The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Sumpah dan Kesetiaan - Part 4


__ADS_3

Elsa memeluk keduanya. Berbeda dengan Lilia, Reny, dan Daru, yang merupakan orang dewasa. Minea dan Mikea masihlah remaja, umur mereka bahkan belum genap 15 tahun. Awal mula pertemuan Elsa dengan keduanya adalah saat mereka masih berumur 10 tahun. Mereka dijual sebagai budak. Tatapan keduanya saat itu bahkan seperti tatapan pasrah, yang tidak peduli bahkan jika mereka mati sekalipun.


Karena perasaan iba'nya itulah, Elsa membeli keduanya. Elsa juga memberi keduanya tempat tinggal baru yang lebih layak, serta mengajarkan kepada keduanya teknik roh. Namun siapa sangka, kalau keduanya ternyata lebih berbakat dari yang Elsa kira.


"Anggaplah aku seperti apapun yang kalian inginkan, aku sama sekali tidak masalah. Aku malah senang," kata Elsa. Dia bahkan tidak pernah mengira akan di anggap seperti ibu mereka sendiri.


Namun, Minea menggelengkan kepalanya. "Tidak Yang Mulia, tentu kami sangat senang kamu membiarkan kami menganggapmu sebagai ibu kami ... tapi hal ini sudah cukup bagi kami," ungkapnya. Minea merasa sudah cukup baginya menyimpan itu dihatinya. Dia tidak ingin mengambil sosok ibu dari kelima anak Elsa.


Mikea mengangguk. "Minea benar, kami tidak ingin bertingkah egois dengan menganggapmu sebagai ibu kami ... kami berdua sangat sadar betul dengan posisi kami," jelasnya. Mikea tidak ingin merepotkan Elsa dengan membiarkannya memanggil ibu. Elsa yang seorang ratu, tentu akan menjadi masalah jika ada orang lain sembarangan memanggilnya dengan panggilan ibu.


Keduanya pun berlutut. "Saya dan adik saya, pasti akan membalas kebaikan anda Yang Mulia, sampai kapanpun," ungkap Minea.


"Itu benar, Yang Mulia jangankan nyawa dan kesetiaan, bahkan jika kami bisa mengambil rasa sakit yang kamu rasakan, kami pasti akan mengambilnya dan tidak akan pernah membiarkanmu merasakan itu," ucap Mikea.


Elsa sangat senang mendengar itu. Tidak hanya dari si kembar, tapi juga semua jawaban kelima anak buahnya. Tidak salah dia memilih kelimanya sebagai orang yang sangat ia percaya, untuk menjaga William kelak.


Saat itu kelimanya berlutut dengan kepala menunduk dalam, lalu berkata secara bersamaan. "Yang Mulia, kami bersumpah dengan darah dan nafas kami sendiri sebagai saksinya. Kami bersumpah setia padamu Yang Mulia Ratu, Elsa Van Bramasta."

__ADS_1


Elsa sedikit tercengang dengan apa yang dia lihat. Dia tidak mengira bahkan mereka berlima akan langsung bersumpah setia padanya bahkan tanpa ia minta.


Elsa sungguh sangat terharu melihatnya, dan berkata. "Terima kasih ... aku menerima sumpah kalian berlima," kata Elsa. "Tapi berikanlah kesetiaan dan sumpah kalian pada William juga."


Mereka berlima kaget dengan jawaban itu. Tentu saja ini sangat aneh bagi kelimanya.


Mengapa Elsa hanya menyebutkan William? Itu yang menjadi pertanyaan mereka semua. Elsa memiliki empat anak selain William. Tapi kenapa Elsa hanya meminta mereka semua untuk bersumpah pada William?


Dari melihat raut wajah mereka berlima. Elsa sudah bisa menebak apa yang mereka pikirkan."Kalian mungkin bingung karena permintaanku ini. Tapi suatu saat semua akan terjawab dengan sendirinya. Jadi, jagalah William untukku, dan bersumpah lah setia juga padanya, seperti kalian bersumpah padaku," pinta Elsa.


Mendengar permintaan itu, kelimanya langsung membuang keraguan mereka.


Elsa lalu menambahkan. "Juga janganlah percaya pada siapapun. Jagalah William dengan diri kalian sendiri tanpa orang lain ... sekali lagi, jangan percaya siapapun bahkan jika itu adalah suamiku sendiri," tegas Elsa.


Semua orang kali ini tersentak kaget. Bahkan jika Desir mendengar ini, mungkin dia akan sama kagetnya seperti Lilia dan bawahannya.


Bagi kelimanya, ini seperti tanda tanya besar di kepala mereka. Elsa dengan tegas menyuruh mereka tidak mempercayai siapapun. Bahkan jika itu raja, yang merupakan suami sekaligus ayah William.

__ADS_1


Membuat mereka sangat penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi, dan kenapa Elsa memberi perintah seperti ini? Namun, walau mereka sangat penasaran, tapi tidak ada satupun yang berani bertanya atau bahkan menyela pembicaraan Elsa. 


"Apa kalian bisa menyanggupi itu?" tanya Elsa. Itu karena dia melihat wajah keraguan di kelima bawahannya.


"Kami pasti menyanggupinya, Yang Mulia," balas kelimanya serentak.


"Terima kasih." Elsa sangat senang mendengar jawaban tulus mereka berlima. Walau sempat ada rasa ragu di wajah mereka, tapi saat dia bertanya untuk memastikan. Kelimanya menjawabnya, tampak tidak ada keraguan sama sekali. 


Setelah itu, Elsa pun langsung membahas point selanjutnya. "Kalian semua, dengarkan. Aku ada beberapa tugas penting untuk kalian berlima," ungkap Elsa.


Mendengar kata tugas, kelimanya terlihat memasang wajah sangat serius. Setelah mengalami pertanyaan dan pernyataan dari Elsa, sebelumnya. Mereka berlima jadi semakin penasaran, tugas seperti apa yang akan diberikan pada mereka.


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


......★★★......


__ADS_2