
Twin Fangs. Pedang kembar bermata satu yang melengkung seperti layaknya taring ular. Pedang yang juga dijuluki sebagai pedang pemakan jiwa. Itu karena mampu membunuh apapun hanya dalam sekali serang. Itu semua karena ketajaman pedang itu yang sangat luar biasa.
Bauld yang merupakan keturunan para Conqueror. Walau dia bukan keturunan yang mewarisi darah murni dan kekuatan murni. Bukan berarti dia tidak tahu seperti apa legenda dari kekuatan pusaka suci ini.
'Menurut legenda. Pedang roh biasa, atau bahkan pusaka suci biasa, hanya selayaknya kertas tipis jika beradu dengan Twin Fangs. Tapi siapa sangka jika kekuatan Pusaka suci ini lebih mengerikan dari yang aku duga,' batin Bauld.
"Tapi bagaimana mungkin, Pedang suci ini bisa lepas?" tanya Bauld. Jelas ini menjadi pertanyaannya.
"Ini juga yang membuat kami bertanya. Sampai-sampai Yang Mulia Ardra memerintahkan kami berdua untuk menangkap kembali Twin Fangs," jelas Kyuga dengan wajah bermasalah. Dia bahkan masih tidak bisa menelaah bagaimana mungkin segel rajanya, bisa dihancurkan oleh pusaka suci ini.
Ardra adalah kaisar naga. Dia juga dijuluki sebagai Roh agung. Kekuatannya setara dengan Conqueror pertama, yang juga dikenal sebagai orang terkuat sepanjang garis keturunan Conqueror. Teknik Roh dan sihir Naga Ardra jelas di level yang sangat tinggi. Bagaimana mungkin segel orang dengan kekuatan sekaliber dia, tidak mampu menahan pusaka suci ini. Pikir Kyuga.
"Yang jelas ini akan menjadi pekerjaan berat," kata Kyura, sembari menatap kearah Bauld. "Bauld, batu kami berdua menangkapnya. Sebelum yang Mulia Ardra datang kesini secara langsung," pintanya.
"Y-yang Mulia Roh Agung. Mau kemari?" tanya Bauld kaget.
"Itu benar, Kami memang disuruh menangkap kembali pusaka ini. Namun sepertinya ini sangat sulit. Aku yakin Yang Mulia pasti menonton kita bertiga, sekarang. Jika kondisi semakin mendesak, Yang Mulia pasti akan datang langsung kemari. Sebisa mungkin hal itu jangan sampai terjadi," jelas Kyura.
"Baik Master, aku mengerti," balas Bauld. "Tapi di mana pusaka suci itu?"
"Itu ada di sana," Kyuga menunjuk ke arah, di mana Twin Fangs berada.
__ADS_1
Bauld mengikuti arah kemana Kyuga menunjuk. Matanya menyipit sambil melihat ke kejauhan.
"Apa-apaan aura mengerikan itu!?" gumam Bauld dengan wajah tak percaya.
Bauld melihat pijaran cahaya merah gelap. Di sekitar pijaran itu terlihat ada asap hitam pekat. Setiap bilah mengambang itu, mengeluarkan aura yang sama persis. Melihatnya saja sudah menunjukkan betapa berbahayanya satu pusaka suci itu. Apalagi sekarang ada dua.
Menangkap senjata jelas sangat berbeda dengan menangkap manusia atau hewan. Yang jelas ini sangatlah sulit, itulah yang Bauld langsung pahami.
"Tapi, Master … bagaimana kita menangkap benda seperti itu?"
"Ya itulah yang kami pikirkan dari tadi," balas Kyuga dengan menatap Bauld dengan wajah lelah.
"Ha?" Bauld menimpali itu dengan ekspresi kagetnya. Bisa-bisa mereka berdua menyerahkan ini begitu saja kepadanya.
★★★
Di tempat lain, diwaktu yang sama. Di sebuah istana megah yang terdapat di puncak gunung.
Tempat Ini memang layak disebut istana. Namun sebenarnya ini hanyalah rumah bagi orang yang berjalan di lorong itu.
Orang itu memiliki tubuh tinggi, bahkan tingginya hampir empat meter. rambutnya panjang, dan berwarna hijau. Terdapat sepasang tanduk naga di kepalanya.
__ADS_1
Dia adalah Kaisar Naga Ardra.
Ardra berjalan ke suatu tempat dengan wajah yang sangat serius. "Apa yang terjadi, mengapa Twin Fangs bisa semarah ini?" gumamnya.
Hingga dia akhirnya sampai di sebuah ruangan, yang dalamnya tampak porak-poranda. Tempat ini adalah tempat di mana Twin Fangs sebelumnya di segel.
Ardra berjalan ke arah salah satu sudut ruangan. Di sana dia melihat sebuah patung teman seperjuangannya ribuan tahun yang lalu. Kening Ardra mengerut dengan tatapan tajam, saat melihat mata patung itu menyala ungu terang, dengan air mengalir. Membuatnya tampak patung itu seperti sedang menangis.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Ardra. Dia bingung karena ini pertama kalinya dia melihat patung itu seperti ini.
Tiba-tiba patung bergetar hebat.
Ardra bahkan mundur selangkah, dengan sangat waspada. Hingga akhirnya patung itu meledak.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
......★★★......
__ADS_1