The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Tombak Emas dan Perak - Part 3


__ADS_3

Setelah mencobanya, Rain berlari menuju tempat ibunya. 


"Bu, kedua tombak ini sangat luar biasa!" seru Rain dengan penuh rasa kagum.


"Iya, itu wajar. Karena kedua tombak itu sebenarnya pusaka suci," ungkap Elsa.


"pusaka suci?" Ini pertama kalinya Rain mendengar pusaka suci. "Bu, memang apa bedanya senjata biasa dengan pusaka suci? Apa dari warna mereka yang lebih terlihat mewah?" tanya Rain seraya melihat kedua tombak yang dia pegang.


Elsa terkikik geli mendengar itu. Tidak heran pertanyaan ini akan muncul dari mulut Rain. Bagi Rain apa yang membedakan tombak biasa dengan tombak yang dia pegang sekarang mungkin hanya tampilannya saja. 


"Itu benar, secara tampilan pusaka suci tentu terlihat sangat jauh berbeda dengan senjata biasa. Tapi apa yang lebih membedakan adalah kemampuannya," jelas Elsa.


"Maksudnya?" Rain merasa bingung, dia masih susah memahami.


"Sini, ibu pinjam sebentar tombak mu," pinta Elsa.


"Ya." Rain mengangguk, dan memberikan tombak perak di tangannya kepada ibunya.


"Lihat ini," Elsa langsung menusukkan tombaknya kedepan. Saat itu untung tombak memanjang hingga terus menancap di dinding batu yang ada di kejauhan.

__ADS_1


"Apa!" Rain yang melihat itu tersentak kaget.


Saat Elsa mengayunkan tombak. Tiba ujung tombak itu bergerak ke arah berlawanan.


Rain yang melihat gerakan tombak itu, jadi teringat dengan ular yang menyambar ke arah mangsanya.


"Bagaimana? Apa kamu sudah paham sekarang? Pusaka suci seperti senjata yang bernyawa, dia dapat bergerak sesuai insting mereka, dan juga sesuai keinginan kita," jelas Elsa. "Tapi, untuk menguasai senjata ini dibutuhkan latihan yang tidak mudah. Jadi biasakan kamu melatih dirimu menggunakan tombak ini, itu agar kamu benar-benar terhubung dengan mereka. Jika kamu bisa menguasai dan mengendalikan mereka, bahkan kamu juga bisa seperti ini," Elsa tiba-tiba melepaskan tombak yang dia pegang. 


Tapi bukannya jatun tombak itu malah melayang di udara lalu berputar, menusuk, dan mengayun-ayun kesana kemari, tanpa ada yang memegangnya.


"Luar biasa," Rain menyuarakan kekagumannya. Tidak hanya diberikan sepasang tombak yang merupakan pusaka suci. Tapi juga diajarkan bagaimana menggunakannya.


Di samping itu semua, Rqin juga tidak menyangka jika ibunya tidak hanya mahir dalam menggunakan tombak, tapi juga sangat paham mengenai pusaka suci.


"Rain, kita kembali sekarang," akak Elsa seraya mengembalikan tombak Rain.


"Y-ya," balas Rain. "Oh iya Bu, bagaimana cara mengembalikan kedua tombak ini menjadi gelang lagi?"


"Cukup pikirkan saja sama seperti saat kamu mengubahnya menjadi tombak," jawab Elsa.

__ADS_1


"Baiklah, akan aku coba," Rain pun melakukan apa yang ibunya katakan. Tampak kedua tombak di tangannya langsung berubah menjadi partikel cahaya dan berkumpul di tangannya sampai kembali ke wujud gelang.


"T-ternyata benar—," gumam Rain. Walau ini adalah yang kedua kalinya. Tapi tetap saja dia masih dibuat kagum dengan pemandangan memukau itu.


"Ya sudah ayo. Lihat pintunya sudah mau menutup sepenuhnya," kata Elsa sambil berjalan dan menunjuk ke arah gerbang raksasa.


Rain melihat ke arah gerbang. Benar apa yang ibunya katakan. Tampak gerbang itu perlahan bergerak menutup.


"Ya," balas Rain. Lalu menyusul ibunya.


Sesampainya di luar gerbang, Elsa pun langsung membuka portal dan kembali menuju istana kerajaan.


Namun tujuan mereka kembali bukanlah hutan seperti di awal keduanya pergi. Melainkan kamar Rain.


'Andai aku bisa, menggunakan teknik perpindahan ini … bukankah aku bisa kemana-mana tanpa harus merasa lelah?' batin Rain.


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


......★★★......


__ADS_2