The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Tombak Emas dan Perak - Part 2


__ADS_3

Tidak hanya tiba-tiba muncul gelang di pergelangan tangan kanannya. Tapi juga sepasang tombak yang seharusnya berada di dalam kristal kini menghilang entah kemana. Itulah yang Rain bingungkan.


Elsa manadangi Rain dengan senyum lembut, seraya membelai rambut putranya yang memasang wajah polos kebingungan.


"Rain … sekarang, coba kamu bayangkan gelang yang ada di tanganmu itu berubah menjadi tombak."


Rain menoleh ke belakang memandang ibunya yang tersenyum ke arahnya.


"B-baik," balas Rain. 


Rain perlahan memejamkan matanya sambil membayangkan kedua tombak emas dan perak yang sebelumnya dilihat.


Saat itu, tanpa disadari oleh Rain sendiri gelang di tangannya bersinar terang. Sinarnya memancar jelas dan perlahan membentuk dua buah pilar cahaya yang bertahap mulai membentuk tombak. 


Elsa sambil mengamati, memberi masukan pada Rain. Apa yang harus dilakukan selanjutnya. "Sekarang, bayangkan kamu sedang memegang kedua tombak itu."


Rain hanya mengangguk. Saat itu pilar cahaya menghilang dan kemudian muncul di kedua tangan Rain. Dia juga mulai merasakan kedua tangannya seperti memegang sesuatu. 


Saat Rain membuka matanya dia melihat ada tombak emas di tangan kanannya dan perak di tangan kirinya.


"Woah," Rain secara spontan mengeluarkan ekspresi kekagumannya. 


Bentuknya tombak itu masih sama, seperti saat berada di dalam kristal. Hanya saja ukurannya kali ini lebih kecil dari aslinya.

__ADS_1


Ini seperti kedua tombak itu berubah mengikuti ukuran yang cocok dengan Rain.


Tombak emas memiliki ujung seperti bilah golok bermata satu. Sedangkan tombak perak memiliki ujung runcing dan pipih seperti pedang bermata dua.


Di setiap bilah kedua tombak itu terdapat ukiran ular yang memiliki bentuk kepala berbeda. 


"Rain, selamat … sekarang kedua tombak itu menjadi milikmu," kata Elsa sambil menepuk punggung anaknya.


Rain mengangguk senang. "Ibu, terima kasih," ucapnya dengan wajah sumringah karena bahagia.


Elsa mengangguk puas, membalas ucapan putranya.


"Kenapa kamu tidak mencobanya?" 


"Tentu saja tidak masalah. Lagian siapa yang melarangnya," balas Elsa.


"Tapi aku belum bisa menggunakan dua tombak sekaligus," kata Rain dengan senyum kecut. Selama ini dia hanya belajar menggunakan satu tombak. 


Untuk menggunakan dua tombak secara bersamaan, dirinya bahkan belum pernah kepikiran sampai sana.


"Kalau begitu. Cobalah satu persatu. Tapi kamu juga harus belajar bagaimana menggunakan dua tombak. Seperti kakekmu, dia bahkan bisa menggunakan seribu tombak secara bersamaan."


"Ya Bu, aku pasti akan belajar menggunakannya, tidak hanya seribu, tapi aku kelak akan mengendalikan satu juta tombak secara bersamaan!" Rain menunjukkan tekadnya.

__ADS_1


Elsa mengangguk senang. "Ya, jika itu kamu. Ibu yakin kamu pasti bisa mewujudkannya."


Mungkin terkesan melebih-lebihkan. Namun, Elsa sangat percaya Rain. Tidak hanya melihat dari perkembangannya. Tapi Rain juga anak yang tekun dalam mengejar sesuatu yang ingin dicapainya. Jadi Elsa sangat yakin kalau Rain kelak pasti akan mampu mencapai cita-citanya itu.


★★★


Rain sekarang berdiri sambil memegang tombak emas dan peraknya.


'Ini lebih ringan dari yang aku kira,' batin Rain. Walau terkesan berat, namun kedua tombak yang dia pegang, benar-benar jauh dari kata itu. 


Bahkan jika dibandingkan tombaknya yang sering dia gunakan untuk latihan. Tombak itu berkali lipat jauh lebih berat.


'Aku jadi tidak sabar mencobanya.' Rain menancapkan tombak peraknya di tanah. Dia memilih untuk mencoba tombak emasnya terlebih dulu.


Rain langsung melakukan gerakan seperti menusuk berkali-kali, mengayun, memutar. Dia juga melakukan hal yang sama dengan tombak peraknya.


Elsa di tempat yang agak jauh. Tampak tersenyum memandangi putranya yang sedang mencoba kedua tombak pemberiannya.


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


......★★★......


__ADS_2