
ยคยคยค
Hai... readers...
Ternyata aku belum sepenuhnya ingin mengakhiri ini, jari-jari tangan masih mau untuk menari merangkai cinta manis dua sejoli kesayanganku... so this is it... ๐
ยคยคยค
.
Setiap pasangan pengantin menghendaki ikatan pernikahan mereka langgeng dan selalu bahagia, hubungan suami istri tetap hangat dan romantis, selalu ingin dimanja dan diperhatikan oleh pasangan, tidak ingin berpisah walau hanya semenit, lengket terus pasangan hilang semenit langsung dicari.
Maklum, baru merasakan jadi suami, baru menikmati peran seorang istri, baru dan masih hangat membara kenikmatan yang direguk berdua di malam-malam panjang penuh gairah mengisi kepuasaan batiniah dalam keintiman. Saling memuja dalam sentuhan penuh dan intens yang menbawa mereka berdua mendaki puncak kenikmatan duniawi dalam pesona dan candu maha cinta.
Begitu kira-kira yang diharapkan baik oleh Kharis maupun Lewi untuk pernikahan mereka. Semoga keindahan dan keromantisan tidak hanya ada di awal perjalanan tapi tetap terjaga sepanjang perjalanan rumah tangga mereka.
Lewi Andrean menatap istrinya yang sedang terlelap. Dia baru saja sampai dengan penerbangan terakhir dan baru selesai membersihkan tubuh lelahnya seharian ini. Setelah sebulan menikah beginilah jadinya Lewi sekarang bolak-balik dari kota J ke kota ini, sebuah konsensus sebelum pernikahan, sang istri harus menetap sementara di rumah orang tua karena kuliah S2. Semakin ke sini semakin terasa berat untuk Lewi, kesibukan yang tak ada habisnya dan kadang tak bisa kompromi dengan kerinduan sepasang pengantin baru yang tak pernah puas berduaan berdekatan bermesraan dan tentu saja berc*nta.
Kerinduan yang memuncak membuat Lewi tak peduli istrinya yang sudah tertidur. Sejak tadi berbaring menyamping di sebelah sang istri, membelai intens di bagian wajah, dan tak puas dengan itu Lewi sengaja menjepit puncak hidung Kharis dengan ibu jari dan jari telunjuk. Sang istri hanya bergerak sedikit dengan gumanan tak jelas. Lewi tertawa pelan melihat reaksi istrinya seperti sedang bermimpi. Sebuah dekapan erat di tubuh istrinya, ciuman di seluruh wajah bahkan gigitan kecil di telinga akhirnya berhasil membuat mata Kharis terbuka.
Sempat bengong karena belum sepenuhnya sadar akan situasi, tapi kemudian tawa sang suami menarik kesadarannya, membalas pelukan sama eratnya, Kharis pun mencium gemas pipi sang pujaan hati, sang pangeran pemilik hati...
"Cinta... kangen banget..."
"Masa..." Lewi meneruskan misi sebenarnya saat memulai aksi membangunkan sang istri tadi. Bibir mulai merambah teritori yang sudah takhluk sejak malam pertama, pun juga tangan mulai menjelajahi tempat-tempat tersembunyi tapi penuh magis sehingga tak kuasa raga menahan daya pikatnya, bereksplorasi meningkatkan skill yang dalam waktu singkat meningkat tajam menuju expert.
__ADS_1
"Iya..."
"Aku juga sweetheart..."
Dan... demikian adanya jika dua insan yang gelora rindu sudah tak tertahankan, yang menguasai hasrat adalah menggapai kepuasan demi kepuasaan dalam gelombang demi gelombang kenikmatan. Lelah dan kantuk berganti getaran yang membuat candu, lagi dan lagi sampai logika berkata cukup untuk hari ini dan bersambung di bab selanjutnya --yang lebih jelas, terperinci, tergamblang, terdahsyat, teruwu dan 'ter' lainnya sudah diceritakan di 'bilik' tetangga... aku beri rekom ke mereka aja jika mencari 'itu', maklum yaa author masih single belum punya pengalaman ๐๐๐ --
Selesai bersih-bersih, Kharis mengambilkan suaminya segelas air hangat dari dispenser yang ada di kamar mereka. Dan kebiasaan Lewi setelah minum setengah, gelas dia alihkan ke mulut sang istri... dan setelahnya mereka akan berbaring saling berpelukan berbagi cerita tentang aktivitas masing-masing saat saling berjauhan... meskipun jarum jam telah bergerak melewati tengah malam... aktivitas berdua saat baru bertemu dan tanpa sadar telah menjadi kebiasan, tak heran esoknya mereka akan bangun saat papa mama sudah berangkat kerja.
