Tetangga Jadi Suami

Tetangga Jadi Suami
Bonus Eps. Nomor Satu Siapa


__ADS_3

Kharis memutuskan merawat baby Muel dengan tangannya sendiri, baby sitter hanya akan membantu di waktu tertentu. Berdasarkan cerita papa, dulu saat Kharis masih bayi mama jarang turun tangan, demikian juga Lewi saat kecil ditangani baby sitter saja. Dia ingin baby Muel merasakan kasih sayang utuh darinya dan dia tak ingin melewatkan moment perkembangan sang baby.


Kharis mulai melupakan semua obsesi untuk dirinya sendiri, seharian sejak bangun tidur sampai tertidur kembali dia fokus pada baby Muel saja. Segera setelah baby Muel lahir segalanya dengan cepat berubah, dia mulai mengabaikan dirinya dan mengabaikan suami, perasaan dan saat-saat romantis untuk suami mulai menghilang...


"Hei... anak papi sudah mandi ya... masih pagi loh... Muel rajin banget ya..."


Papi Lewi keluar dari walking closet, sudah ganti baju tapi belum rapih, kemeja belum terkancing, mendekati baby Muel yang duduk tenang di pangkuan mami Kharis yang sedang menyisir rambut hitamnya yang lebat.


"Biar ganteng sebelum papi ke kantor... ya kan sayang..."


Kharis berbicara entah ditujukan pada baby Muel atau si suami.


Lewi berjongkok di depan istri dan babynya, memasukkan kedua jari telunjuknya di sela-sela jari mungil anaknya yang langsung digenggam erat baby Muel sambil berceloteh. Genggaman itu hal yang paling dia suka saat bermain dengan baby berumur tujuh bulan itu.


"Mennyaphii piiih mi pihh..."


"Papiiii... ayo nak bilang papiiii..." Papi Lewi coba mengajari babynya...


"Piapiiimmi... mamam... mamam..."


"Hahaha, dikit lagi dia bisa ngomong papi sama mami tuh..."


Lewi tertawa senang sambil menatap sang istri yang masih fokus menyisir rambut.


"Mam... hei... aku ngomong sama kamu loh..."


"Eh... iya iya, aku denger kok..."


"Kalau aku ngomong liatin wajah aku kali, Muel aja liatin aku saat aku ngomong..."


Lewi berkata dengan suara yang sudah berubah. Rasa senang saat berinteraksi dengan buah hati dengan cepat menghilang berganti perasaan kesal. Lewi kemudian melepaskan jarinya dari genggaman baby Muel dengan perlahan. Lewi berdiri dan berjalan menjauh diikuti tatapan heran Kharis. Apa yang salah? Tambah lama sikap suami tambah ketus.


Kharis turun ke bawah sambil mengendong Muel. Ada opa Peter yang langsung meminta untuk mengendong sang cucu.


"Selamat pagi cucu opa, sudah ganteng ini... wangi lagi... mau ke mana sayang? Mau ikut papi kerja ya?"


"Mennyaphii piiih mi pih... mamam..."


"Hahaha... cucu opa pintar ngomong sekarang ya..."


Kharis tersenyum melihat moment rutin setiap pagi, sang opa dan sang cucu, tak lama lagi oma Vero pasti merebut baby Muel dari opanya. Sesuatu terlintas kembali di otaknya, sikap si suami sekarang kok beda ya? Atau... Kharis melangkah kembali ke kamar ingin memastikan perasaannya. Di kamar, suami sudah rapih hanya dasinya belum terpasang. Belakangan suami suka memakai pakaian formil saat ke kantor.


Kharis mendekat dengan sedikit ragu, mengulurkan kedua tangan untuk mengikatkan dasi saat sudah berdiri di hadapan suami.


"Nggak usah..."


Lewi menepis tangan istrinya lalu berjalan ke depan cermin dan mulai mengikat sendiri dasinya. Wajah ramah full senyum sekarang jarang terlihat untuk istri, kini hanya saat bermain dengan baby Muel baru wajah itu terlihat cerah.


"Papi..."

__ADS_1


Kharis memanggil suaminya dengan lirih... menyadari ada sesuatu yang salah dengan hubungan mereka sekarang.


"Pi..."


Kharis coba mendekat lagi, berdiri dekat sambil memperhatikan lekat aktivitas suami.


"Maaf..."


Meminta maaf tanpa tahu apa yang salah hanya merasa bahwa mereka perlu bicara. Lewi masih diam tak merespon atau lebih tepatnya tak peduli.


"Pi..."


Kharis meraih lengan suami dengan airmata yang mulai menggenangi mata cantiknya. Karena tak ada jawaban, Kharis akhirnya melepas tangannya dan berbalik melangkah keluar kamar.


Setelah baby Lemuel Ezekiel Andrean lahir, dengan cepat semua beralih, semua menjadi milik baby Muel: waktu, perhatian, kasih sayang semuanya menjadi milik sang baby. Dia merebut semuanya dan menjadi kesayangan semuanya. Dan tanpa sadar ada yang hilang antara Lewi dan Kharis.


