The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Amukan Taring Kembar - Part 3


__ADS_3

"Ugh!?" Ardra mengerang kaget sambil menepis semua serpihan patung yang meledak itu.


"Kenapa bisa seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Ardra.


Dia hanya bisa terheran-heran dengan semua rentetan kejadian yang terjadi hari ini. Tidak tahu apa yang terjadi, Tidak hanya Twin Fangs yang menghancurkan segel dengan paksa. Namun, patung juga tiba-tiba meledak.


Patung ini sebenarnya berfungsi sebagai alarm. Sebelumnya patung ini juga sudah bereaksi sejak William lahir. Ardra akan bisa mengetahui lahirnya Conqueror baru melalui patung ini. Namun, sekarang patung ini meledak. 


"Apa mungkin, cucu Bauld dalam bahaya?" gumam Ardra. Hatinya mulai gelisah memikirkan hal yang tidak-tidak.


Selama ini Ardra selalu memantau William dari jauh itu juga demi untuk melindunginya. Bahkan belum lama ini dia melihat William baik-baik saja. Tetapi, kenapa tiba-tiba ada dua kejadian seperti ini, kejadian yang bahkan belum pernah terjadi.


"Sepertinya aku harus segera, turun langsung ke labyrinth," gumam Ardra.


Awalnya dia menyerahkan masalah Twin Fangs kepada dua pelayannya. Namun setelah melihat ini, Ardra sadar bahwa dia tidak bisa berdiam diri begitu saja.


★★★


Kembali ke tempat, Bauld.


Bauld bersama Kura dan Kyuga menyerang dua bilah pedang yang terlihat mengambang di udara.


Dalam sekejap ketiganya muncul di dekat kedua Pusaka suci itu. Bauld mengayunkan tombaknya sangat kuat dan membuat Twin Fangs terkena gagang tombaknya. 


Taaaang! … suara lengkingan tajam terdengar saat benturan itu terjadi. Twin Fangs terpental dengan kecepatan luar biasa hingga akhirnya menghujam tanah dengan kecepatan yang sangat luar biasa.


Ledakan dahsyat terjadi, permukaan tanah benar luluh lantak karena hantaman dari Twin Fangs. 


"Sekarang!" teriak Bauld.

__ADS_1


Mendengar itu, Kyura dan Kyuga yang ada di udara langsung mengaktifkan teknik roh mereka. 


"Element Api! Perisai kubah Api!" Kyura berteriak, sambil mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah di mana.


Kyuga juga melakukan hal yang sama. "Elemet tanah! Kubah Bumi!" 


Sebuah kubah api dan tanah raksasa muncul secara bersamaan di tempat yang sama, dan mengurung Twin Fangs di dalamnya.


Panasnya api dan tanah padat yang saling bertemu membuat teknik keduanya menghasilkan sebuah kubah kristal raksasa.


"Master Kyuga, apa itu berhasil?" tanya Bauld.


"Entah lah, paling tidak itu bisa menahan,- Ugh!?" Belum sempat Kyuga menyelesaikan perkataannya.


Saat itu sebuah bilah energi padat berwarna merah memotong kubah itu dari dalam, dan melesat ke arah ketiganya dengan kecepatan yang sangat luar biasa.


"Awas!" Kyura berteriak memperingatkan mereka semua.


Kristal-kristal besar yang ukurannya bahkan dua kali ukuran pohon besar sekarang berjatuhan ke tanah.


Kyura, Bauld, dan Kyuga, berterbangan di udara untuk menghindari hujan kristal-kristal raksasa itu.


Di saat yang sama. 


Twin Fangs melesat seperti bumerang dengan kecepatan cahaya, ke arah yang berbeda. Satu mengarah lurus ke arah Kyura, dan satunya melesat ke arah Kyuga dan Bauld.


"Ugh!?" Ketiganya kaget dengan serangan mendadak itu.


Kyura menepis serangan Twin Fangs menggunakan pedang apinya. 

__ADS_1


Sedangkan Bauld menepis dengan tombaknya sambil di dukung Kyuga.


Hantaman luar biasa terjadi.


'Apa-apaan berat ini!?' Bauld benar-benar terheran dengan berat serangan yang tangkis. Beratnya bahkan sama seperti saat dia menahan sebuah bukit. Yang dilemparkan ke arahnya. 


Itu juga sama dengan apa yang Kyura rasakan.


Bauld dan Kyura terpental jauh. Dan menghantam pohon di hutan besar, sampai membuat pohon raksasa itu tumbang.


Dentuman keras terjadi.


"Oi oi, apa mereka berdua baik-baik saja?" gumam Kyuga dengan tatapan kasihan melihat saudara dan muridnya menghantam dengan sangat keras.


Tiba-tiba. "Apa!?" Twin Fangs muncul di depan dan dibelakang Kyuga, dan menyerangnya secara bersamaan.


Kyuga langsung membuat dua pedang tanah dari energi tanah. Namun itu dipotong Twin Fangs dengan mudahnya.


"Gila!?" Kyuga hanya bisa berkomentar dengan wajah tak percaya. Melihat pedang bumi yang sangat keras hanya seperti mentega bagi Twin Fangs.


Kyuga tidak bisa kemana-mana, melihat Twin Fangs langsung mengincar lehernya. Namun, tiba tiba saat pilah tajam hampir mengenai leher Kyuga. Dua buah tombak petir melesat dan menghantam Twin Fangs, hingga terpental jauh.


Kyuga hanya bisa terdiam, dengan keringat dingin mengalir di lehernya. melihat dirinya telah diselamatkan dari kematian.


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


......★★★......


__ADS_2