The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Tugas - Part 1


__ADS_3

Elsa berjalan dan duduk kembali di singgasana batu yang dibuat Lilia. Tatapannya saat itu langsung tertuju pada Daru. "Mulai dari mu, Daru," kata Elsa.


"Baik Yang Mulia," sahut Daru sambil menunduk dalam. Menunjukkan kesiapannya untuk perintah apapun yang akan diterimanya.


"Daru, aku ingin kamu melanjutkan perluasan pembangunan cabang Guild petualang, di berbagai Kerajaan. Semakin banyak cabang yang kamu dirikan maka itu semakin bagus," kata Elsa.


"Baik Yang Mulia, tapi bagaimana dengan Guild petualang yang sudah ada di kerajaan Inggrasia, Yang Mulia? Saya tidak mungkin meninggalkannya begitu saja ... bagaimanapun itu baru di bangun, dan baru saja beroperasi setahun ini," kata Daru.


Menurutnya, Guild yang ada di Inggrasia masihlah perlu di kembangkan lagi. Ditambah pengurus yang ada di sana juga masih minim. Meninggalkannya, untuk membuka cabang lain di berbagai kerajaan, jelas tidak mungkin memakan waktu singkat. Jadi itu sangat beresiko.


Elsa juga sudah memikirkan masalah ini. Tapi dia memiliki alasan kenapa hal ini harus di percepat. Semua ini juga demi William.


"Itu benar … aku tidak menyuruhmu secepatnya memulai itu. Tapi aku ingin satu tahun dari sekarang, kamu harus sudah memulainya. Jadi selama senggang waktu setahun itu, aku mengizinkanmu untuk mencari dan merekrut orang yang cocok sebagai pengganti mu, selama kamu pergi," kata Elsa. 


"Baik, Yang Mulia," sahut Daru.


Satu tahun sebenarnya masihlah terlalu singkat. Karena dia harus mengajarkan orang itu dalam mengelola manajement Guild, agar dia bisa tenang saat bepergian. Tapi jika itu yang diminta tuannya, maka mau tidak mau, dengan jarak waktu sependek itu, dia harus bisa melakukannya.


"Juga … Daru, jadilah ketua Guild petualang menggantikanku," pinta Elsa.


Semua orang yang ada di sana membuka mata mereka lebar-lebar. Kenapa Elsa malah menyerahkannya pada Daru? Itu lah yang menjadi pertanyaan di kepala mereka. Tidak terkecuali Daru sendiri.


"Tapi, Yang Mulia!?" Daru ingin menolaknya dengan santun. Itu terlalu berlebihan baginya. Menjadi ketua Guild jelas sama saja dia menjadi kepala perusahaan besar, yang bergerak sebagai jasa tentara bayaran.


Ditambah Elsa menyembunyikan pembangunan guild ini dari semua orang. Itu seolah akan membuatnya malah terlihat sebagai pemilik aslinya. Dan itu semua sangatlah berlebihan baginya.


Namun, Elsa sudah memikirkan ini dengan sangat matang dan penuh pertimbangan. Tidak mungkin dia mengatakan hal beresiko seperti ini tanpa pemikiran yang mendalam.


"Daru, aku memberimu tugas ini. Karena kamu lah orang yang paling cocok untuk ini …. Kamu juga mantan bos bandit, tentu kamu pasti mengenal banyak orang yang bekerja di dunia yang sama seperti dirimu itu di masa lalu. Gunakanlah koneksimu itu untuk merekrut mereka juga, agar mereka tidak terlarut dalam jalan berduri, terlalu jauh," jelas Elsa.

__ADS_1


"Yang Mulia—," Daru tersikap, mendengar kata-kata Tuannya. Dia hanya tidak bisa mempercayai tuannya yang menyuruh untuk mengajak kenalannya sesama bandit dulu. 


Itu jelas sangatlah beresiko, tapi di sisi lain Daru seolah paham bahwa Elsa sangat mempercayainya, dengan menyerahkan hal itu semua kepadanya.


