Tetangga Jadi Suami

Tetangga Jadi Suami
Eps 85. Menyatukan Dua Keinginan


__ADS_3

Lewi Andrean menatap lekat sang mami yang tertidur kelelahan di sofa, di ruang kantornya. Tidak pernah ada pemandangan ini sebelumnya. Biasanya ruangan ini penuh kesibukan, tak ada waktu bersantai atau diam untuk wanita perkasa ini, yang ada kerja kerja dan kerja. Menelisik dengan seksama wajah matang sang mami, Lewi Andrean memberi usapan lembut di wajah. Ada rasa haru menguasai hatinya, cinta sang mami kini tidak lagi disembunyikan, senyum sang mami tidak lagi samar, nyata sekarang.


Sudah satu bulanan ini mami sibuk dengan urusan pernikahannya. Dia tidak mengerti soal itu, Kharis juga tidak mungkin mengurusnya karena ada di kota berbeda. Mami pun ingin menangani secara langsung karena ini pernikahan anak semata wayang, lagi pula mami berprinsip ini tugas keluarga calon mempelai pria.


Mami menggunakan sebuah EO ternama dari kota J karena menurut mama Melissa keinginan dan konsep mami Vero tidak akan bisa disanggupi dan dipuaskan oleh EO di kota kecil seperti kota M yang semuanya masih sangat standar juga tidak menyediakan banyak pilihan. Yaa baik Lewi maupun Kharis memilih menyerahkan semua soal pernikahan ke tangan mami.


"Andre..."


Mami terbangun, dan langsung duduk.


"Mi... jangan langsung bangun seperti itu, mami bisa pusing begitu buka mata langsung berdiri..."


"Jam berapa ini?"


"Hampir jam 6, mi..."


"Ooh, hampir dua jam ternyata mami tidur... Wina sudah pulang?"


"Iya... Carla masih menunggu di luar... Ayo pulang mi... kita bareng. Mang Ujang udah aku suruh pulang duluan."


"Tas mami?"


"Udah diberesin si Carla... ayo..."


Lewi membantu mami berdiri, dan tidak melepaskan rangkulannya dari pundak sang mami. Tidak ada suara protes dari Mami untuk sikap anaknya, dia sudah terbiasa dengan cara anaknya memperlakukan dirinya sekarang, sikap sayang yang juga dia rindukan. Mereka berdua berjalan keluar ruangan.


"Mi..."


"Hmm..."


"Jangan terlalu diforsir... jangan terlalu cape..."


"Masih banyak yang belum fix Andre..."


"Iya... tapi santai aja, masih 2 bulan kok... Lagian minta Carla atau Wina yang urusin aja..."

__ADS_1


"Iya... cape memang tapi mami senang kok Andre... jangan kuatir..."


"Aku nggak mau mami sakit..."


Mami senyum, perasaannya menghangat, tidak apa-apa cape, mendengar dan melihat kekuatiran buah hatinya untuk dirinya seperti terbayar semua rasa lelah di tubuhnya yang tidak lagi muda. Di lantai bawah mobil sudah siap. Lewi dan mami Vero duduk di jok bagian belakang sedangkan Carla masuk di jok depan seperti biasa.


"Andre, Kharis harus datang ke sini untuk wedding dressnya... Miss J. Lee minta minggu ini."


"Iya... Kharis hari jumat ke sini kok... Mama yang nggak bisa, dia kirim ukuran bajunya kayaknya..."


"Tidak masalah, Kharis yang harus ada. Sudah sehat dia?"


" Itu juga yang jadi pikiran aku mi, belum pulih sepenuhnya. Selera makannya yang belum membaik."


"Kalau begitu kita bawa Kharis ke dokter ahli kenalan mami..."


"Iya... iya. Aku maunya saat nikah maagnya udah sembuh."


"Baik, nanti mami kontak dokternya..."


