersamaan. Seperti biasanya, Angel dan Ibu Mila seolah sudah bersiap menjadi tukang cecar yang selalu siap sedia.
Tatapan mata yang jelas tidak suka, sungguh lagi-lagi membuat Veren merasa sebal. Sebenarnya ingin sekali dia masuk kerumah itu dan langsung ke kamar tanpa harus melihat duo iblis betina itu.
" Apa yang terjadi dengan mu Nak? " Tanya Ibu Mila.
" Sayang, kau tidak apa-apa? kenapa tanganmu di perban? " Tanya Angel.
Wah, Veren benar-benar kagum melihat bagaimana cepatnya mimik wajah mereka berubah. Satu detik yang lalu mereka terlihat seperti Iblis pendendam, nah sekarang? bahkan wajah lembut malaikat tidak akan bisa menandingi wajah mereka berdua.
" Tidak apa-apa, hanya saja kurang hati-hati. " Jawab Alex.
" Kau yakin tida apa-apa? " Tanya Ibu Mila memastikan.
" Iya, hanya lecet saja, tidak ada yang serius. "
" Kalau begitu, bisa kita bicara sebentar nak? " Sebanarnya Alex nampak enggan, tapi mau bagaimanapun, Ibu Mila adalah Ibunya yang patut untuk dia hormati. Maka Alex mengangguk saja setuju, dan takutnya apa yang akan dia bicarakan adalah hal yang serius.
" Tapi, wanita itu tidak boleh ikut. " Tunjuk Ibu Mila kepada Veren.
Alex menghela nafasnya. Lagi-lagis begini, batinnya.
" Tidak bisa, dia harus membantuku karena lenganku sakit. "
Veren menatap Alex bingung. Alasan macam apa itu?
" Sayang, aku bisa membantumu. " Ujar Angel.
__ADS_1
" Tidak perlu, Dokter sudah memberi tahu segalanya kepada Veren, jadi dia tahu harus bagaimana. "
Ibu Mila dan Angel kompak terdiam. Angel kini hanya bisa memandangi saja bagaimana dekatnya Veren dan Angel. Dulu, Angel dan Alex akan bersikap begitu mesra saat di hadapan Ibu, saudara, dan orang lain. Tapi cara Alex menatap Veren, cara Alex tersenyum untuk veren, semua terlihat begitu jelas kalau Alex tidak merasa terpaksa. Angel bisa merasakan jika Alex benar-benar tulus kepada Veren. Lalu bagaimana bisa? bukankah Alex adalah pria yang tidak mudah untuk jatuh cinta? memang Veren siapa hingga bisa membuat hati Alex berbelok dengan begitu cepat?
Kini mereka sudah berada di ruang keluarga. Angel dan Ibu Mila duduk berdampingan, sementara Alex dan Veren duduk dengan begitu dekat. Alex meletakkan tangannya di pangkuan Veren, meskipun ini agak aneh bagi Veren, tapi dia juga hanya bisa mengikuti saja apa yang dilakukan Alex.
" Apa yang ingin Ibu bicarakan? " Tanya Alex terlebih dulu. Iya, karena lelah juga melihat Ibunya dan Angel menatap tangannya yang terluka berada di pengakuan Veren. Tangan? heh! lucu, padahal yang banyak terluka adalah lengannya.
" Alex, apa kau sudah tahu? Ayahmu dan perempuan murahan itu ternyata memiliki seorang anak laki-laki. Angel sudah bertemu dengannya, dan pasti sekarang ada di rumah Ayahmu. " Ibu Mila menegaskan tatapan matanya, sementara Alex hanya diam karena bingung.
" Dengar, jika anak itu tidak ada, seharunya warisan untukmu bisa sampai satu triliun. Aku sudah meminta pengacara kepercayaan Ibu untuk mencari tahu, ternyata anak itu juga mendapatkan hak warisan. Alex, kau harus segera menindak masalah ini. Anak laki-laki itu adalah ancaman bagimu dan kakak mu. Bila perlu, kita kirim saja keluar negeri, dan jangan pernah memberinya kesempatan untuk bisa kembali. "
Veren terdiam sembari menahan degup jantungnya yang begitu hebat. Setelah Ibu Mila berhenti bicara, Veren memberanikan diri untuk menatap Alex yang sedari tadi tak bersuara.
