
"A-apa!? S-sejak kapan!"
Kornu tidak menyadari apapun. Jangankan menyadari. Mendengar suara teriakan dari semua pasukan di belakangnya saja tidak.
Yang jadi pertanyaan sejak kapan Elsa membantai semua pasukan yang ada di belakangnya? Pikirnya.
Berbeda dengan Kornu, Elrion yang tahu seberbahaya apa musuh di depannya sekarang hanya bisa menyesali langkahnya yang membawa pasukan ke tempat ini. Bukan berarti dia berpikir kalau dirinya masuk jebakan. Tapi sepertinya Elsa sudah menyadari ada pembelot di kerajaannya.
'Bagaimana aku bisa lupa kalau ada dia di kerajaan Brama!'
Elrion hanya bisa mematri pemikiran ini di kepalanya. Jelas dia tidak berpikir sampai sejauh ini. Siapa sangka orang yang akan menghadang mereka adalah orang terkuat dari kerajaan itu, dan secara langsung.
Berbeda dengan Elrion yang berusaha menjaga pikirannya agar tetap tenang. Kornu sepertinya tidak bisa rasa marahnya karena melihat semua pasukan di belakangnya di bantai tanpa sisa.
Tampak tubuh Kornu gemetar karena menahan amarahnya sendiri. Saat menatap Elsa, matanya terlihat penuh rasa permusuhan dengan aura haus membunuh yang sangat kuat.
"Hm," Elsa yang melihatnya tersenyum. "Ada apa? Apa kamu marah? Haha, bukankah yang seharusnya marah disini adalah aku, melihat para penjajah berusaha memasuki wilayahku."
"Kurang ajar! Hyaaa!"
Tidak terima disebut sebagai penjajah, Kornu dengan penuh amarah langsung melompat dan menyerang ke arah Elsa menggunakan pedangnya.
Pedang Kornu mengeluarkan kilatan petir, dan dia menebaskannya ke arah Elsa.
"Upss, hampir saja." Tapi Elsa dengan nada bercanda, hanya memiringkan tubuhnya, dan menghindari serangan itu dengan sangat mudah.
'Tidak mungkin! Dia bisa menghindari serangan dari jarak sedekat ini!' Kornu tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Dia merasa sudah bergerak dengan kecepatan penuhnya.
Tapi serangannya bisa dihindari dengan sangat sempurna. Bahkan kilatan petir yang keluar dari pedangnya juga tidak mengenai Elsa sedikitpun.
__ADS_1
Tiba-tiba. "Dasar bodoh! Kita harus pergi dari sini!" Elrion dari belakang langsung menarik kerah baju Kornu.
Elrion dengan sudah payah berusaha melarikan diri dari sana sambil membawa anak buahnya itu.
"J-jenderal? Kenapa kita harus lari?" tanya Kornu. Dia sama sekali tidak habis pikir dengan tindakan atasannya ini. Yang menurutnya diluar nalar.
Kornu melihat Elrion, seperti melihat seorang bocah yang tampak sangat ketakutan.
"Dasar bodoh! Kita mustahil bisa melawannya!" Bentak Kornu.
Di sisi lain, Elsa hanya memandang diam ke arah Elrion yang berusaha melarikan diri darinya.
Tampak Elrion berlari dan melompat di antara pepohonan dengan kecepatan yang sangat cepat. Tapi bagi Elsa apa yang mereka lakukan sama sekali tidak ada gunanya.
"Tidak ada gunanya kalian lari dariku," gumam Elsa sembari menjentikkan jarinya.
"Ugh!?"
Mengalami kejadian yang membingungkan itu. Elrion dan Kornu tersentak tak percaya. Ini seperti mereka mengalami dejavu, tapi di saat yang sama mereka juga sadar bahwa mereka baru saja berusaha melarikan diri.
Kornu juga mulai sadar, kenapa atasannya sampai setakut ini kepada Elsa. Dia akhirnya paham, perbedaan kekuatan antara mereka berdua dan wanita di depan mereka ini.
Sungguh ironi rasanya, menyadari hal penting yang sebenarnya sudah sangat terlambat.
"Sekarang giliranku," kata Elsa.
Saat itu juga, tanah dibawah mereka seperti meledak, dan sebuah tangan raksasa yang terbuat dari akar pepohonan muncul dari sumber ledakan itu, langsung meninju keduanya bersama dengan kuda yang mereka naiki.
"Aargh!" Keduanya mengerang kesakitan saat menerima hantaman yang sangat kuat itu.
__ADS_1
Tubuh keduanya bahkan sampai terpental tinggi ke langit dengan kecepatan yang luar biasa.
Tidak berhenti di sana. Seperti meteor … sosok yang meninju mereka, juga langsung melompat keluar dari dalam tanah dan tiba-tiba muncul di didepan mereka.
"Ugh!" Keduanya tersentak kaget.
Golem terbuat dari kayu yang ukurannya sangat besar sekarang muncul di sebelah tubuh mereka yang bahkan masih terpental ke atas.
Seolah tak ingin memberikan nafas untuk keduanya. Golem kayu itu sekali lagi langsung meninju mereka dengan kekuatan yang jauh lebih kuat.
Tidak ada suara erangan yang keluar dari mulut Elrion dan Kornu, apa yang terdengar hanyalah ledakan keras akibat hantaman keras di udara, akibat pukulan itu.
Tubuh keduanya sekali lagi terpental jauh, dan menghantam bukit yang ada di kejauhan. Bukit itu seketika hingga hancur berkeping-keping, dan langsung rata dengan tanah.
Suara gemuruh dari hantaman itu bahkan terdengar sampai di tempat Elsa. Membuat para prajurit yang ada disana mulai bergidik ketakutan saat melihat sepasang mata ungu menatap mereka dengan sangat dingin.
"Jadi, apa kalian mau melawanku, atau lari?" tanya Elsa. Dia memberikan dua opsi pilihan untuk para prajurit yang tampak ketakutan di hadapannya.
"Hiii!" Mendengar itu, para prajurit yang tersisa langsung berhamburan berlarian kesana kemari sambil berteriak ngeri, karena ketakutan.
Elsa tersenyum melihatnya. "Anak cerdas. Memang lebih baik lari daripada harus mati di sini seperti yang lain."
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
......★★★......
__ADS_1