Sebenarnya ini juga merupakan hal yang sangat dia inginkan dari dulu. Daru ingin menyelamatkan teman-temannya dari jalan busuk itu. Namun sampai saat ini dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Hingga sekarang Elsa sendiri yang memberinya perintah itu.


Elsa menambahkan. "Kamu juga bisa menggunakan mereka sebagai tentara bayaran ... atau jasa pengawalan para pedagang yang melakukan perjalanan, dari kerajaan satu kekerajaan lain agar aman," kata Elsa. "Tentu saja semua harus diatur dengan sangat baik, agar tidak ada yang berkhianat atau malah melukai klien dan merampok hartanya," ucap Elsa dengan nada bercanda.


Daru hanya bisa tersenyum kecut, melihat tuannya berkata seperti itu, tapi bukan berarti apa yang dikatakan Elsa tidak mungkin terjadi. Malah sebaliknya kemungkinan itu sangatlah tinggi.


Saat itu, Elsa membuka portal kecil di sampingnya. Dia mengambil sesuatu dari dalam portal itu. 


Apa yang dia ambil ternyata adalah sebuah buku setebal ruas jari tengah.


"Daru, ambillah ini," kata Elsa.


Daru pun mengangguk, lalu berdiri dan berjalan mengambilnya. 


"Aku membuatnya sendiri. Buku itu berisi peraturan dan kebijakan yang akan membuat peraturan di guild sangat kuat. Tentu saja, itu akan menguntungkan guild dan semua pihak yang berhubungan dengan Guild, bahkan para anggota kita sendiri ... tapi jika kamu melihat ada.yang perlu di perbaiki, maka perbaikilah." ungkap Elsa.


"B-baik yang mulia," balas Daru. Dia sama sekali tidak mengira, bahkan Tuannya sudah menyiapkan hal semacam ini.


Elsa menambahkan. "Bangunlah sebaik mungkin Guild di kerajaan Inggrasia sebagi pusatnya, dan juga beberapa cabang yang akan kamu bangun. Masalah khas, aku sudah menyiapkan 5 juta koin emas besar, untuk pembangunan dan pengembangannya," ungkap Elsa.


"Apa!?" Semua orang tersentak kaget saat mendengar angka yang disebutkan oleh Elsa.


Itu wajar jika mereka akan sangat keget mendengarnya.


1 koin emas besar \= 100 koin emas.

__ADS_1


1 Koin emas \= 50 koin perak. 


1 koin perak \= 10 koin tembaga


1 koin tembaga \= 10 koin besi.


Sedangkan harga kebutuhan makan pokok dalam sebulan hanyalah perlu 4 Koin Perak. Bahkan terkadang itu masih sisa. Dengan kata lain 1 koin emas, sudah bisa untuk hidup satu tahun.


Tapi kali ini yang Elsa siapkan adalah koin emas besar, yang satu koinnya setara 100 koin emas, dan jumlahnya ada 5 juta. 


Kelimanya masih membeku di tempat dengan jumlah fantastis itu. Terlihat Daru langsung berubah pucat, dan matanya seperti ikan mati.


Namun, Elsa sama sekali tidak memperdulikan mereka. "Kelak Guild itu akan digunakan William untuk menjalankan kepentingannya, jadi Daru, bangunlah Guild sebaik mungkin," pintanya sekali lagi.


Daru dengan tubuh gemetar. "B-baik Y-Yang M-Mulia," balas Daru.


"Yang Mulia, jika boleh saya tahu … kepentingan apa yang anda maksud, Yang Mulia?" Lilia lah orang yang menanyakan ini. 


"Kamu akan tahu sendiri kelak," balas Elsa dengan tersenyum.


Saat itu, setelah pembicaraan Lilia selesai. Daru pun langsung berlutut menghadap Elsa. "Yang Mulia, saya bersumpah akan melakukan perintahmu sebaik mungkin!" seru Daru.


"Ya ..." sahut Elsa.


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


......★★★......


__ADS_2