
📩 Riris maafkan aku.
📩 Maafkan menyakiti kamu dengan sikapku terakhir ini, maaf sweetheart, maaf sayang.
📩 Percaya sama aku, aku nggak pernah berubah sayang banget sama kamu cinta banget sama kamu, selalu.
📩 Soal Giselle, aku punya alasan mendekatinya, banyak penyelewengan di kantor salah satu orang yang tahu itu Giselle. Nanti aku jelasin, tolong mengerti ya.
📩 Aku butuh dukungan kamu sayang, tetap di samping aku.
📩 Aku kangen banget sweetheart.
📩 ❤❤❤
Kharis membaca lagi dan lagi untuk ke sekian kali chat Lewi yang masuk tadi malam sesaat sebelum kereta berhenti di stasiun kota Yga. Ada rasa sakit ada juga rasa lega, tapi ada juga rasa marah dan kecewa. Logikanya ingin menerima dan menolak alasan Lewi di saat bersamaan.
Sekian lama mereka berdua tidak berkomunikasi selayaknya pasangan kekasih, tetapi dia harus jujur setiap bertatapan dengan Lewi dia mengenali sorot itu, tidak berubah masih penuh cinta dan terbaca kerinduan, ya dia selalu ingat tatapan dan senyum Lewi untuknya. Bahkan ada beberapa kali Lewi mendekatinya tapi justru dia sendiri yang enggan dan mengirim isyarat menolak karena masih di lingkungan kantor dan ada orang lain di sekitar mereka.
Dia paham kesibukan Lewi, dia tahu karena dia juga yang sering terlibat mempersiapkan semua hal yang harus Lewi kerjakan. Dia harus jujur bahwa sosok Giselle memang mengganggu sehingga hatinya jadi tawar. Bisakah ia menerima alasan Lewi soal Giselle?
"Darling... ayo mandi setelah itu kita sarapan."
Mama Melissa baru keluar dari kamar mandi. Mereka menginap di sebuah hotel, tadinya mama Melissa pengen tinggal di kamar kost Revy yang lumayan besar, kasur untuk tidur bisa disewa. Tapi dasar anak cowok kamarnya berantakan jadi mama Melissa memilih hotel. Papa dan Revy sekamar, Kharis dan mama sekamar.
"Darling... nanti aja kangen-kangenan sama Lewi mandi dulu..."
"Apaan mama, siapa yang kangen..."
"Nah itu dari tadi sebelum mama mandi mata udah di ponsel nggak puas ya liatin emot cintanya..."
"Nggak kok... aku bingung mau jawab apa sama kak Lewi..."
"Kenapa lagi... sejak semalam kamu gelisah nggak tenang... cuma pisah sebentar ajah udah kayak gitu... yakin aja punya pacar yang sayang banget, nggak mungkin selingkuh lah ditinggal sebentar aja, lagian dia serius sama kamu, darling..."
"Mama sok tahu deh..."
"Mama tahu lah... lelaki itu kelihatan serius sama pasangan jika dia tidak menghindari orang tua pasangannya. Lewi tahu mama paling kuatir saat pisah sama kamu makanya suka kirim foto kamu saat kerja, suka chat ke mama, jadi mama nggak was-was mikirin kamu. Itu artinya apa... dia bertanggung jawab sama kamu. Kamu sendiri malahan jarang kirim kabar..."
"Lewi suka chat sama mama??"
"Iya... lihat sendiri di ponsel mama..."
Kharis meraih ponsel mama dan membuka aplikasi hijau, mencari nama Lewi dan... ada banyak chat Lewi serta foto-foto dirinya di ruang chat itu. Dia tidak menyadari ternyata selama ini Lewi sering mengambil foto dirinya di kantor.
__ADS_1
Dia tahu salah satu kebiasaan Lewi saat mereka sedang berdua kalau bukan foto selfie berdua, dia suka mengambil foto Kharis. Entah berapa banyak foto dirinya di galeri ponsel cowok itu tapi dia tidak tahu jika Lewi sering ngechat mamanya.
Sesuatu menyentuh hatinya, sebersit asa muncul di tengah lingkaran kabut ragu di hati. Tapi dia memilih tidak menjawab chat Lewi. Biarkan seperti itu dulu...
