The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Membuat Basis di Hutan Kabut - Part 2


__ADS_3

Mendengar pertengkaran keduanya hanya bisa membuat Lilia mendesah lelah.


"Hahh, kalian ini selalu saja berkelahi kalau tidak ada Yang Mulia," keluh Lilia.


Tanpa mengurangi sedikitpun kecepatan berlarinya, Lilia menjelaskan, "Mikea, bukan hanya sebatas basis yang kokoh saja yang harus kita bangun, tapi tempat itu juga harus tersembunyi. Ini agar musuh tidak mudah menemukannya."


Minea menambahkan, "tidak sebatas bangunannya saja, tapi kita juga harus memasang pertahanan dan jebakan. Bagaimanapun basis ini dibangun memang untuk ini. Yaitu, mencegah adanya orang lain mengetahui tentang hal tersembunyi yang ada di tempat ini."


"Ah, jadi begitu, aku paham," ucap Mikea.


"Tidak kamu hanya sok paham! Padahal kamu belum paham!" hujat Minea. Dia sangat tahu watak saudaranya satu ini. Walau dia berkata paham, tapi sebenarnya dia tidak sepenuhnya paham.


Namun, Mikea yang keras kepala.tetap saja berdalih. "Aku bilang aku paham!" sentaknya. 


Melihat warna wajahnya yang merah karena malu akibat Minea yang berhasil menebaknya dengan tepat. Membuktikan bahwa dia hanya malu mengakui itu.


Sekali lagi Lilia hanya bisa mendesah lelah. "Untuk menyiapkan dan memastikan itu semua, aku … tidak,- maksudnya kita semua perlu waktu yang tidak sebentar … mungkin untuk menyelesaikan ini semua, bisa memakan waktu lebih dari satu tahun," jelas Lilia.

__ADS_1


"Hm?" Lilia tiba-tiba teringat sesuatu. "Tunggu dulu—, bukankah semua ini seperti sudah diperhitungkan?" gumamnya.


"Lilia, ada apa?" tanya Reny saat melihat ekspresi Lilia yang tampak sedikit tercengang.


"T-tidak buka apa-apa," balas Lilia.


Mendengar itu Reny hanya memasang wajah penasaran. Sedangkan si kembar tampak saling pandang satu sama lain, dengan wajah penuh tanda tanya.


'Memikirkan waktu pengerjaan. Mengingatkanku mengenai surat Yang Mulia Elsa yang harus ku berikan kepada Putri Eria, dua tahun lagi,' Lilia tampak memasang wajah kagum. 'Apa mungkin Yang Mulia memang sudah memperkirakan ini semua?' 


Lilia berpikir bahwa semua ini sudah terencana dan diprediksi dengan sangat baik oleh tuannya yaitu Elsa, yang seolah sudah membuat alur pekerjaannya dari awal.


★★★


Setelah satu jam, mereka berempat akhirnya sampai di sebuah hutan yang diselimuti oleh kabut yang sangat tebal.


"Woah, hutan ini sangat menakutkan," gumam Minea dengan wajah kagum. Apa yang dia katakan benar-benar sangat bertolak belakang dengan ekspresinya yang tampak terpukau.

__ADS_1


Mikea mengangguk, setuju dengan saudaranya. "Aku yakin jika orang biasa masuk tempat ini, dia pasti akan tersesat dan sulit untuk keluar," ungkapnya.


Menurut penilaian keduanya. Hutan ini jelas bukan hutan kabut biasa. Kabut yang ada di sini sangatlah tebal. Jarak pandang sangat terbatas di sini. Jika yang kemari hanyalah seorang pengguna roh biasa, tidak mungkin orang itu bisa berjalan nyaman di tempat ini. 


Berbeda dengan mereka berempat yang sudah terbiasa melatih penglihatan mereka dengan kekuatan roh, sehingga bisa dengan jelas melihat area sekitar mereka. Karena teknik mengalirkan energi roh ke mata adalah salah satu teknik dasar, dari cara menangkal teknik ilusi. Dan orang yang menemukan teknik ini adalah orang yang paling ahli dalam teknik ilusi itu sendiri, Yaitu Elsa. Sekaligus orang yang mengajarkan langsung kepada mereka.


"Nona Lilia, aku mendengar bahwa di sini Yang Mulia bertemu dengan Giant Titan, dan tuan Reny juga mengatakan bahwa separuh hutan langsung berubah menjadi gurun hanya karena serangan mereka, tapi itu di mana? Aku sama sekali tidak melihatnya."


Orang yang menanyakan ini adalah Minea.


"Baiklah kita akan melihat kesana sebentar, jujur aku juga penasaran bagaimana di sana saat ini," kata Lilia. Lalu berjalan memimpin. 


Ketiganya pun hanya ikut berjalan di belakangnya.


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


......★★★......


__ADS_2