
Desir dibuat terpukau melihat pertarungan yang sangat luar biasa. Tubuhnya bahkan merasa merinding ketakutan, walau ia tahu ini hanya proyeksi yang dipertontonkan padanya.
★★★
Desir melihat Amilia bergerak dengan kecepatan yang melebihi kecepatan suara. Menghindari semburan dari naga-naga undead yang menyerangnya tanpa henti.
Tanah disekitar Amilia luluh lantak saat terkena semburan dari naga-naga undead. Meninggalkan jejak magma yang merah membara, dengan di ikuti suara gemuruh yang menggema sangat keras.
Saat Amilia masih terus menghindari serangan dari para naga undead. Salah satu naga mendarat tepat di depannya dan langsung menyemburkan energi padat menyerupai laser berwarna hitam kearah Amilia.
*Zruaarr!
Layaknya tumpukan pasir kecil yang ditendang. Bukit tempat di mana Amilia berada langsung hancur dan rata dengan tanah.
'Di mana dia?' Desir dengan wajah pucatnya mencari di mana keberadaan Amilia. 'Mustahil! apa jangan-jangan dia musnah terkena semburan itu,' pikir Desir.
Saat itu langit yang mendung tiba-tiba bersinar sangat terang.
Desir melihat sebuah bola cahaya raksasa bergerak terjun, membelah awan yang menutupi langit. Dengan kecepatan yang sangat luar biasa, bola cahaya raksasa itu menghantam naga-naga undead yang ada di tanah.
Ledakan dahsyat terjadi dengan diikuti Gelombang kejut yang sangat kuat, dan menghamburkan semua yang ada di sekitarnya.
"A-apa itu!?" Desir penasaran siapa yang melakukan serangan itu.
Desir baru pertama kali melihat serangan dari elemen cahaya yang sekuat dan sedahsyat ini.
Desir sampai menyipitkan matanya, sembari menghalangi sebagian pandangannya dengan lengan kanannya, karena sangat silau.
Saat itu Ia juga memperhatikan ada objek kecil melayang di langit. Desir memperhatikan objek melayang itu lebih serius, dan menyadari bahwa ternyata itu adalah Amilia.
__ADS_1
'Sejak kapan dia berada di sana!?' pikir Desir. Dia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat mengetahui sosok Amilia, yang ternyata sudah ada di langit.
Terlihat banyak luka di tubuh Amilia. Desir bahkan tidak tahu kapan Amilia mendapatkan luka-luka itu. Apa yang ia pikirkan, mungkin itu akibat semburan naga yang sebelumnya menyerang Amilia dari dekat.
"Apa mungkin bola cahaya barusan itu adalah tekniknya?" gumam Desir.
Tiba-tiba, terdengar suara raungan yang sangat keras. Sampai-sampai membuat hentakan angin badai yang lumayan kuat. Sontak itu menarik perhatian Desir.
Desir melihat ternyata raungan itu berasal serigala putih raksasa yang datang bersama Amilia. Sekujur tubuh serigala itu masih mengeluarkan kilatan petir putih.
Namun, kali ini ada bola-bola petir berwarna putih dalam jumlah banyak yang mengelilingi tubuhnya.
Dalam satu kedipan bola-bola petir menghilang dan tiba-tiba terjadi ledakan dahsyat di sisi lain. Tempat di mana para undead naga-naga itu berada.
'P-pertempuran macam apa ini!?' batin Desir.
Desir dibuat terperangah melihatnya. Matanya bahkan tidak mampu mengikuti kecepatan dari bola-bola petir yang ditembakkan oleh serigala putih raksasa itu.
"Apa sudah selesai?" gumam Desir. Melihat Amilia dan Serigala raksasa itu hanya diam sekarang.
Tapi melihat tatapan tajam keduanya seolah sudah menjawab pertanyaannya, bahwa pertarungan ini belum berakhir.
★★★
Elsa yang ada di sebelah Desir hanya diam, sembari mengamati wajah suaminya yang sekarang tampak sangat pucat. Jadi dirinya bisa sedikit memahami apa yang suaminya rasakan sekarang.
Walaupun Elsa sudah melihat ini sebelumnya, tetap saja rasa takut selalu muncul dihatinya, membayangkan putranya kelak akan bertarung sampai seperti ini.
Apa yang dilakukan Elsa selama ini pergi ke tempat-tempat seperti situs kuno yang tidak diketahui oleh banyak orang, hanya untuk mencari informasi persiapan untuk membantu anaknya.
__ADS_1
Dirinya sadar, bahwa mungkin apa yang dilakukannya tidak akan banyak membantu anaknya kelak. Namun, sebagai seorang ibu, dia hanya ingin membantu William, anaknya yang harus menanggung ini kelak. Walaupun itu tidak banyak.
'Aku tidak tahu apa semua yang kulakukan selama ini sudah cukup, tapi semoga kelak William bisa menggunakan sebaik-baiknya,' batin Elsa.
Sudah banyak hal yang sudah disiapkannya untuk William kelak. Mulai dari yang nampak, dan yang tidak. Mulai dari yang kecil, bahkan yang besar.
Semuanya sudah ia siapkan untuk anaknya kelak. Bahkan ada satu hal yang akan ia lakukan untuk terakhir kalinya kelak, dan mungkin ia juga mungkin harus mengorbankan nyawanya sendiri untuk itu.
Namun, ia akan tetap melakukannya. Elsa tidak peduli, selama apa yang dilakukannya bisa meringankan beban anaknya kelak. Nyawanya sendiri adalah hal yang murah untuknya.
Elsa menguatkan genggaman tangannya sambil memandang ke arah suaminya. Jika dirinya mati, maka ia tidak akan pernah bisa melihat wajah pria yang sangat ia cintai ini.
Elsa takut membayangkannya, namun dia akan tetap melakukan semuanya demi anaknya.
Desir yang merasakan genggaman istrinya yang semakin kuat, menoleh ke arah Elsa. Dia melihat wajah senyum istrinya yang diarahkan kepadanya.
"Elsa?" panggil Desir.
Desir tidak tahu apa arti dari senyuman wanita cantik berambut hitam yang sangat dicintainya ini. Namun entah kenapa, saat melihat kesedihan di antara senyuman itu, membuatnya merasa rasa sakit yang bercampur rasa takut di dalam hatinya.
Desir seperti merasakan firasat buruk saat melihat wajah istrinya sekarang.
"Aku tidak akan pernah pergi meninggalkanmu," secara tidak sengaja Desir mengucapkan itu. Desir tidak tahu kenapa mengucapkannya. Namun, ada rasa dimana ia memang memang harus mengatakan itu.
"Ya," balas Elsa dengan senyum di wajahnya, sambil menyandarkan kepalanya di pundak suaminya.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka dengan, Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
__ADS_1
...🙏🙏🙏...
......★★★......