Tetangga Jadi Suami

Tetangga Jadi Suami
Eps 23. Salah Paham?


__ADS_3

Revy hanya tersenyum...


"Nggak ada masalah. Kapan mulai koasnya...?"


"Awal bulan depan, 2 minggu lagi... "


"Wah... aku hanya punya waktu dua minggu lagi ya jalan sama kamu..."


"Ya... seperti itu. Kamu kapan balik ke Ygya?"


"Belum tahu, sebelum kuliah dimulai sih..."


Beberapa saat kemudian selesai menyantap makanan di atas meja...


"Via... aku pengen ngomong sesuatu yang serius..."


"Tentang apa..."


"Tentang kita..."


Nivia memajukan tubuhnya meletakkan dua tangannya yang terlipat di atas meja bersikap menyimak apa yang akan disampaikan Revy.


"Kita baru mulai sih, tapi kamu harus tahu aku nggak pernah main-main dengan sebuah hubungan. Sejujurnya aku masih trauma dengan hubungan seperti ini, tapi waktu tanpa sengaja kita chatting dan akhirnya kita bersama ya aku... ingin kita serius... Via... aku pengen tahu, kamu serius sama aku kan?"


Revy menatap langsung ke bola matanya Nivia mencari kepastian yang dia butuhkan.


"Aku juga pengennya seperti itu, Rev."


Revy tersenyum lega, meraih satu tangan Nivia dan meremasnya perlahan. Dia ingin belajar mencintai lagi setelah cintanya sempat terhempas. Berharap kehadiran Nivia dapat mengembalikan kepercayaannya pada ketulusan cinta.


"Boleh tahu... kenapa putus dengan Sendra, setahu aku kalian tak terpisahkan kemana-mana berdua..."


Revy melepaskan genggaman tangan dan mengalihkan pandangannya. Ada kilat amarah sempat terbaca dari raut muka yang mengeras.


"Maaf... aku nggak bermaksud mengungkit masa lalu kamu, tapi setidaknya aku tahu sesuatu yang mungkin bisa terjadi dalam hubungan kita ke depan."

__ADS_1


Revy menunduk sejenak, dia tidak ingin dikhianati lagi, membangun hubungan sekian lama kemudian berakhir sia-sia bahkan meninggalkan luka.


"Dia selingkuh..."


Pelan suara Revy, dan mata Nivia membulat.


"Kok bisa... kayaknya Sendra posesif banget sama kamu..."


"Buktinya ada, aku lihat sendiri. Aku nggak ngerti apa lebihnya laki-laki itu sampai adek aku juga terpikat padanya."


Meskipun pelan tapi suara itu berat penuh amarah.


"Kharis...? Jadi maksud kamu Lewi yang selingkuh sama Sendra?"


"Iya... kamu tahu Kharis dan Lewi?"


"Iya... Lewi sering posting kebersamaan mereka, bahkan FP akun sosmed Lewi itu foto Kharis... Tapi kok aku nggak tahu Sendra sama Lewi ya... mereka nggak pernah terlihat bersama..."


"Maksud kamu?"


"Mungkin kamu nggak tau aja pas mereka bersama, kejadiannya udah hampir dua tahun kan..."


"Aku follow IG*nya Lewi sejak dikenalin ke kita waktu itu. Malah yang aku tahu dari awal dia di sini udah naksir Kharis..."


Revy jadi penasaran, dia ingat perkataan Lewi bahwa dia dan Sendra nggak pernah pacaran. Dia jadi tertarik menyimak Nivia, setidaknya Via nggak akan memihak karena belum tahu bahwa Kharis sudah memutuskan hubungan dan itu karena dirinya.


"Kenapa berasumsi seperti itu..."


"Sorry ya... aku jujur nih, aku awal-awal suka juga sama Lewi, makanya aku kepoin sosmednya dia. Ada satu postingannya yang lucu dan agak aneh buat aku, sebuah motor matic warna putih di atasnya ada helm cewek... penasaran kan aku, dia nggak pernah aku lihat bawa motor itu. Eh.. pas Kharis kemudian gabung di komunitas aku jadi tahu itu motornya Kharis... Lucu juga sih mereka berdua, saling suka tapi diam-diaman nggak pernah ngobrol."


"Terus hubungannya dengan perempuan itu?"


"Perempuan?"


"Mantan aku..."

__ADS_1


"Ada lah... seenggaknya sekali aja dia sebut tentang Sendra menunjukkan bahwa mereka pernah berhubungan. Aku ngeliat di F*bnya Lewi beberapa tahun lalu dia pernah punya pacar... Jadi menurut aku Lewi suka ngungkapin sesuatu tentang dia..."


Revy bimbang dengan fakta yang dia percayai selama ini. Ada sesal juga karena terlalu keras dan bertindak kasar terhadap adiknya. Tapi jika tak ada apa-apa mengapa mereka seintim itu? Jangan-jangan Lewi seorang Player, dia tidak ingin adiknya jatuh ke tangan lelaki seperti itu.


"Rev, aku ingin katakan sesuatu..."


"Apa?"


"Mungkin kamu putus dengan Sendra hanya karena salah paham. Nggak apa-apa jika kamu belum bisa melupakan dia dan ingin balikan... mumpung kita belum terlalu jauh melangkah..."


Revy memandang lekat wajah Nivia, kaget dengan kesimpulan yang dia ungkapkan.


"Nggak ada balikan lagi, aku serius sama kamu."


"Sorry, aku tadi melihat kamu ragu dengan sesuatu..."


"Bukan tentang kita tapi Kharis, aku nggak ingin dia dipermainkan laki-laki itu."


"Serahkan ke Kharis aja, kayaknya dia bukan cewek yang bisa dipermainkan deh... Lewi memang suka sembarangan sih nggak jaga sikap sama cewek itu juga yang dulu bikin aku ilfeel. Tapi sama Kharis dia beda kok, kelihatan peduli walau nggak terang-terangan. Aku senang mereka jadian sih... siapa tahu Lewi berubah. Kayak kakak aku, ketemu cewek yang dia sayang banget langsung auto alim dan setia gitu, hehehe..."


"Via... ini tentang kita berdua...bisa nggak kita saling setia? Ke depan kita akan LDRan, jarang ketemu. Mau nggak kita saling menjaga hubungan kita. Jujur aku belum sepenuhnya bisa melupakan hubungan aku sebelumnya, tapi aku mau kita terbuka dan belajar saling cinta..."


Pasangan itu saling tatap, masing-masing mencoba menyelami kedalaman rasa yang baru mulai terbangun, mencoba menghalau kekuatiran untuk gagal lagi dan mencoba untuk saling percaya. Ketika kedua tangan saling menggenggam menikmati romansa siang ini, ada senyum yang terukir di bibirnya keduanya, menunjukkan komitmen mereka sudah terpatri di hati masing-masing.


"Iya... aku janji sama kamu..."


--Manis sekali... semoga semesta berpihak sama mereka berdua ya--


Dalam perjalanan pulang, Revy memikirkan adiknya, adik kesayangan yang selalu fokus dengan studinya, seingatnya selalu menolak teman-teman kuliahnya yang coba mendekati. Sekarang dia jatuh cinta dan setahu Revy ini pertama kalinya. Haruskah dia merelakan Lewi menjadi kekasih adiknya, haruskah dia berdamai dengan masa lalunya???


Revy menarik napas panjang...


.


💙💙💙

__ADS_1


__ADS_2