
"Jadi pangeran, apa harus aku yang maju? Atau,-!" Belum sempat dia menyelesaikan perkataannya. Luke tersentak saat melihat Rain tiba-tiba berlari dan langsung melemparkan tombak yang Rain pegang ke arahnya.
Tombak asli Rain melesat lurus dengan ujung tajam mengarah ke arah luke dengan cepat. Terlihat ratusan tombak tanah melesat mengikuti tombak Rain.
Luke tidak menunjukkan pergerakan apapun saat melihat ratusan tombak mengarah ke arahnya.
Saat tombak itu semakin dekat. Luke merendahkan tubuhnya serendah mungkin sambil menjaga kuda-kudanya. Dia juga memposisikan ujung pedangnya ke belakang.
Terlihat senyum di wajah Luke sekarang. Saat menunggu ratusan tombak itu sampai di area tebasannya.
'Sword … Fire Shield!' batin Luke.
Saat itu pedang berkobar Luke terlihat berubah transparant. Sebuah kubah setengah bola tiba-tiba muncul mengelilinginya dengan dirinya menjadi pusatnya.
Saat itu semua tombak Rain yang menyentuh dinding kubah langsung terpental ke segala arah.
Apa yang terjadi adalah Luke mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang luar biasa, sehingga menimbulkan jejak yang membentuk layaknya kubah setengah bola itu.
Suara dentuman dan melengking dari benturan ratusan tombak Rain dengan tebasan pedang Luke terdengar sangat keras. Tanah di sekitar Luke bahkan sekarang dipenuhi oleh serpihan dari tombak-tombak Rain.
Semua orang yang melihat pertempuran Rain dengan Luke dari kejauhan, hanya bisa membisu dengan wajah tak percaya.
Seorang anak-anak awal belasan tahun. Kini bertempur dengan seorang jenderal besar kerajaan ini dengan sangat sengit, dan tampak imbang.
Namun sebenarnya, Luke masih menahan kekuatannya. Ini hanyalah sebagian kecil dari kekuatannya. Tidak mungkin dia bertarung dengan Rain yang jelas adalah pangerannya dengan serius. Dia hanya ingin melihat kemampuan Rain.
Tombak Rain terus menghujani Luke tanpa henti. Namun tidak ada satupun yang berhasil mengenai Luke. Semuanya berhasil di tangkis dengan sangat sempurna.
'Luar biasa!' Luke tampak sangat senang dengan ini. Di tidak menyangka jika Rain akan memaksanya mengeluarkan salah satu tekniknya.
__ADS_1
"Hm?" Saat itu Luke terheran. "Di mana?"
Luke tidak melihat Rain sama sekali. Dia berputar sambil menoleh dan memandangi ke sekitarnya, namun tidak menemukan Rain di manapun.
Saat itu, tiba-tiba serpihan batu jatuh dari atas dan mengenai kepala Luke.
"Ugh!" Luke tersentak kaget. Tanpa pikir panjang dia langsung melompat dan berpindah dari sana, secepat yang dia bisa.
Benar saja, tombak dari tanah seukuran batang pohon kelapa menghujam kuat di tempat dia berada sebelumnya.
*Daarrr … ledakan besar terjadi membuat permukaan tanah seluruh lapangan retak karena hantaman itu.
"Aku terlalu lengah!" gumam Luke. Dia tidak menyangka, kalau Rain akan menyerangnya dengan cara seperti itu.
Jelas Rain benar-benar berniat membunuhnya dengan serangan itu.
"Tapi sepertinya, dia sudah kelelahan mengontrol kekuatannya sendiri." Luke berkata pada dirinya sendiri saat melihat Rain di kejauhan tampak ngos-ngosan.
'Tapi walau dia sudah sangat kelelahan seperti itu, dia tampak tidak menunjukkan niat menyerah ya,' batin Luke.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain," gumam Luke lalu memadamkan api di pedangnya dengan cara mengayunkan sekali ke samping. Dia berniat mengakhiri ini dengan cara membuat Rain pingsan.
Luke menghilang dari tempatnya dan tiba-tiba muncul tepat di belakang Rain.
"Apa!" Rain hanya bisa kaget saat melihat Luke tiba-tiba lenyap dari pandangannya.
Bahkan Rain sama sekali tidak menyadari, bahwa Luke sekarang berada di belakangnya.
Saat itu, menggunakan ujung tumpul gagang pedangnya, Luke menyerang tengkuk Rain. Tapi, tangan Luke langsung dihentikan oleh seseorang yang tiba-tiba muncul di antara mereka.
__ADS_1
Luke dan Rain sontak kaget dengan kemunculan sosok wanita itu.
Rambut hitam panjang sosok itu berkibar bebas mengikuti arus angin. Gaun yang dikenakannya juga indah, seolah menjadi satu-satunya permata yang menghiasi tempat itu karena hancur akibat ulah keduanya.
Mahkota kecil dan indah di kepalanya, menunjukkan tingkat statusnya di kerajaan ini. Walau di usianya yang jelas sudah tak muda lagi, wanita itu masih terlihat anggun dan cantik.
Sosok yang sangat Rain kenal, dan membuatnya teringat dengan William, karena kemiripan wajah mereka.
"I-ibu?"
"Y-yang Mulia Ratu?"
Rain dan Luke hanya bisa menggumamkan itu.
Luke kaget tak percaya, melihat Ratunya sekarang berada disini tanpa dia sadari kedatangannya. Bahkan Elsa juga menghentikan dirinya.
Rain sendiri tidak menyangka akan melihat ibunya berada di sini dan menolongnya.
Namun tidak ada jawaban sama sekali yang keluar dari mulut Elsa. Hanya tatapan tajam dari pupil ungu tuanya yang mengarah ke arah Luke. Menunjukkan amarah yang terpancar dari sorot matanya.
"Apa yang kau lakukan pada anakku?" tanya Elsa dengan nada dingin.
Luke yang mendengarnya, sontak tak bisa bergerak sedikitpun. Seolah dari mendengar suara Elsa, dia dibawa ke dasar laut terdingin di dunia.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
__ADS_1
......★★★......