"Besok ikut aku pulang ya... tiket sudah ada... kita berangkat penerbangan terakhir..."
"Kuliah aku gimana?"
"Bolos seminggu ya... demi aku. Minggu depan aku nggak bisa ke sini, kerjaan nggak bisa ditinggal. Ocang udah aku tempatkan di posisi pak Ridwan sebelumnya... yang bantu aku Gerald doang, makanya sibuk banget..."
"Kenapa nggak cari sekretaris baru?"
"Memangnya kenapa kalau perempuan? Takut tergoda ya... Cinta..."
"Eh... nggak gitu... sejak kita bersama, kejadian yang membuat kita pisah lama membuat aku sadar bahwa aku perlu punya batasan soal perempuan, nah... salah satunya aku nggak mau staff yang seharian bersama aku kadang mengurus keperluan aku juga itu perempuan. Sering bersama seseorang dan terlibat dalam hal-hal pribadi bisa menjadi jerat..."
"Oh... suami idaman deh... aku nggak perlu takut suamiku jauh dari aku berarti... suamiku bisa jaga diri..."
"Tapi tetap aja aku perlu kamu di dekat aku, sweetheart... meskipun aku berusaha menghalau godaan dengan caraku, tapi dunia di sekeliling aku penuh hal-hal seperti itu... setelah menikah aku kemudian merasa berdua lebih baik dan lebih aman dari pada seorang diri... Kamu mengerti kan... kadang kebutuhan aku untuk bersama kamu datang tiba-tiba, kalau kamu jauh... aku..."
Lewi menatap tepat di bola mata cantik istrinya, jari tangannya menelusuri dan mengelus sayang wajah istrinya...
__ADS_1
"Aku nggak kuat nahan rindu aku ke kamu... kita jangan pisah lagi ya..."
Kharis tahu ini akan terjadi. Sejak mereka menikah dia pun merasa tinggal berjauhan itu bukan pilihan yang tepat bagi pasangan suami istri. Dia tahu di harus mengikuti suaminya sekarang, tapi dia juga menghormati keinginan papa, dan sejujurnya tekad untuk kuliah lagi tak sekuat dulu, pilihan yang paling dia inginkan sekarang adalah suaminya.
"Aku pindah kuliah aja kalau gitu..."
"Iya... iya... aku ingat ucapan papa waktu itu, setelah nikah terserah aku... ikut aku aja ya sayang? Nggak keberatan kan?"
"Nggak lah... kamu prioritas aku sekarang... you are my everything..."
"Mmmh... senangnya..."
Lewi mengetatkan pelukan dan memberi banyak ciuman, kebiasaan yang nggak mungkin hilang malah semakin menjadi-jadi. Kali ini sebagai luapan bahagia karena istri tercinta mau memahami keinginan dan kebutuhannya.
Besok tinggal mengemukakan keputusan kepada papa terutama, mudah-mudahan papa mengerti lah, dia tak mungkin berjauhan dengan Kharis. Dulu dia tak punya kuasa atas hidup Kharis, tapi sekarang sebagai suami dia adalah kepala atas rumah tangganya, dan papa adalah orang luar bagi keputusan mereka berdua.
Langkah awal bagi perjalanan rumah tangga yang belum seumur jagung, belum bertemu masalah, belum pernah ribut-ribut, masih sayang-sayangan dan mesra-mesraan setiap harinya. Tapi justru langkah awal yang menentukan akan seperti apa hidup mereka ke depan, makanya perlu untuk mengatur langkah dengan baik, dan besok adalah saatnya untuk meminta papa membiarkan Lewi yang mengambil keputusan untuk Kharis istrinya.
.
.
๐๐๐
.
__ADS_1
Aku happy menyapa kalian semua... terima kasih untuk dukungan kalian buat aku.... ๐
.