
Keempatnya sekarang berada di hutan. Letaknya juga lumayan jauh dari perisai energi berada.
Lilia dan ketiga rekannya bahkan masih merasakan pusing di kepala mereka. Walau hanya terkena sedikit, tapi dampak dari pancaran energi di sekitar perisai sepertinya sangat berimbas banyak pada tubuh mereka.
Perlu waktu sekitar setengah jam untuk mereka bisa benar-benar pulih.
Lilia berdiri dan menatap secara bergantian ketiga rekannya.
"Sepertinya ini spot yang bagus untuk mengaktifkan gulungan sihir Yang Mulia."
Melihat dari jarak tempat ini, dengan perisai energi berada. Lilia merasa disinilah tempat yang pas untuk mengaktifkan gulungan sihir Elsa.
"Ya, aku juga berpikiran sama," Reny bahkan sependapat dengannya.
Sihir ilusi kali ini adalah sihir yang memiliki radius jangkauan. Lilia belum tahu seperti apa sihir ilusi yang ada di dalam gulungan ini. Tapi dia yakin bahwa gulungan ini pasti bukan sihir ilusi yang mampu membunuh orang lain. Namun, hanya sebatas untuk mengelabui orang yang menuju tempat ini.
"Bagaimana menurut kalian?" Lilia bertanya pada Mikea dan Minea.
"Kalau aku setuju saja, lagi pula nona lah yang lebih paham mengenai hal ini," kata Minea.
"Itu benar aku juga sependapat. Tapi nona Lilia, apa basis yang kita bangun juga akan di tempat ini?" tanya Mikea.
Melihat area sekitar membuat Mikea merasa ragu jika tempat ini juga aka. Dijadikan basis mereka. Jika itu hanya gulungan sihir, tentu tidak akan meninggalkan jejak setelah diaktifkan.
Adapun jika itu basis, jelas tempat ini terlalu terbuka.
"Tidak, mengenai basis kita akan mencari tempat lain … ah itu benar, aku dan Yang Mulia sempat menemukan ada gua di hutan ini. Lebih baik kita cek setelah ini, jika cocok kita akan membangun basis di sana," kata Lilia.
__ADS_1
"Baiklah," balas Minea, lalu menyerahkan gulungan sihir yang dia bawa kepada Lilia.
"Kalian, menjauh dulu dari sini, aku akan mengaktifkan gulungan ini," pinta Lilia.
"Ya," balas ketiganya serentak. Lalu menjauh dari tempat itu.
★★★
Lilia membuka tali yang mengunci gulungan sihir yang dia bawa, lalu membukanya.
Terlihat ada satu lingkaran besar di tengah, dengan 10 lingkaran kecil yang mengelilinginya. Ada tulisan kuno yang tertera di sana, memenuhi setiap tepi dari semua lingkaran.
"Luar biasa ini lingkaran sihir terumit yang pernah aku lihat," Lilia sepontan mengungkapkan kekagumannya.
Tidak heran Lilia sekagum itu melihat lingkaran sihir ini. Setiap lingkaran memiliki sihir fungsi yang berbeda-beda, dengan jumlah total ada 11 termasuk lingkaran inti. Itu menandakan ada 11 sihir yang tertanam di dalam satu formasi lingkaran sihir ini.
Dia sendiri bahkan ragu jika mampu mengaktifkan formasi ini. Semakin banyak sihir di dalamnya, itu berarti semakin besar Manas yang diperlukan untuk mengaktifkannya.
Lilia pengguna ganda, dengan kata lain dia adalah orang yang terlahir dengan Roh dan Manas, dua energi yang jelas sangat berbeda.
Energi Roh adalah sirkulasi energi sekitar yang diserap kedalam tubuh. Sedangkan Manas adalah kebalikannya. Dengan kata lain manas memiliki batasan karena tidak bisa menyerap energi dari luar layaknya energi Roh, yang sama saja tidak memiliki batasan.
Batasan energi roh terletak pada penggunanya itu sendiri yang tidak lain tidak bukan adalah stamina.
Karena itulah Lilia lebih sering menggunakan energi roh dibanding manas.
"Tapi tidak ada salahnya dicoba, aku yakin Yang Mulia pasti juga sudah memperhitungkan kapasitas manasku," gumam Lilia, seraya berjongkok dan meletakkan lembaran lingkaran sihir itu di tanah.
__ADS_1
Lilia lalu meletakkan telapak tangannya di atas permukaan lingkaran sihir itu.
Sambil memejamkan matanya Lilia mulai mengalirkan manas ke dalam lingkaran sihir.
Perlahan lingkaran sihir mengeluarkan sinar warna-warni. Di udara tepatnya di atas kepala Lilia muncul garis cahaya dan membentuk lingkaran sihir yang sama persis dengan yang ada di lembar kertas.
Saat itu juga enam buah pilar yang terbuat kristal muncul dari dalam tanah dan langsung bersinar. Setiap kristal memancarkan warna yang berbeda layaknya pelangi.
Saat Lilia membuka matanya, dia langsung terbelalak tak percaya.
Tempat yang tadinya hutan kini berubah menjadi lorong gua.
"Apa-apaan ini?" Lilia tampak kebingungan.
Bagaimana mungkin dia yang mengaktifkan lingkaran sihir ini tapi dia sendiri juga terkena dampak ilusinya.
Namun, saat Kristal mulai meredup, semua kembali seperti semula.
Lilia akhirnya bernafas lega. "Hampir saja, aku dibuat panik," gumamnya.
Walau sebenarnya dia sudah panik. Namun dengan begini formasi sihir berhasil di buat, dan itu akan aktif jika ada orang asing yang memasuki area hutan ini.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
__ADS_1
......★★★......