
"Rain duduklah," pinta Elsa.
Rain mengira bahwa ibunya akan langsung pergi setelah mengantarnya. Tapi ternyata dugaannya salah. Ibunya malah duduk di tempat tidur, dan dia menyuruhnya untuk duduk di sebelahnya.
"Y-ya," balas Rain. Lalu duduk di sebelah ibunya.
"Ibu ingin bertanya … menurutmu apa alasan ibu memberimu sepasang tombak itu?" tanya Elsa.
Rain terdiam cukup lama mendengar pertanyaan ini. 'Memang terkesan aneh. Di saat ibu seharusnya marah padaku, tapi kenapa dia malah memberiku hadiah seperti ini?' batin Rain.
Bukannya menemukan jawaban, Rain malah menanyakan hal lain pada dirinya sendiri.
Rain menoleh menatap kearah ibunya. "Maaf Bu, aku tidak tahu," balas Rain.
"Kamu tahu, tombak itu adalah tombak yang kakekmu gunakan saat menghentikan perang melawan kerajaan demi human. Dengan tombak itu juga kakekmu telah mengalah demon yang menjadi pengadu domba antara ras manusia dan kerajaan demi human," jelas Elsa.
Rain hanya di mendengarkan itu.
"Alasan ibu memberimu tombak itu adalah, agar kamu juga mewarisi sifat kakekmu, yang tidak hanya menghentikan dan menyelamatkan ras manusia dan ras demi human, dari kehancuran akibat perang. Tapi juga melindungi keluarga yang sangat berharga baginya," Elsa memegang kepala putranya. "Kamu tidak harus mencapai dan menjadi sama seperti kakekmu, tapi cukup lindungilah keluargamu."
Rain menunduk memikirkan semua nasihat yang diberikan ibunya. Benar apa yang ibunya katakan, keluarga tentu hal yang terpenting, bahkan sangat penting.
__ADS_1
Rain lalu menoleh dan memandang ibunya dengan penuh tekad. "Bu, aku berjanji … pasti akan melindungi keluargaku!" ucapnya.
"Ya, itulah anak ibu."
"Tapi bu, kenapa kamu tidak menghukum keempat anak Duke itu. Jelas-jelas mereka berniat menyebarkan isu buruk terhadap kita?"
Mendengar ibunya yang menyuruhnya untuk melindungi keluarganya, membuat Rain mempertanyakan ini. Karena apa yang dia lakukan sebelumnya itu juga demi melindungi keluarganya, tapi kenapa malah ibunya juga menghentikannya, bahkan bagi Rain ibunya terkesan tidak peduli, karena melepaskan mereka begitu saja tanpa hukuman sama sekali.
"Rain ... terkadang di saat kita mengira bahwa apa yang kita lakukan benar, tapi sebenarnya itu adalah salah. Melindungi tidak selamanya harus menggunakan kekerasan. Sebenarnya ibu ingin kamu belajar ini sendiri dari pengalamanmu, tapi ibu akan memberimu sedikit gambaran dari masalah hari ini," kata Elsa.
Ekspresi wajah Rain tampak serius setelah mendengar itu.
"Sekarang kamu bayangkan, jika kamu berhasil melukai mereka berempat … kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya?" tanya Elsa.
Elsa tersenyum, saat mendengar pemikiran sederhana putranya. Lalu berkata, "memang ada kemungkinan seperti itu, tapi juga ada kemungkinan lain yang bahkan lebih buruk," kata Elsa.
"Kemungkinan lain yang lebih buruk?" Rain memiringkan kepalanya dengan wajah bingung.
"Sekarang ibu tanya, isu apa yang ingin mereka sebarkan saat itu?"
"Isu mengenai aku yang sengaja menyakiti William," jawab Rain dengan wajah lesu. Mengingat itu membuatnya berpikir tentang adiknya yang mungkin memang terluka karenanya, tapi dia sama sekali tidak pernah dengan sengaja melakukan itu.
__ADS_1
"Sekarang bayangkan, jika kamu berhasil melukai mereka karena amarahmu saat itu yang dituduh dengan sengaja melukai William, kira-kira bagaimana dengan semua orang yang ada di sana, yang melihatmu secara langsung melukai mereka?" tanya Elsa.
Mata Rain perlahan membesar, dia mulai menyadari kesalahan yang dia buat.
"Mereka yang tadinya mengira bahwa itu hanyalah isu. Bisa saja mereka berubah percaya bahwa kamu benar-benar telah melukai William, bukan?" tanya Elsa sekali lagi.
"Itu benar, aku sama sekali tidak berpikir sampai sana," gumam Rain.
"Karena sudah terlanjur kamu mengamuk hari ini, mungkin sebagian dari mereka yang menonton sudah ada yang berpikiran seperti itu," kata Elsa.
"Bu … maaf, karena ulahku, ini malah menjadi masalah yang lebih rumit," kata Rain dengan wajah penuh penyesalan.
"Ya ibu memaafkannya … tapi lain kali kamu harus lebih menjaga emosimu," kata Elsa sambil membelai rambut putih putranya ini.
Rain hanya mengangguk membalasnya, sedangkan wajahnya masih tampak sangat menyesal.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
__ADS_1
......★★★......