
Luke masih berlutut di tanah. Dia tidak berani berkata, jika memang belum diperintahkan untuk itu.
"Luke, aku tidak tahu apa yang terjadi di sini. Tapi di mataku jelas kamu berusaha melukai anakku!" kata Elsa.
Luke tidak melihat bagaimana ekspresi wajah Elsa sekarang. Namu dari nadanya saja, Luke sudah tahu bahwa tuannya sekarang sangat marah padanya.
Bagi Elsa sendiri, apa yang Luke lakukan menurutnya sudah berlebihan. Sampai membuat Rain terluka.
"Sekarang, apa pembelaanmu?" tanya Elsa dengan nada dingin.
Masih dalam posisi yang sama. Luke pun berkata. "T-tidak, Yang Mulia, bukan maksudku melukai Pangeran karena dengan niat mencelakainya. Aku hanya ingin menenangkan Pangeran, tapi Pangeran tidak mau mendengarkanku. Jadi mau tidak mau kau harus menggunakan cara ini," jelas Luke.
Elsa mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu?"
"Pangeran sebelumnya berusaha melukai putra dari keluarga bangsawan bergelar Duke, Yang Mulia." Luke memberanikan diri mengangkat wajahnya dan memandang ke arah Elsa. Terlihat tatapan tajam Elsa kini menatap ke arahnya.
Luke menambahkan. "Aku juga berusaha membujuk Pangeran untuk berhenti, karena jika hal buruk terjadi kepada mereka aku yakin ini akan menjadi masalah yang sangat rumit, Yang Mulia," ungkap Luke lalu menunduk sedalam-dalamnya. Berharap mendapatkan ampunan dari Elsa.
__ADS_1
Tatapan Elsa berpaling ke arah Rain. "Apa semua yang dikatakan Luke itu benar?" tanya Elsa pada anaknya.
"Tidak I-itu—, maafkan aku bu," kata Rain. Awalnya dia tidak ingin mengakui perbuatannya. Namun karena rasa takutnya membohongi ibunya sendiri, membuat Rain akhirnya memilih langsung meminta maaf.
Mendengar permintaan maaf putranya. Sudah menjadi cukup bukti bagi Elsa. Kalau semua yang dikatakan Luke adalah benar.
Itu membuat Elsa hanya bisa memejamkan matanya dengan wajah lelah. Lalu menatap ke arah Luke sekali lagi. "Dari keluarga mana mereka?"
Elsa penasaran siapa keluarga Duke yang Luke maksud, sampai-sampai membuat putranya mengambil tindakan sejauh ini.
"Diantara mereka ada dua anak dari keluarga Margaria, lalu satunya dari Eilgard, dan satunya lagi dari keluarga Garmion, Yang Mulia," kata Luke.
'Jadi itu putra mereka, ya,' batin Elsa sambil menghela nafas. 'Aku tidak menyangka bahkan mereka sampai menggunakan anak-anak hanya untuk kepentingan mereka.' batin Elsa.
Elsa sudah tahu bahwa mereka berempat adalah putra dari Martias Van Margaria, Turk Van Eilgard, dan Barl Van Garmion.
Elsa bahkan menganggap mereka bertiga sebagai bangsawan busuk. Tapi Elsa tidak menyangka jika kebusukan mereka bahkan lebih busuk dari yang dia kira.
__ADS_1
'Tindakan Luke juga tidak salah. Jika mereka kenapa-napa, sudah pasti mereka akan menggunakan itu untuk menyebarkan isu lain. Rain juga pasti akan terseret ke dalamnya,' batinnya seraya menoleh ke arah putranya. "Rain, apa jawabanmu?"
"Itu benar Bu ... tapi aku melakukannya karena mereka berusaha menyebarkan isu buruk. Jadi sebelum sampah seperti mereka mengakar kuat di kerajaan ini! Lebih baik aku menghabisi mereka sekarang!" ungkap Rain.
Tidak perlu ada yang disembunyikan. Itulah yang Rain pikirkan sekarang. Menurutnya apa yang dia lakukan juga demi kerajaan ini. Jadi dia dengan berani mengungkapkan itu dengan gamblang dan tegas, tanpa rasa takut sama sekali.
"Pangeran—." Luke tersentuh dengan apa yang Rain katakan. Bagi Luke, apa yang Rain katakan adalah bukti kepedulian Rain pada kerajaan ini.
Rain juga mulai menceritakan awal mula kejadian itu, dan bagaimana bisa berakhir seperti ini.
Di saat yang sama Elsa juga mengaktifkan dinding pembatas dengan energinya, yang tak kasat mata. Bahkan Luke dan Rain sama sekali tidak menyadarinya.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
__ADS_1
......★★★......