The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Tugas - Part 4


__ADS_3

"Aku hanya ingin kalian membuat basis di hutan dekat situs itu," kata Elsa. 


"Membuat basis? Apa maksud Yang Mulia adalah pos penjagaan?" tanya Mikea.


"Ya, kurang lebih seperti itu," balas Elsa. Tapi aku ingin kalian menyembunyikan pos kalian.


"Maafkan saya Yang Mulia, bukankah ini tugas yang terlalu mudah bagi kami. Sedangkan anda tadi mengatakan bahwa tugas kami berat?" tanya Minea.


Bukan maksud keduanya sombong hanya saja spesialis mereka adalah mengintai dan memata-matai. Mereka juga menguasai teknik ilusi yang dulu pernah Elsa ajarkan kepada keduanya. Mungkin tidak sehebat Elsa, tapi itu juga sudah berada di tingkat sangat berbahaya, bagi misuh.


"Memang tugas kalian berat. Itu karena kalian harus menjaga area tempat itu dengan teknik ilusi kalian," jelas Elsa. "Dan kalian akan menjaga tempat itu sampai William, datang menjemput kalian."


"Sampai pangeran menjemput kami?" gumam Minea.


"Tapi itu sampai kapan, Yang Mulia?" tanya Mikea.


"Aku tidak tahu, tapi yang jelas akan memakan waktu bertahun-tahun," ungkap Elsa.


Mungkin ini bisa dibilang kejam, karena memberikan tugas dengan waktu yang tak pasti ini kepada keduanya. Tetapi, memang hanya keduanya lah yang cocok dan mampu untuk tugas ini.


"Jadi bagaimana? Apa kalian mau menerimanya?" tanya Elsa.


Minea dan Mikea saling pandang sesaat. Lalu menoleh dan memandang ke arah Elsa. "Kami dengan senang hati menerimanya Yang Mulia," jawab keduanya.


"Kalau begitu, izinkan saya menanyakan beberapa hal Yang Mulia," ucap Minea.

__ADS_1


"Ya, silahkan," sahut Elsa.


"Apa tugas kami hanya menjaga situs itu? Atau ada hal yang lain lagi?" tanya Minea.


"Sebenarnya situs itu diselimuti oleh kubah energi yang sangat kuat. Dan mustahil kalian bisa menembusnya. Bahkan diriku pun juga tidak mampu," kata Elsa. "Walau aku yakin, tidak akan mudah menembus perisai magis mereka. Tapi aku tidak ingin ras demon tahu mengenai hal ini, terutama mengenai keberadaan mereka," kata Elsa.


"Demon?" Meika mengerutkan keningnya.


"Ah itu mengingatkanku. Saat kami di sana, kami diserang oleh beberapa ras demon," kata Reny.


Elsa menambahkan. "Jika Ras demon sampai membentuk koneksi dengan para Giant Titan ini … jelas akan menjadi masalah yang sangat serius." Tatapan Elsa terlihat menyipit tajam. Membayangkan skenario sangat buruk yang akan terjadi. "Kemungkinan perang besar akan terjadi, dan dampaknya akan sangat besar tidak hanya diterima oleh ras manusia, tetapi juga ras Elf dan ras Demi human," ungkapnya.


"Saya pastikan akan menghabisi semua demon yang mendekat, Yang Mulia," cetus Mikea.


"Bagus, aku percayakan semua itu pada kalian berdua," kata Elsa.


"Baik, Yang Mulia," sahut keduanya bersamaan sambil berlutut dan menu duk dalam.


Elsa mengangguk sekali sebagai respon. Lalu menatap kearah Lilia dan Reny. 


"Lilia, Reny, kalian yang akan mengantar dan membantu Mikea dan Minea untuk membangun basis mereka di tempat itu," kata Elsa.


"Baik, Yang Mulia," sahut keduanya bersamaan sambil berlutut.


"Sebelum membantu Minea dan Mikea, kalian berdua langsung pergilah ke kerajaan Demi Human," pinta Elsa.

__ADS_1


"Kerajaan Demi Human? Apa yang harus kami lakukan di sana Yang Mulia?" tanya Lilia penasaran.


Elsa saat itu mengeluarkan dia buah amplop dari portal ilusi yang dia buat. Kedua amplop itu memiliki warna berbeda, yang satu hitam sedangkan satunya putih. 


"Lilia berikan surat hitam ini kepada ayahku," kata Elsa sambil menyerahkan kedua amplop di tangannya. 


"Baik, Yang Mulia," balas Lilia dengan sopan menerima surat itu. "Tapi, bagaimana dengan surat amplop putih ini, Yang Mulia?"


"Berikan itu pada Eria, dua tahun yang akan datang," kata Elsa.


Lilia mengerutkan kening, dengan wajah yang sangat penasaran. Semua orang yang ada di sana juga memasang wajah yang sama. 


Mengapa Elsa memberikan amplop ini sekarang, jika menyerahkannya harus tahun lagi?


"Kalian tidak perlu tahu apa alasanku menyuruh ini, lakukan saja apa yang aku perintahkan," kata Elsa.


"Baik, Yang Mulia," balas semuanya serentak.


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....


...🙏🙏🙏...


......★★★......

__ADS_1


__ADS_2