
Rain sangatlah mengidolakan kakeknya (Bauld), tidak hanya dianggap pahlawan dalam perang puluhan tahun lalu. Kakeknya juga dijuluki sebagai kesatria seribu tombak. Rasa kagum ini muncul karena kejadian tiga tahun lalu dimana dia diajak ayah dan kakeknya mengunjungi kerajaan Demi Human. Para manusia setengah binatang itu, tidak hanya sangat mengenal kakeknya, tapi mereka juga sangat menghormatinya.
Di sana juga ada patung kakeknya, yang berdiri megah sebagai simbol kepahlawanannya. Sejak saat itu Rain mulai mencari tahu mengenai fakta kakeknya.
Saat Itulah dia mendengar sebuah kisah. Dulu saat Kakeknya masih menjadi raja. Terjadi perselisihan antara ras manusia dan ras demi human. Perang meletus, dan banyak korban berjatuhan dari kedua belah pihak.
Kakeknya dianggap pahlawan karena dia lah orang yang berhasil mengungkap sebuah fakta, bahwa perang itu ternyata terjadi akibat tipu daya ras demon.
Mendengar kisah pencapaian kakeknya membuat Rain sangat mengaguminya. Selayaknya seorang anak yang mengidolakan superhero-nya.
Rain yang tadinya menggunakan pedang, mulai berlatih tombak. Apa yang membuatnya lebih senang adalah saat kakeknya memberinya sebuah buku yang ditulis khusus untuknya.
Buku itu tidaklah tebal, tapi apa yang tertulis di dalamnya adalah mengenai Lima teknik inti dari menggunakan tombak, dan teknik manipulasi energi Roh pada tombak. Rain juga sempat diajari beberapa hal oleh kakeknya secara langsung. Dari sanalah Rain menguasai teknik beladiri menggunakan tombak. Hingga tiba-tiba kakeknya menghilang entah ke mana.
Rain mulai giat berlatih seorang diri agar lebih menguasai apa yang sudah diajarkan padanya, dan itu berlangsung sampai sekarang. Bahkan teknik yang dikeluarkannya saat melawan Luke adalah salah satu teknik manipulasi energi roh yang tertulis pada buku pemberian kakeknya.
Kali ini, mengetahui bahwa sepasang tombak peninggalan kakeknya akan diberikan padanya. Rain benar-benar tidak bisa berkata-kata, dia juga tidak tahu bagaimana mengungkapkan rasa bahagianya sekarang.
★★★
"Rain, kemarilah," ajak Elsa seraya berjalan sambil menuntun putranya itu. Melihat ekspresi Rain, walau tidak ada senyum di wajahnya, Elsa sudah tahu bahwa dia sangat bahagia sekarang.
__ADS_1
Elsa menuntun putranya itu mendekat ke arah Kristal di mana sepasang tombak itu di bekukan di dalamnya.
"Rain, sekarang letakkan kedua tanganmu di permukaan Kristal ini," pinta Elsa.
"Y-ya," balas Rain seraya mengangguk canggung.
Rain lalu meletakkan telapak tangannya di permukaan kristal seperti yang ibunya perintahkan padanya.
"Sekarang pejamkan matamu. Lalu berkonsentrasi lah," Elsa berpindah ke belakang Rain dan memegang pundak anaknya itu.
Rain memejamkan matanya.
Rain melakukan seperti apa yang ibunya perintahkan.
Saat itu, perlahan kristal mengeluarkan cahaya.
Cahaya mulai dari redup perlahan bertambah terang. Rain yang memejamkan matanya hanya menyadari bahwa ada cahaya di depannya, tapi dia tidak tahu bahwa cahaya itu berasal dari kristal yang dia sentuh.
Elsa juga terlihat mulai memejamkan matanya. Dia mengalirkan energinya ke dalam tubuh Rain.
'Sejuk,' batin Rain. Dia merasakan tubuhnya seperti dialiri air yang sangat sejuk. Itu terasa mengalir dari pundaknya dan bergerak melalui lengannya lalu keluar melalui telapak tangannya.
__ADS_1
Tampak setiap sudut Kristal mulai mengeluarkan cahaya warna-warni. Saat itu juga, terlihat tombak yang ada didalamnya lebur seperti besi yang meleleh.
Lelehan dari tombak berwarna seperti cairan emas dan perak, kedua cairan itu tampak bergerak-gerak di dalam kristal hingga akhirnya berubah partikel cahaya.
Seperti kunang-kunang yang berterbangan di sekeliling Elsa dan Rain, partikel cahaya itu berputar-putar lalu berkumpul di salah satu pergelangan tangan Rain, dan membentuk sebuah gelang yang memiliki warna emas dan perak.
Elsa perlahan membuka matanya. "Rain, bukalah matamu," pinta Elsa.
Mendengar ibunya, Rain perlahan membuka matanya.
"Lihatlah apa yang ada di lengan kananmu," kata Elsa.
"Gelang?" Rain bingung sejak kapan gelang itu berada di tangannya. Dia sama sekali tidak merasakan apapun, jadi bagaimana caranya gelang itu bisa berada di tangannya.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
......★★★......
__ADS_1