
Rain mulai mengerti apa pesan tersembunyi dari perkataan ibunya.
Ibunya, secara tidak langsung seperti memberitahukan, bahwa buku sejarah mengenai pahlawan adalah kebohongan yang dibuat, hanya untuk ketenaran semata. Atau, bisa saja itu juga dibuat dengan sengaja. Untuk melindungi sejarah asli dari banyak orang.
'Tapi untuk apa melakukan itu?' pikir Rain. 'Jika sejarah sengaja ditutup-tutupi. Itu berarti ada sesuatu yang berusaha pembuat sejarah lindungi, tapi apa?'
Rain seketika membebankan kepalanya dengan pertanyaan besar itu. Namun, dia tidak tahu jawabannya sama sekali.
'Jika ternyata tidak ada hal semacam itu, dan melainkan sejarah dibuat untuk ketenaran semat. Bukankah itu berarti seluruh dunia sudah ditipu?' pikir Rain.
"Sudah kamu jangan terlalu memikirkan hal itu, tanpa kamu cari. Semuanya pasti akan terungkap dengan sendirinya," kata Elsa. Seolah tahu apa yang dipikirkan oleh anaknya.
"Y-ya," kata Rain.
"Kalau begitu Rain, mundurlah sedikit. Ibu mau membuka gerbang ini," kata Elsa.
"Eh? Sendiri? Tapi bagaimana caranya?" balik tanya Rain.
"Walau ibu perempuan, ibu itu kuat lo," kata Elsa sambil berpose menekuk tangan kanannya bermaksud menunjukkan ototnya. Tapi sayangnya itu rata, selayaknya wanita biasa pada umumnya.
"Y-ya, aku percaya," balas Rain dengan senyum ragu di wajahnya.
Elsa yang melihat ekspresi anaknya, merasa sedikit jengkel. "Kalau kamu tidak percaya, biar ibu buktikan," kata Elsa lalu bangkit berdiri dan berbalik berjalan ke arah gerbang raksasa itu.
Rain melihat ibunya menempelkan telapak tangan kanannya di gerbang itu.
★★★
__ADS_1
Elsa memejamkan matanya, dan menarik nafasnya dalam-dalam.
Bersamaan Elsa membuka matanya dengan cepat. Dia juga mengalirkan energinya dari tubuhnya ke tangan kanannya.
Pintu gerbang raksasa yang tadinya tertutup rapat, langsung terbuka dengan kuat, seperti pintu rumah yang didobrak dengan paksa.
Dentuman keras terdengar menggema di seluruh ruangan tumpukan gunungan emas bahkan longsor.
Rain yang bahkan hanya berdiri diam, sampai terangkat ke udara hanya karena hentakan gerbang besar itu.
Elsa berbalik menatap Rain. "Gimana? Ibu gak bohongkan, kalau kuat?" tanya Elsa dengan senyum ceria di wajahnya.
Tapi tidak ada jawaban sama sekali dari anaknya.
"Rain apa kamu mendengarkan ibu?" tanya Elsa, seraya memiringkan kepalanya.
Rain tidak bisa berkata-kata. Dia seolah membatu di tempat seketika, karena syok melihat apa yang ibunya lakukan.
"Rain apa kamu mendengar ibu? Rain!" teriak Elsa sambil mengguncang pundak anaknya itu. "Rain apa kamu baik-baik saja?"
Rain pun langsung tersadar. "Y-ya, aku baik-baik saja," katanya sambil terperanga menatap ibunya.
"Syukurlah, ibu kira kamu pingsan karena kaget," lata Elsa dengan wajah lega.
"I-ibu, sebenarnya apa yang barusan ibu lakukan?"
"Ah itu, ibu hanya menembakkan energi padat dari telapak tangan ibu," balas Elsa dengan wajah santai. "Jadi bagaimana? Ibu kuat kan?"
__ADS_1
"Y-ya, aku tidak menyangka ternyata ibu sangat kuat," balas Rain.
"Ya sudah, ayo masuk. Kita nggak boleh berlama-lama di sini, atau pintu akan kembali tertutup." Elsa langsung meraih tangan putranya dan menuntunnya untuk berjalan masuk kedalam.
Rain pun hanya nurut membiarkan ibunya menuntunnya. Di hatinya dia semakin penasaran, sebenarnya apa yang ingin ibunya berikan padanya.
★★★
Rain tidak menyangka ternyata ruangan di balik gerbang besar itu, tidak seluas yang dia kira. Mungkin ini hanya ⅛ dari ruangan yang ada di luar.
Penampakan di dalam juga sangat berbeda dengan yang ada di luar. Tidak ada emas atau perhiasan sama sekali. Yang ada hanyalah lima batu kristal besar berbentuk Ortorombik.
Namun, Rain lebih tertarik dengan apa yang ada di dalam kristal-kristal itu.
"Rain, apa yang ibu ingin berikan padamu adalah itu," kata Elsa sambil menunjuk ke salah satu Kristal.
Mengikuti arah ibunya menunjuk, Rain melihat sebuah Kristal yang didalamnya terdapat dua buah tombak kembar, yang berwarna emas dan perak.
"Untukku?" tanya Rain seraya menatap kearah ibunya.
Elsa mengangguk dengan senyum di wajahnya. "Ya, tombak Golden Snake dan Silver Viper itu sebelumnya adalah milik kakekmu, dan dia memberikannya ke ibu. Tapi sekarang ibu mewariskannya padamu," ungkapnya.
Rain yang mendengarnya terdiam, dengan ekspresi tak percaya.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
__ADS_1
...🙏🙏🙏...
......★★★......