"Andre... kenapa sih kamu omongin soal anggaran pernikahan ke mereka, itu urusan kita kan... Lagi pula mami menikahkan anak hanya sekali, masa mami sayang uang. Nanti mami bangun klinik buat mama Melissa..."


"Mi... bukan itu maksudnya..."


"Iya, mami mengerti. Tapi mereka juga harus mengerti keinginan mami... mami ingin yang terbaik buat kamu Andre. Sejak dulu mami menahan banyak keinginan mami untuk kamu. Kamu seperti tidak menginginkan apapun dari mami... tidak pernah meminta apapun."


Mami menghela napas sambil menyenderkan kepalanya di sandaran kursi.


"Kamu seperti papi, mami belikan mobil mewah tapi papi memilih menggunakan mobil dinas bututnya... papi berhasil menurunkan sifat itu padamu. Jadi mami mohon Andre, sekali ini ikuti keinginan mami. Kita tidak akan bangkrut karena membuat dua bahkan sepuluh pesta pernikahan yang pantas untuk kamu... anakku satu-satunya... kamu jelaskan ke mama Melissa."


"Mama tahu keinginan mami, mama juga ngomong itu. Tapi menurut mama pesta di M disesuaikan saja, karena di kota kecil nggak usah yang jor-joran anggarannya. Terserah mami katanya kalau resepsi di sini. Itu aja sih yang mama Melissa inginkan... nggak usah semua yang harus didatangkan dari sini supaya anggarannya nggak berlipat-lipat...Catering menurut mama yang waku acara tunangan sudah sangat lumayan kan... nggak perlu dari J... gitu loh mi..."


"Mami sudah bayar lunas semua, tidak usah dirubah lagi biar tidak memusingkan kita... jawab seperti itu saja kalau mama Melissa masih complain... Tugas mama Melissamu hanya mencari gedung itu saja."


"Itu masalahnya mi, ballroom hotel-hotel di sana sudah aku tunjukkan ke mami kan... nggak ada yang mami suka. Ada satu gedung yang lumayan tapi mami Melissa nggak pilih itu karena sewanya yang mahal, bisa beli rumah katanya..."

__ADS_1


"Nah itu... itu saja, coba mami lihat..."


Lewi mengambil ponselnya dan menunjukkan view gedung yang dimaksud...


"Bisa menampung berapa orang?"


"Dua ribu... fasilitas parkir besar, dekat dengan beberapa hotel terbaik di sana..."


"Mmmmh... Kalau tidak ada pilihan lain lagi ini saja."


"Mi... mama pasti nggak setuju..."


"Mami tidak meminta persetujuan. Mami booking dari sini saja tidak usah lewat bu Melissa. Carla... kamu cari nomor kontak dan booking gedung itu..."


Carla yang duduk di depan sigap melakukan perintah bu boss.


"Pak Andre, apa nama gedungnya..."


"Gedung MCM..."


Lewi Andrean hanya bisa terdiam, agak susah berdiri di antara dua keinginan dan dua kehendak, keduanya sama-sama wanita yang dia hormati. Dia paham juga sikap dan persepsi kedua wanita itu yang sangat berbeda. Untung saja, Kharis tidak punya banyak keinginan... saat ditanya konsep pernikahan seperti apa yang dia mau, Kharis hanya tertawa serta berkata tidak punya konsep apa-apa karena memang belum ingin menikah sebenarnya... jadi terserah saja...


Yang dia pikirkan bagaimana reaksi mama Melissa... ternyata selangkah menuju pernikahan bukan membahagiakan tapi lebih ke memusingkan... bagaimana menyatukan dua keinginan jika sama-sama beranggapan bahwa keputusan mereka yang terbaik...


.


.


€€€


Maafkan jika jarang update...


πŸ₯°πŸ˜ŠπŸ˜‰ Like, comment, vote, n Fav yaaa... Thanks


.

__ADS_1


πŸ¦‹πŸŒΈπŸŒ·


__ADS_2