
Ada suara bariton bersahut-sahutan di area perut, tanda sudah kosong berteriak minta diisi. Tapi yang empunya perut masih olahraga dengan gerakan tak beraturan, kadang kaki kanan yang dilempar dengan telapak kaki yang mencari-cari guling. Saat berikutnya badan bagian atas yang diangkat dipindahkan ke area lain. Gadis itu sudah terjaga sejak tadi tapi masih betah menjelajahi setiap sisi tempat tidurnya.
Kali kesekian gemuruh itu datang serta panggilan rasa dari 'kantor seribu' akhirnya membuat dia bangkit. Selesai menghentar laporan singkat dia menyikat gigi dan membilas muka.
Di luar kamar langsung terdengar celotehan mama di depan gawainya di meja makan sedang vc dengan seseorang. Kharis duduk dan mengambil gelas berisi air putih langsung menghabiskan tanpa jedah. Mama berhenti sejenak, menggeser piring roti coklat ke depan Kharis. Kemudian mengarahkan ponsel ke wajah anaknya...
"Ini dia baru bangun..."
"Hai hai ponakanku, selamat ya udah selesai aja kamu..."
"Mami Ida... makasih mi..."
"Mau lanjut S2 apa mau nikah... nikah aja dulu, biar pacarnya nggak ditikung orang... ganteng soalnya... sekarang kan jamannya nikah muda..."
"Mau lanjut sekolah... apaan mami Ida masa nikah muda..."
"Eh pacarnya udah setuju tuch... serius katanya sama kamu..."
Hahh? Tahu dari mana mami Malida kalau dia punya pacar? Kharis menoleh ke mama hendak bertanya...
"Tadi mama kenalin Lewi, sempat ngobrol sama mami Ida..."
Kepala Kharis langsung berputar mencari-cari kekasihnya. Sepagi ini sudah ke sini??
"Mami Ida, aku sarapan dulu... salam sama kembaranku yaaa... bye."
"Astaga baru bangun kamu nona? Itu kembaranmu mau pergi..."
Wajah di layar berganti wajah ceria sepupunya yang melambai. Kharis membalas...
"Chacha hi..."
"Nanti ya aku call... lagi buru-buru ini bye."
Wajah cantik mirip Kharis itu menghilang.
Mama melanjutkan obrolan dengan adiknya, Kharis menuju teras samping dengan membawa piring rotinya, ada suara tadi terdengar dari sana. Di teras papa dan kekasihnya lagi berhadapan di meja teras dengan wajah serius, lagi adu strategi dan adu ketahanan mental bagaimana menggerakkan bidak di atas papan hitam putih. Ada Revy juga duduk di salah satu kursi sedang bermain dengan ponselnya. Hanya Revy yang menyadari kedatangan Kharis.
"Sudah berapa lama kak?"
__ADS_1
Kharis bertanya sambil menunjuk dua orang yang sedang memijat kepala masing-masing, papa di dahi, kak Lewinya di tengkuk. Revy melihat jam di tangan...
"Dari jam 9 kayaknya, hampir tiga jam. Tadi Lewi menang, papa penasaran, hehehe."
Kharis menarik sebuah kursi ke samping Lewi dan duduk di sana sambil mengunyah roti dan mengamati papan catur. Papa mengangkat sebuah pion tapi diletakkan kembali kemudian tak ada gerakan. 10 menit Kharis menunggu, Lewi sama sekali tidak menyapa. Kharis menyentuh lengan kanan Lewi yang tidak melihatnya dan... Lewi hanya mengangkat muka hanya sedetik setelah itu kembali konsen ke papan catur.
Roti sudah habis, dua kali dia mencubit kecil lengan Lewi tak digubris, akhirnya Kharis berdiri dan sedikit menghentakkan kakinya mencoba menarik perhatian, dan berhasil... Lewi mengangkat muka senyum ke arah Kharis... tapi hanya 2 detik saja.
Kharis cemberut mendapatkan reaksi Lewi. Revy yang memperhatikan itu berjalan masuk sambil tertawa diikuti adiknya yang bertambah kesal karena ditertawakan kakaknya.