Alex, jika kau sampai melakukan itu, dengan tanganku sendiri lah aku akan menghukum mu.
Alex menghela nafasnya.
Veren tersenyum, iya dia semakin yakin jika Alex benar-benar tidak seperti apa yang dia bayangkan setelah kejadian beberapa tahun lalu.
" Alex! bisa-bisanya kau berkata begitu?! saat Ayahmu merintis bisnisnya dulu, Ibu adalah istrinya hingga ia mulai maju dan memiliki banyak cabang perusahaan. Itu berarti, sebagian besar harta Ayahmu adalah milik ku, dan juga milikmu dan kakak mu! wanita murahan itu sama sekali tidak memiliki hak apapun. " Ibu Mila berucap dengan nada yang menggebu-gebu. Dia bahkan sama sekali tidak memperdulikan apapun selain ambisinya mengenai harta.
" Ibu, berapa kali harus aku katakan? tanpa harta itu, aku masih bisa memberi Ibu makan, dan memenuhi kebutuhan kita semua. Aku memang hanya memiliki satu perusahaan saja, tapi aku yakin akan bisa maju untuk beberapa waktu ke depan. Tolong jangan selalu memikirkan tentang warisan itu Ibu, aku tidak ingin munafik dengan mengatakan jika aku tidak menginginkannya, tapi Ayah pasti sudah memikirkan dengan baik mengenai hal sensitif yang berupa uang. Ayah memang gagal menjadi suami Ibu, tapi dia selalu mencoba yang terbaik untuk ku dan kakak. "
Ibu Mila berdecih dengan tatapan marah tapi meremehkan kata-kata Alex barusan.
" Alex apa kau tahu? Ayahmu bahkan mengatakan jika kau sendiri juga akan dengan suka rela menyerahkan warisan itu untuk anak laki-lakinya yang sialan itu! "
__ADS_1
" Cukup! " Veren berdiri dengan wajah kesalnya. Tentu sebagai Ibu kandung dari Denzo, dia merasa marah dan tidak terima saat ada yang mengatai anaknya sialan. Boleh saja orang menghinanya dengan sebutan apapun, tapi tidak dengan Denzo.
" Kenapa kau ini? " Sebal Ibu Mila yang merasa bingung karena Veren tiba-tiba membentak.
" Anda selalu saja memaki tanpa perduli yang sebenarnya. Hanya karena uang, anda menyumpahi seorang anak dengan sebutan sialan! demi Tuhan, aku tidak akan menjadi seorang Ibu seperti anda. "
Alex menatap Veren dengan segala pemikiran dan dugaannya. Tapi di banding larut dalam hipotesanya sendiri, dia lebih memilih untuk membuat Veren tenang.
" Veren, duduklah. " Alex meraih tangan Veren dan perlahan membawanya untuk kembali duduk.
Sementara Ibu Mila malah semakin terlihat kesal.
" Hanya karena ingin membela wanita yang sama murahannya dengan mu, kau sampai membentak ku. Benar-benar wanita rendahan yang kompak. "
" Ibu! " Alex menatap marah Ibunya. Iya, dia tahu kalau tidak baik bersikap seperti ini, tapi Ibunya semakin hari semakin berubah.
" Alex, coba kau hitung berapa kali kau membentak Ibu karena wanita itu?! "
" Ibu, kenapa Ibu begitu berubah? Ibu yang aku kenal adalah orang yang lembut, Ibu tidak pernah membiarkan aku mendengar kata-kata kotor dari mulut Ibu. Kemana Ibuku yang itu? "
Ibu Mila terdiam sesaat. Yang dia pikirkan adalah ha anak-ananya yang tida boleh di ganggu gugat. Maka dengan cara apapun, dia akan melakukannya.
" Jika warisan yang kau dapatkan sesuai dengan keinginan Ibu, semua pasti akan kembali normal. "
Alex terkekeh dengan mata yang menggenang air mata.
" Ternyata benar, uang sungguh ampuh merubah manusia. Orang yang tadinya aku pikir sosok malaikat, kini berubah menjadi seperti Iblis. Jika tahu uang sungguh menakutkan, aku benar-benar lebih memilih tinggal di pegunungan dengan damai. "
__ADS_1
" Berhentilah mengatakan omong kosong, besok kita akan datang kerumah Ayahmu. Suka, tidak suka, mau tidak mau, kau wajib untuk ikut. "
TBC