
Terlihat Minea dan Mikea menangis tersedu-sedu sambil duduk bersimpuh dan kepala menunduk. Daru dan Reny bahkan masih memalingkan mata mereka dari keduanya. Mereka sama sekali tidak ingin ikut campur dengan masalah keduanya.
"Apa kalian ingat? Siapa yang akan kalian temui hari ini? Ha!" bentak Lilia sambil memukul kepala Minea dan Mikea dengan ranting. Tentu itu bukan pukulan dengan niat melukai, karena jika iya, sudah pasti keduanya akan terkapar tak sadarkan diri saat itu juga.
"Hikss ... i-iya komandan aku ingat," balas Mikea sambil membersihkan air matanya dengan tangannya.
"Tentu saja aku ingat komandan ... sruut!" kata Minea sambil menyedot ingusnya sendiri, tapi itu masih keluar lagi.
"Bagus kalau kalian masih ingat! Lalu kenapa kalian bisa telat?" tanya Lilia kesal. Bagaimana tidak dia kesal, sudah dikatakan pada surat yang dia kirim, bahwa mereka semua harus sampai di sini dua jam sebelum Elsa datang. Tapi keduanya malah telat satu jam.
Itu karena Elsa yang sulit di tebak. Elsa bahkan kadang memilih datang lebih awal, dan jika itu terjadi tentu bukan hal yang sopan untuk para pelayan yang membiarkan tuan mereka menunggu.
"M-maaf," kata keduanya dengan nada penuh penyesalan.
"Hahh …." Elsa hanya bisa mendesah lelah dengan kelakuan anak buahnya. Mereka bertempat tentu berasal dari militer, dan juga pasukan yang sama dengannya. Bisa-bisanya seorang tentara Elite seperti mereka terlambat.
Berbeda dengan Lilia dan Reny. Ketiga lainnya, sengaja dikeluarkan dari satuan pasukan Elit oleh Elsa, untuk melakukan misi penting. Di antara mereka berlima, status Lilia lah yang paling tinggi, yang merupakan komandan utama dari pasukan itu. Sedangkan keempatnya adalah kapten yang berada langsung dibawah perintahnya. Mereka semua dipilih Elsa karena merupakan prajurit terbaik yang memiliki kemampuan dan kapasitas di atas rata-rata.
Bahkan Lilia sendiri di juluki sebagai Raja assassin karena kemampuannya, yang mampu menggunakan Sihir dan Roh secara bersamaan.
__ADS_1
Lilia menatap kesal ke arah para bawahannya. "Jangan pernah ulangi ini lagi! Dan juga Reny, Daru … peringatan ini juga berlaku pada kalian!"
"Baik Komandan!" balas semuanya serentak.
Di saat merka masih di tegur, tiba-tiba. "Apa kalian sudah selesai?" Terdengar suara dari belakang mereka. Tidak mungkin mereka tidak mengenal suara ini.
Semuanya yang ada di sana termasuk Lilia tersentak, dan langsung berbalik lalu berlutut. Tidak ada siapapun di sana. Namun, tiba-tiba sebuah portal muncul, dan terlihat sebuah kaki melangkah keluar.
Wanita itu adalah Elsa. Dia terlihat mengenakan gaun hitam yang sangat indah, sehitam rambutnya. Senyum lembut terlukis di wajah awet mudanya itu.
"Selamat datang, Yang Mulia," Lilia memberi salam kepada Elsa, dan dibarengi dengan suara keempat anak buahnya yang juga mengucapkan salam yang sama.
"Maafkan saya Yang Mulia, itu hanya teguran untuk mereka yang tidak tahu apa itu kedisiplinan," kata Lilia, sambil masih menunduk dalam.
"Tidak apa, aku memaafkanmu. Juga angkatlah wajah kalian," pinta Elsa.
Kelimanya pun mengikuti perintah Elsa. Saat itu Lilia menepuk tangannya sekali, dan sebuah batu berbentuk bangku langsung keluar dari dalam tanah.
"Yang Mulia, ini mungkin tidak sebagus kursi yang ada di istana, jika berkenan gunakanlah itu untuk duduk, Yang Mulia," kata Lilia.
__ADS_1
"Terima kasih, Lilia," balas Elsa dengan senyum di wajahnya. Lalu duduk di batu yang Lilia buat dengan sihirnya.
"Sama-sama Yang Mulia," balas Lilia.
Elsa pun langsung membuka pertanyaan. "Kalian berlima mungkin bertanya kenapa tiba-tiba aku meminta kalian berkumpul disini bukan?"
Tidak ada yang berani menjawab. Mereka tentu saja tidak berani mengiyakan pertanyaan itu. Karena tidak sopan mereka seorang pelayan bertanya ini kepada tuan mereka. Tapi dari sorot mata mereka, Elsa tahu bahwa itulah yang ingin mereka ketahui.
Elsa hanya bisa tersenyum melihat para pelayan setianya. "Kalian berlima, ada hal yang ingin aku tanyakan, dan jawab lah sejujur-jujurnya, satu persatu," kata Elsa, lalu bertanya. "Siapa aku, bagi kalian? dan apa artinya aku bagi kalian? Lalu apa yang kalian inginkan dari ku? Kalian itu siapa?"
Mendengar itu semua orang memasang wajah rumit. Mengapa Elsa menanyakan hal itu pada mereka? Apa memang hanya untuk itu, Elsa mengumpulkan mereka berlima?
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
......★★★......
__ADS_1