
Bauld sangat kaget.
Saat dia mengangkat wajahnya saat itu semua area di sekitarnya sudah berubah. "Di mana ini?" gumam Bauld, dengan wajah terheran.
Bauld sangat asing dengan tempat ini. Sekilas tempat ini seperti area kosong yang terdapat di depan istana.
Istana itu sendiri tampak sangat megah. Bahkan jauh lebih megah dari kerajaan tempat dia dulu memimpin yang termasuk satu dari empat kerajaan terbesar di dunia.
"Bauld, ini adalah kediamanku," balas Ardra.
"Kediaman? Bukan istana?" balik tanya Bauld.
Bisa-bisa Ardra merendah seperti itu, dengan menyebut tempat yang dipenuhi emas dan perak ini dengan kediaman.
"Bauld, asal kamu tahu, istana Yang Mulia lebih megah berkali-kali lipat daripada ini," jelas Kyuga menjawab pertanyaan Bauld.
Bauld sontak menoleh ke arah Kyuga dengan wajah terheran. Ini saja sudah sangat mewah baginya. Mendengar bahwa istana sebenarnya berkali lipat lebih mewah membuat Bauld sama sekali tidak mampu membayangkannya, seperti apa rupa istana yang sebenarnya.
"Hei Bauld, jangan memasang wajah menjijikkan seperti itu," celetuk Kyura yang melihat ekspresi Bauld. Kyuga yang mendengarnya bahkan tertawa geli.
Bagaimana tidak. Melihat pria paruh baya memasang wajah seperti anak kecil yang terkagum-kagum, jelas membuat mereka merasa aneh karena tidak pantas sama sekali untuk dipandang. Apalagi Bauld adalah mantan raja, seharusnya ada sisi bermartabat di wajahnya. Namun, ini sama sekali tidak ada.
"Kalian berdua, jangan malah ngajak Bauld mengobrol sendiri," tegur Ardra.
__ADS_1
"Maafkan kami Yang Mulia," balas Kyuga dan Kyura sambil membungkuk santun ke arah Ardra.
"Bauld, masuklah. Seperti yang ku katakan sebelumnya. Ada yang ingin aku bicarakan," kata Ardra lalu berbalik dan berjalan menuju istana.
"B-baik, Yang Mulia," balas Bauld dan berjalan mengikuti di belakang.
★★★
Bauld dibawa ke ruangan Ardra, sepanjang perjalanan. Dia sekali lagi dibuat tertegun. Tidak ada satu sudut pun, dari tempat ini yang sama sekali tidak menampakkan kemewahan.
Namun Bauld kali ini berusaha menahan perasaannya itu, dengan bertindak seolah dia tetap tenang.
"Duduklah," kata Ardra sambil duduk di kursi yang berada di balik meja yang terbuat dari batu giok.
Kyuga dan Kyura berdiri di belakang Ardra. Bauld sebenarnya merasa risau karena kedua masternya bertindak sebagai pelayan Ardra sekarang. Namun, memang seperti inilah etika seorang pelayan. Jadi apa boleh buat.
"Bauld, aku ada tugas untukmu," kata Ardra, langsung mengatakan apa yang ingin diberitahukan kepada Bauld.
"Tugas?"
"Ya … ini juga ada kaitannya dengan William cucumu," ungkap Ardra.
Bauld langsung mengerutkan keningnya dengan wajah serius saat mendengar nama cucunya disebut.
__ADS_1
"Sebenarnya ini adalah pertama kalinya Twin Fangs mengamuk seperti ini," kata Ardra dan meletakkan kedua sepasang Twin Fangs di meja tepat di depannya.
Bauld, Kyuga, dan Kyura langsung memasang wajah waspada. Saat melihat pusaka suci yang sebelumnya mereka lawan sekarang digeletakkan begitu saja di atas meja.
"Kalian tidak perlu, merasa sangat waspada seperti itu. Twin Fangs tidak akan mengamuk lagi. Ini sudah aku segel yang membuat mereka akan tertidur sampai orang yang menjadi pewaris mereka akan menyentuhnya."
Mata Ardra, beralih menatap lurus ke arah Bauld yang ada di hadapannya.
"Tapi, apa yang aku ingin bicarakan bukanlah masalah ini. Melainkan masalah apa yang memicu Twin Fangs bisa seperti ini," ungkap Ardra.
"Pemicu?" gumam Bauld. 'Pemicu apa yang dimaksud oleh Yang Mulia?' batinnya penasaran.
Ardra pun menceritakan rentetan kejadian yang terjadi hari ini. Tidak hanya masalah Twin Fangs yang melepaskan diri secara paksa dari kurungan yang menyegelnya. Tetapi juga masalah patung Conqueror yang meledak tanpa diketahui penyebabnya.
Bauld, Kyuga dan Kyura. Sontak tertegun mendengarnya. Ardra mengerti dan memahami dengan perubahan ekspresi ketiganya. Dirinya pun juga sadar, kalau sebelumnya dia juga membuat ekspresi yang sama, saat pertama kali melihat patung Conqueror hancur secara langsung.
"Melihat dari semua kejadian yang terjadi. Aku jadi memiliki firasat buruk tentang ini," ungkap Ardra.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
__ADS_1
......★★★......