Di saat yang sama, mami Vero mulai mundur perlahan dari posisi dan pekerjaannya, Lewi teralih dan tenggelam pada kesibukan dan pekerjaannya. Komunikasi dengan Kharis hanyalah tentang baby Muel dan sepertinya sangat jarang berbicara tentang mereka berdua.


Lewi sempat menangkap perubahan sang istri , memandang dari belakang sang istri yang berjalan meninggalkan dirinya, hanya istrinya, tanpa baby Muel sesuatu yang jarang dia lihat. Pemandangan itu menyentak Lewi kemudian, lama dia tak menyentuh istrinya...


"Sweet...heart..." Lewi memanggil sedikit terbata.


Kharis berbalik dan menatap sedih sang suami. Mengapa beberapa bulan belakangan mereka jadi semakin asing saja? Bahkan saat berhubungan intim pun tak ada kobaran api keintiman seperti awal-awal, Lewi hanya butuh pelepasan dan selesai.


Lewi berjalan mendekat, lalu kedua pasang mata itu saling memandang, mencari sesuatu dalam tatapan lekat yang terpaut, beberapa detik hanya saling memandang, menyapa lagi mencari kehangatan. Airmata yang sempat tertahan sudah bergulir jatuh seolah mau menghempas semua sedih yang menggantung di sana...


Kedua tangan besar itu meraih tubuh istrinya, rasa sayang dan cinta dengan cepat menyelimuti lagi hati keduanya. Tangis istri akhirnya pecah di pelukan suami, pelukan yang dia rindukan beberapa bulan belakangan.


"Kenapa sayang... kok nangis..."


Kharis tambah kuat tangisannya, sapaan sayang yang lembut barusan begitu menyejukkan, begitu mendamaikan, dan begitu dirindukan. Tubuh suaminya dia peluk dengan erat, menyalurkan semua rasa yang sempat dia abaikan.


"Hei... hei... baju aku basah dong mam..."


Pelukan belum terlepas, tangan suami kini mengusap sayang kepala sang istri, lama tak melakukan ini. Keadaan dan kesibukan ternyata bisa merubah kebiasaan bahkan bisa membuat lupa bagaimana bermesraan.


"Hahaha... mami jorok sekarang... ihh..."


Lewi mengacak rambut sang istri saat merasa kemejanya ditarik ke arah hidung mengeluarkan sesuatu dari sana.


Lewi mengurai pelukan dan senyum hangat kembali hadir di wajah itu untuk sang istri. Tangan masih merangkul lengan istri dan mengusap sayang...


"I love You..."


"I love You, too... papi Muel..."


"Maaf ya... belakangan sibuk banget, jadi nggak ada waktu buat mami Muel.."


"Maaf juga, banyak kebutuhan papi Muel yang aku abaikan, nggak aku urus lagi..."

__ADS_1


"Aku tuh cemburu tau, Muel membuat kamu lupa ada aku yang juga butuh kamu..."


"Maaf deh... tapi masa sama anak sendiri cemburu gitu..."


"Abisnya di mata kamu sekarang aku jadi nomor ke sekian..."


"Lah... kan Muel masih kecil, masih sangat tergantung sama aku... setelah Muel kan...papi Muel..."


"Nomor satu pasti Muel, nomor dua juga Muel. nomor tiga tetap Muel.... papinya paling akhir deh itu pun kalau maminya ingat..."


"Nah... di mata papi, nomor satu Muel, nomor dua kantor, aku juga nomor ke sekian... aku sempat berpikir yang tidak-tidak..."


"Apa???"


"Ya... jangan-jangan papi Muel punya..."


"Eits... jangan teruskan, aku tahu maksud kamu... nggak lah... aku nggak akan melakukan itu, aku nggak akan menduakan kamu, aku udah janji di hadapan Tuhan..."


"Makasih sayang... berarti aku tetap nomor satu kan di hati kakak..."


"Hahaha, iya... iya kamu satu-satunya wanita dalam hidup aku sayang... Hahaha.... kakak ya... Jadi kangen dipanggil seperti itu, berasa pacaran deh..."


"Apaan, kita sudah punya anak kali..."


"Kita nge-date yuk... Muel titip oma-opa sudah lama nggak pacaran, sayang-sayangan. Aku kangen kamu loh..."


"Mhmmm gimana ya... Muel belum pernah aku tinggalin di rumah..."


"Sayang... sekali-sekali kita butuh waktu berdua, biar nggak kayak kemaren-kemaren... sedih tau nggak, aku berasa nggak punya istri..."


"Sama tuh, aku berasa nggak punya suami..."


"Makanya... kita titip Muel ya? Sekarang aja kita pergi..."


.


.


Jangan biarkan api cintamu memudar... sediakan waktu untuk tetap saling menghangatkan, sehingga apapun situasinya, cinta itu tetap dapat dirasakan.


Yang setuju katakan.... Amiiiin


Stay healthy, stay happy yaaa 😚😘


.


👨‍🦰❤👩


.

__ADS_1


__ADS_2