
"Apa kamu tau, apa yang membuat isu ini bisa muncul?" tanya Eriaz.
Tentu ini yang Eriaz sangat ingin tahu, mustahil isu bisa tersebar tanpa alasan yang jelas dan kuat apalagi isu ini mengenai keluarga kerajaan langsung.
Hanya orang nekat yang berani bertindak gila seperti ini tanpa pemikiran matang dan asal-asalan.
Lagi pula jika ini memang disebar untuk menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap garis keturunan kerajaan. Maka sudah dipastikan bahwa orang-orang ini adalah penghianat.
"Isu ini bisa tersebar, itu karena ada kabar bahwa pangeran William sedang terluka parah akibat hanya terkena dampak dari kekuatan roh pangeran Rain," jelas Pria tua.
Eriaz membesarkan matanya. "Tapi bagaimana mungkin apa, keduanya bertengkar. Setahuku Pangeran Rain sangatlah menyayangi adik-adiknya terutama pangeran William. Aneh saja jika muncul perselisihan di antara keduanya, atau mungkin ini hanya pertengkaran anak-anak?" tanya Eriaz.
"Sepertinya tidak seperti itu. Menurut informasi yang saya miliki, keduanya saat itu hanya berlatih tanding. Tapi sepertinya pangeran Rain memamerkan kekuatan rohnya pada Pangeran William, hingga membuatnya terluka," jelasnya.
Eriaz mengerutkan keningnya. "Apa itu bisa dipercaya?"
"Aku tidak bisa menjamin itu. Tapi informan dan mata-mata kami adalah orang yang memang sudah biasa mencari informasi mengenai hal ini," ungkap pria tua.
"Jadi ini belum pasti juga ya, dengan kata lain hanya simpang siur," kata Eriaz
"Ya, bisa dibilang begitu."
"Lalu informasi apa lagi yang kamu punya mengenai masalah ini?" tanya Eriaz.
__ADS_1
"Tentu saja." Pria tua mengangguk. "Ada berita mengatakan, bahwa kemungkinan sebentar lagi akan diadakan upacara kebangkitan untuk pangeran William. Itu karena banyak tekanan yang dilakukan oleh pihak bangsawan kepada kerajaan," jelasnya.
Eriaz dibuat tidak percaya dengan aoa yang baru saja dia dengar. "Tunggu dulu bukannya ini terlalu cepat untuk pangeran?" ujarnya.
"Itu benar, belum lama ini juga pangeran Rain melakukan upacara kebangkitannya. Tapi sepertinya ini terjadi karena tekanan dari para bangsawan, yang membuat pihak kerajaan tidak bisa berbuat banyak."
"Ini terlalu mendadak," gumam Eriaz.
Jelas ini sangatlah mendadak. Tidak hanya mengenai acara yang akan dilakukan, tapi juga umur William yang masih terlalu muda seharusnya belum berkewajiban melakukan upacara ini.
Tampak Eriaz memasang wajah sangat serius sambil menatap meja kosong di depannya. Memikirkan ini, membuat Eriaz sadar betapa seriusnya masalah ini.
Seolah tidak peduli dengan apa yang dipikirkan kliennya. Pria tua itu menambahkan. "Ada juga isu mengatakan beberapa bangsawan telah membayar beberapa orang untuk menyebarkan isu ini."
Eriaz lalu menatap tajam ke arah orang tua di depannya "Apa orang itu juga termasuk kamu?"
Melihat pekerjaan yang dilakukan orang tua ini yang menjual sebuah informasi. Membuat Eriaz mencurigainya. Lagi pula bukan tidak mungkin jika apa yang dia duga adalah benar.
Namun, orang tua itu menyangkalnya. "Tentu saja tidak. Kami lebih baik bersikap netral daripada harus menjadi musuh Yang Mulia Ratu, kami juga masih mau hidup," katanya sambil tersenyum kecut.
"Apa maksudmu? tanya Eriaz sekali lagi.
"Ini bukan informasi, tapi hanya dugaanku pribadi saja. Menurutku tidak mungkin Yang Mulia Ratu hanya duduk diam, saat melihat anaknya di jadikan kambing hitam seperti ini. Apa kamu lupa, Tuan. Siapa sebenarnya Yang Mulia Ratu kerajaan ini?" balik tanya orang tua itu.
__ADS_1
Eriaz hanya diam tidak menjawabnya. Tentu saja dia tahu seperti apa Elsa, dari Elsa kecil dia sudah tahu seperti apa sifat putri semata wayang tuannya itu.
Orang tua pun berkata. "Orang yang tidak hanya terkenal di luar, tapi juga sangat terkenal organisasi gelap seperti kami, orang yang tidak akan segan menghabisi siapapun yang berani mengusik ketenanganmu," ujarnya.
"Kamu benar." Eriaz sangat setuju dengannya. Menag seperti itulah Elsa.
"Aku juga penasaran apa yang akan dilakukan Yang Mula Bauld saat mendengar ini, atau mungkin dia sudah tahu?"
"Kau berkata seperti itu seolah kamu sangat mengenal Yang Mulia," celetuk Eriaz.
"Tentu saja aku mengenalnya, bagaimanapun dia adalah pahlawan kami," katanya sambil membatalkan sihirnya.
Wajah pria tua itu perlahan berubah. Dari yang tadinya manusia berusia diatas 50-an. Kini berubah menjadi kepala serigala berbulu hitam dengan satu penutup mata di sebelah kiri.
"Aku tidak menyangka akan bertemu demi human dari ras Lycan sepertimu di sini," kata Eriaz.
"Aku juga sama, siapa sangka akan bertemu ras elf gurun sepertimu di sini," balas Pria tua itu.
*Lycan adalah salah satu Demi Human atau manusia setengah hewan. Yang juga disebut sebagai manusia serigala.*
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
__ADS_1
...🙏🙏🙏...
......★★★......