"Kayaknya kita berhasil, Ndut... aku berhasil membawa menantu idaman buat mama dan kamu berhasil membawa menantu idaman buat papa, hehehehe..."
"Kenapa...?"
Selidik mama melihat Revy tertawa sambil mengaduh karena menjadi sasaran amukan tangan kecil Kharis.
"Si Ndut.... aduh... dicuekin pacarnya... hehehe..."
"Kebiasaan sih kamu darling... baru bangun jam segini. Ya papa lagi libur... papa ingat dia pernah ditantang Lewi main catur..."
"Aku memang kayak gini kalau lagi capek kan... Mama kok nggak bangunin aku sih..."
"Lewi lebih jago ma, papa selalu menang sama om Peter, paling-paling draw. Taktik sama strategi Lewi nggak bisa kebaca sama papa..." Revy berujar.
Akhirnya Kharis menyerah, pacarnya melupakan maksud kedatangannya ke rumah ini untuk apa dan untuk siapa. Udah selesai mandi, udah makan siang lagi, udah kayak setrikaan mondar-mandir teras samping-ruang tengah, belum ada tanda-tanda pertarungan itu akan berakhir. Mereka bahkan melupakan makan siang.
Kharis masuk kamar, mengambil ponselnya masuk ke aplikasi berjuta-juta umat, melihat-lihat wall beberapa teman. Ada foto dirinya dengan toga bersama Queen di wall milik Queen dengan caption "hepi utkmu chayangq" Kharis senyum membaca itu dan memberi comment dgn 3 buah emoticon love. Di wall milik Lewi ada 2 foto saat wisuda, 1 foto selfi Lewi sendirian, dan satu lagi foto Kharis sedang berjalan turun dari podium saat menerima penghargaan. Kharis terharu seketika... saat itu dia belum tahu jika Lewi ada di auditorium itu.
Akhirnya Kharis tertidur lagi. Begitulah dirinya saat menghadapi sesuatu yang berat tempat ternyamannya adalah kamarnya, demikian juga setiap selesai melewati sesuatu dia akan menghabiskan beberapa hari di atas tempat tidurnya.
Kharis terbangun dengan bunyi ponselnya, dia meraih benda pipih yang terus berbunyi itu, melihat ke layar, ada nama Queen di sana...
"Queen..." suaranya sedikit tercekat.
"Say... baru bangun ya..."
"Iya..."
"Temen-temen pada ribut tuch... mereka kesel nggak diundang waktu acara syukuran... kamu sombong kata mereka, hehehe..."
__ADS_1
"Bilangin aku minta maaf... nggak bermaksud seperti itu... itu acaranya mama, aku baru tahu hari itu. Kan yang ngundang kalian bertiga juga mama aku..." Jelasin ke mereka ya Queen..."
"Udah aku jelasin, pada yang nggak percaya, emang kamu nggak baca wa?"
"Nggak... Nanti aku cari waktu deh buat traktir semua sekalian pamitan..."
"Oke, nanti aku sampein ke teman-teman."
"Kak Lewi masih ada?"
"Ada sih..."
"Kok lesuh gitu suaranya..."
"Lagi kesel sama dia..."
"Kenapa lagi say..."
"Aku diselingkuhin depan mata aku..."
"Hah... ribet amat hubungan kalian. Udah diterima sama kak Revy kan... kok malah selingkuh? Sama siapa, kamu kenal?"
"Iya... sama papan catur..."
"Hahh?? Aduuh say... kirain beneran selingkuh... hehehe, lucu kamu deh, cemburu sama Queen yang sudah punya King... Emang dia main catur di mana?"
"Di rumah aku lawan papa aku, udah dari pagi..."
"Oh my Oh my... hahaha, yang bener malah kak Lewi itu selingkuh sama papa kamu... hahaha."
"Queeeeen....."
"Sorry sayangku..."
¤¤¤
Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca karya pertamaku... masih memohon dukungannya yaaa...
☺☺☺
__ADS_1