Di tempat lain... Lewi sedang tersenyum, meskipun chat tidak berbalas tapi centang dua yang berganti warna menandakan chatnya sudah di-read. Artinya sangat besar buat Lewi, pertama gadisnya tidak menutup akses untuknya, gadisnya masih bisa dia jangkau, setidaknya alasan Lewi tersampaikan. Sejujurnya dia takut dan trauma dengan sikap terakhir Kharis kemarin sore.
*****
Jam setengah sepuluh, meja gadisnya masih kosong. Sejak jumat malam sampai sekarang chatnya sudah dibaca tapi tidak ada balasan. Dan ini hari senin, banyak pekerjaan menunggu tapi si pak boss tidak bisa memulai pekerjaannya. Sejak sampai di kantor sudah lebih dari sepuluh kali dia bertanya pada Gerald dan Okta...
"Kharis mana?"
"Belum datang boss..."
"Mungkin nggak masuk, Dre..."
"Dia sakit?"
"Nggak tahu boss..."
"Cari tahu, Gerald... itu tugas kamu sekarang. "
"Udah aku wa, mbak Kharis belum jawab boss, aku telpon nggak dijawab..."
Lewi masuk ruangannya tapi detik berikutnya keluar lagi...
"Aku nggak terima tamu hari ini, sampaikan ke pak Ridwan gantikan aku meeting."
"Baik, boss... eh boss, boss..."
Lewi menatap kesal pada Gerald yang mendekati pintu tempat dia berdiri...
"Kalau nggak ingin diganggu tolong pintunya ditutup dari dalam aja, soalnya kalau kucing garong yang datang nyari boss nggak bisa dilarang."
Si boss tak menjawab, tapi langsung membanting pintu. Gerald yang kaget langsung menepuk dadanya sendiri, hampir setahun jadi assisten baru sekali ini lihat si boss emosi jiwa.
"Bang, abang kasih tahu Direktur Operasional gantiin si boss meeting, aku mau cari tahu soal pacar boss. Giliran pacar nggak masuk baru dicariin, hadeeehh..."
Gerald menatap ke ponselnya, panggilan ke Kharis sudah di angka 5 chat udah 6 cuma di-read aja.
"Gimana cara hubungi mbak Kharis ya selain lewat ponsel, apa datang ke rumah aja??"
Setengah jam kemudian... Gerald mengirim 5 chat susulan sebagai usaha terakhir, kalau nggak dijawab dia terpaksa akan ke rumah Kharis.
__ADS_1
📧 Mbak please djwb
📧 Boss uring-uringan sejak tadi
📧 Nggak ada kerjaan yg beres
📧 Disuruh cari tahu kenapa mbak nggak masuk
📧 Pleasssseeee
beepbeep... Gerald terlonjak senang. Akhirnya mbak Kharis mau menjawab...
✉ Aku cuti 3 hari Gerald. Sorry nggak kasih tahu.
📧 Makasih mbak
📧 Udah nyelamatin aku dari amukan beruang
Gerald baru 2 langkah keluar dari kubikelnya si boss sudah keluar, rupanya sudah tidak sabar ingin mengetahui kabar pujaan hati yang hari ini menghilang bikin hati dan otaknya berkabut dan bikin anak buah si boss kalang kabut.
"Gimana Ger... udah dapat info?"
"Sudah boss, mbak Kharis cuti 3 hari boss..."
"Tahu dari mana?"
"Ini..." Gerald menyodorkan ponselnya dan langsung direbut si boss.
Benar itu nomor Kharis, syukur dia membalas chat Gerald, meskipun chatnya tidak Kharis balas tapi dia lega mengetahui nomor itu masih digunakan Kharis. Tapi...
"Beruang?? Kamu sebut aku beruang?? Gerald!!!!"
"Hehehe maaf boss, tadi boss mirip beruang... Eiiit please boss jangan dibanting, duniaku langsung kiamat kalau ponselnya rusak..."
Gerald dengan cekatan merebut harta berharganya dari tangan si boss yang belum reda masih emosi jiwa.
"Siapa yang kasih ijin kok aku nggak tahu Kharis cuti. Coba kamu cek ke bawah siapa yang kasih ijin Kharis cuti..."
"Baik boss..."
Hari menjelang siang, bukannya sibuk dengan pekerjaan tapi sibuk dengan urusan hati si boss.
📧 📩 ✉
__ADS_1