
Elsa sekali lagi membuka ruang ilusinya, dan dia mengambil dua benda dari dalam sana.
"Minea, bawalah ini." Elsa menyerahkan kedua benda itu pada Minea.
"Kristal?" Minea bingung kenapa tuhan memberi sebuah kristal, dan satu gulungan kertas kepadanya.
"Ya, alat itu disebut sebagai, Kristal penyimpan. Kristal itu bisa menyimpan apapun termasuk bahan makanan. Semua yang masuk kedalamnya akan di bekukan waktunya, jadi tidak perlu khawatir makanan kalian basi," jelas Elsa. Dia sengaja memberikan itu pada keduanya untuk mempermudahkan tugas mereka, terutama dalam hal perbekalan. "Lalu yang satunya, seharusnya kamu sudah tau bukan?" ucapnya.
Minea mengangguk. "Ya, ini gulungan formasi sihir." Minea tentu sangat familiar dengan benda seperti ini. "Tapi Yang Mulia, gulungan formas sihir apa ini?"
"Itu adalah gulungan formasi sihir ilusi." ungkap Elsa.
"Eh!?" Minea tertegun saat mendengar itu. "Aku baru tahu kalau ada sihir ilusi, setahuku ilusi hanya bisa dilakukan dengan kekuatan roh," katanya sambil memandangi gulungan kertas yang berisi formasi sihir sepanjang satu meter itu.
Apa yang membuat Minea beranggapan seperti itu adalah karena selama hidupnya. Minea sama sekali belum pernah melihat pengguna sihir ilusi. Ada pun Elsa, yang mampu menggunakannya juga merupakan pengguna Roh.
"Aku yang membuatnya sendiri. Tentu saja aku juga sudah mencobanya. Itu berguna untuk membuat ilusi, di mana orang yang akan masuk kehutan itu akan kembali keluar tanpa orang itu sadari," jelas Elsa.
Elsa menciptakan gulungan itu untuk memudahkan tugas keduanya. Menjaga hutan yang sangat luas hanya berdua, jelas akan sangat sulit, jadi Elsa menyiapkan gulungan itu untuk meringankan pekerjaan mereka berdua.
Lilia terlihat memandangi tuannya dengan wajah kagum. 'Aku lupa jika, Yang Mulia adalah pengguna ganda, sama seperti ku,' batinnya.
__ADS_1
Dia juga kagum dengan Tuannya, yang sampai menyiapkan benda-benda seperti itu. Untuk memudahkan pekerjaan mereka. Itu juga sebagai bukti, bahwa Tuannya tidak sepenuhnya memasrahkan semua itu pada bawahannya.
Banyak yang tidak tahu bahwa Elsa sebenarnya adalah pengguna ganda. *Pengguna ganda adalah orang yang mampu menggunakan sihir. Disaat yang sama di juga memiliki kekuatan roh di dalam tubuhnya.*
Minea dan Mikea tampak senang menerima itu. "Terimakasih Yang Mulia, ini sangat membantu kami," kata Minea sambil menunduk dalam, dan diikuti Minea yang ada di sebelahnya.
"Ya," sahut Elsa, dengan senyuman. Lalu pandangannya beralih ke arah wanita yang masih berlutut di dekat keduanya. "Lilia, bantulah mereka mengaktifkan gulungan itu saat kamu sampai di sana," pinta Elsa.
"Baik yang Mulia," sahut Lilia.
Elsa mempercayakan ini, karena Lilia lah satu-satunya orang yang bisa menggunakan sihir, diantara mereka berlima. Bagaimanapun juga Lilia, juga pengguna ganda sama halnya dengan Elsa.
"Lalu, Daru kamu juga bawalah ini," kata Elsa, sembari sekali lagi mengambil sebuah kristal yang sama dengan yang ia berikan kepada si kembar, di dalam ruang ilusinya.
Menurutnya dia sama sekali tidak perlu untuk diberikan alat sihir semacam. Karena dia ditugaskan di perkotaan jadi tidak sulit untuknya mencari makanan.
Namun, bukan itu yang Elsa maksud.
"Di dalam sana, ada 5 juta koin emas besar yang aku katakan sebelumnya," kata Elsa. Benda itu sangat berguna untuk menyimpan benda penting seperti itu juga. Lagi pula itu untuk mempermudah Daru membawa uang itu kemanapun dia pergi, demi melancarkan urusannya yang berkaitan dengan Guild.
"Y-y-ya!?" Tubuh Daru langsung gemetar dengan wajah pucat. Di dalam kristal seukuran genggaman tangan itu terdapat 5 juta Koin Emas besar. Walau itu ringan. Tapi setelah mendengar isinya, tangannya terasa seperti mengangkat sesuatu yang sangat berat. Yang juga tidak boleh sampai ia jatuhkan.
__ADS_1
Elsa lalu berpesan. "Daru, gunakanlah semua uang itu baik-baik."
"B-b-baik, Yang Mulia!" sahut Daru dengan tubuh yang masih pucat pasi.
Lilia dan Reny juga mendapatkan kristal yang sama.
Karena merasa sudah menyampaikan apa yang ingin disampaikannya. Elsa bertanya pada semua bawahannya. "Apa masih ada yang ingin kalian tanyakan?"
Mendengar itu, mereka saling pandang sesaat. Lalu menoleh kembali ke arah Elsa sambil menggelengkan kepala mereka. "Tidak ada Yang Mulia," kata Lilia mewakili semua anak buahnya.
"Baiklah, jika memang sudah tidak ada yang ingin ditanyakan," Elsa berdiri dari duduknya. "Juga tidak ada yang perlu aku sampaikan lagi ... Kalau begitu, aku akan kembali sekarang," kata Elsa.
"Baik, Yang Mulia," balas semuanya bersamaan.
Setelah mendengar jawaban dari bawahannya. Tubuh Elsa terlihat seperti asap yang tersapu angin, dan menghilang begitu saja.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
__ADS_1
......★★★......