The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Dunia ilusi - Part 3


__ADS_3

Elrion dan Kornu berusaha bangkit dari tumpukan puing-puing tebing yang mengubur mereka.


Tampak keduanya sekarang berlumuran darah, dengan armor mereka yang juga sudah hancur akibat benturan yang mereka alami.


"Uargh!" Elrion muntah darah. Dia sepertinya mengalami luka dalam yang cukup parah akibat dampak dari pukulan golem Elsa. 


Kornu yang melihat kondisi Elrion, sambil merangkak berusaha bergerak ke arah atasannya itu. "J-jenderal, apa kamu baik-baik saja?"


"Cuh!" Elrion meludahkan darah yang menghalangi pernapasannya. "Seharusnya itu yang menjadi pertanyaanku," ujarnya. "Lihat dirimu sekarang berlumuran darah sampai seperti itu."


Tentu kondisi Kornu juga tidak bisa di bilang baik. Walau tak separah Elrion,  tapi jelas lukanya juga layak untuk disebut parah.


"Ma-maaf Jenderal, andai aku sempat menyiapkan barrier magic, mungkin kita tidak akan terluka sampai seperti ini," kata Kornu.


"Lupakan masalah itu, yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita harus melawan monster ini!" balas Elrion.


Jangankan Kornu, bahkan dirinya saja tidak sempat berkutik sedikitpun saat itu. 


Lagi pula yang terpenting sekarang bukanlah masalah sempat atau tidak. Tapi bagaimana cara mereka sekarang melawan musuh sekaliber Elsa.


"Walau aku sama sekali tidak merasakan pancaran energinya sama sekali. Tapi melihatnya hanya menggunakan golem, untuk menyerang kita sampai sejauh ini …."

__ADS_1


Kornu bahkan masih tak percaya dengan apa yang baru saja mereka alami. Tidak hanya pasukan mereka yang sebagian besar di musnahkan. Tapi juga mereka berdua dibuat seperti orang amatir di hadapan Elsa.


Tentu Elrion sangat paham apa yang dipikirkan bawahannya sekarang. Itu hal normal. Bahkan dirinya sendiri juga tidak jauh berbeda dengannya.


"Asal kau tahu saja, dia adalah orang terkuat di kerajaan Brama—. Tidak, dia bahkan orang terkuat di dunia saat ini, ada yang mengatakan wanita itu juga jauh lebih kuat dari ayahnya sendiri," jelas Elrion.


Mendengar itu Kornu tersentak. "Apa maksudmu kesatria seribu tombak?" 


Elrion mengangguk. "Ya, orang yang bahkan di juluki sebagai Raja tombak terkuat pada masanya, sekaligus pahlawan yang menghentikan perang dengan kerajaan demi human puluhan tahun lalu," jelasnya.


Tidak ada yang tidak mengenal siapa Ksatria yang dimaksud Elrion. Kisah Bauld bahkan sudah mengakar seperti kisah pahlawan bagi anak-anak di kerajaannya. 


Orang yang telah menghentikan perang besar antara ras manusia dan demi human, sekaligus orang yang dikatakan telah membunuh demon yang menghasut perang pada masa itu.


Membayangkannya saja sudah sangat sulit seberapa kuat orang itu. Dan sekarang ada yang jauh lebih kuat darinya. 


"Bagaimana cara kita harus melawan orang yang bahkan jauh lebih kuat darinya sekarang?" Kornu seperti dilanda rasa sakit yang luar biasa di kepalanya. Seolah dia mencari solusi tapi selalu kembali pada pertanyaan awal. Bagaimana?


"Jenderal ini jelas mustahil! Kita harus lari! Lupakan misi penyerangan ini, dan lari dari tempat ini!" teriak Kornu Panik.


Elrion hanya mendecakkan lidahnya saat mendengar suara kefrustasian bawahannya. 'Tapi memang benar apa yang dikatakannya. Ini jelas hal yang tidak akan berguna sama sekali jika kita melawannya. Kekalahan mutlak adalah hasil yang bahkan sudah didepan mata,' batin Elrion.

__ADS_1


"Kornu, apa kamu masih sanggup menggunakan sihir teleport?" tanya Elrion.


"Masih, Jendral," jawabnya.


"Kalau begitu siapkan sihir itu sekarang juga. Kita harus kembali kekerajaan sebelum dia sampai di sini!" kata Elrion.


"Baik—. Hm? ada apa ini, kenapa langitnya—. Ha!? Kenapa langitnya berubah menjadi lautan!?" Kornu tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. 


Langit yang seharusnya berawan, kini seperti lautan yang memiliki ombak. Ini lebih seperti melihat laut dari ketinggian hanya saja posisinya di balik, dimana mereka melihat langit kini berubah menjadi samudra lepas.


"Sepertinya kita sudah terlambat," gumam Elrion saat melihat itu. Hanya satu orang yang mampu melakukan teknik ekstrim seperti ini.


"Apa maksudmu Jenderal?" tanya Kornu dengan wajah bingung bercampur panik dan takut.


"Kita sudah berada di dalam dunia ilusinya," jelas Elrion. 


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


......★★★......


__ADS_2