
Elrion terus memimpin pasukannya berjalan melalui hutan menuju titik yang sudah ditentukannya untuk membangun basis.
Namun, Kornu merasa ada yang tidak wajar. "Jendral apa kamu tidak merasa ada yang aneh?"
Elrion mengangguk. "Ya, ada yang tidak beres."
Dia sebenarnya sudah merasakan hal ini sejak lima menit yang lalu. Entah kenapa ada yang tidak wajar. Tapi dia juga tidak tahu apa yang tidak wajar ini.
Sama halnya Elrion dia juga sama tidak tahu. Sulit bagaimana mengungkapkan apa yang dirasakannya sekarang. Apa yang dia tahu hanyalah firasatnya mengatakan bahwa ada yang tidak beres sekarang.
"Hei kau, masih berapa kita sampai ke lokasi itu?" tanya Elrion. Kepada prajurit yang sebelumnya dia kirim menjadi mata-mata.
"Tidak jauh Jenderal, mungkin sekitar 15 menit lagi," Kata prajurit itu. Lalu menunjuk kesalah satu pohon tertinggi yang ada jauh di depan sana. "Setelah melewati pohon besar itu kita akan sampai Jenderal," jelasnya.
Pohon itu memanglah sangat tinggi. Bahkan saking tingginya mereka bisa melihat ujung teratasnya. Walau itu seharusnya terhalangi oleh pepohonan di hutan.
Elrion memandang jauh ke arah pohon yang di maksud. "Hm, baiklah," ucapnya dan melanjutkan perjalanan.
★★★
Setengah jam berlalu, dan entah kenapa Elrion bersama pasukannya tidak sampai-sampai di tempat yang mereka tuju.
"Jenderal, hanya perasaanku, atau semakin kita mendekati pohon itu, entah kenapa bukannya semakin dekat, tapi pohon itu terasa semakin jauh," kata Kornu.
Ini sangat aneh. Tidak wajar juga. Mereka sudah berjalan lurus ke arah pohon itu. Tapi mereka serasa malah seperti berjalan mundur.
Elrion menatap ke arah pohon yang dimaksud. Wajahnya langsung berubah serius. "Kamu benar juga, tidak seharusnya kita butuh waktu selama ini hanya untuk melintasi hutan ini," katanya.
'Sebenarnya apa yang terjadi?' batinnya. Elrion mulai merasa gelisah. Ini jelas hal yang tidak normal.
__ADS_1
Elrion lalu menoleh ke arah Kornu yang ada di sebelahnya. "Hei, Kornu apa kamu merasakan ada kehadiran musuh di dekat kita?"
Kornu adalah seorang Sword Magician. Daya jangkau tekniknya jelas lebih jauh dari pengguna roh sepertinya. Kornu juga ahli dalam sihir deteksi. Menanyakan hal ini padanya jelas merupakan opsi terbaik saat ini.
Kornu menggelengkan kepalanya. "Tidak Jenderal, aku sama sekali tidak merasakan musuh di dekat kita," Kornu sangat yakin. Sejak mereka memasuki hutan, sebenarnya dia sudah mengaktifkan sihir area untuk mendeteksi keberadaan musuh. Dan sampai sekarang dia sama sekali tidak merasakan ada musuh satupun.
"Tapi tunggu sebentar Jenderal." Kornu merasa perlu mengaktifkan sihir deteksi yang lebih kuat untuk lebih memastikannya. Dia tidak ingin karena kelalaian kecilnya, akan berakibat fatal baginya dan semua pasukan yang mereka bawa.
Kornu langsung turun dari kudanya, lalu mencabut pedangnya, dan menancapkan ujungnya ke tanah.
"Saint Magic … Area Deteksi!" Dalam sekejap tiba-tiba muncul sebuah lingkaran sihir tepat di bawah kakinya.
Lingkaran itu mengeluarkan bunyi seperti tetesan air, disaat yang sama udara disekitarnya menyebar dengan lembut layaknya gelombang di permukaan air yang terkena tetesan.
Gelombang itu menyebar hingga berkilo-kilo meter, dengan Kornu sebagai pusatnya. Dengan itu juga Kornu bisa merasakan semua kehidupan di dalam hutan ini, tidak hanya jumlah pohon, dan hewan, tapi serangga kecil, bahkan jumlah daun yang ada di tanah pun Kornu bisa tahu.
Perlu beberapa untuk Kornu hingga dia mengakhiri sihirnya.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya Jenderal, bahkan setelah menggunakan sihir ini, aku sama-sekali tidak mendeteksi satupun orang ataupun musuh di seluruh area hutan ini kecuali kita. Yang ada hanyalah hewan dan serangga penghuni hutan ini," jelasnya.
"Hm, baiklah. Kalau begitu kita lanjutkan," kata Elrion.
"Baik Jenderal," balas Kornu dan kembali menaiki kudanya.
Walau sebenarnya dia masih belum yakin, Elrion tetap percaya pada Kornu, yang merupakan orang kepercayaannya.
Namun, baru beberapa meter mereka maju. Tiba-tiba hutan yang tadinya cerah, dalam sekejap berubah menjadi dipenuhi kabut tebal.
Elrion dan Kornu yang melihatnya langsung berubah menjadi waspada dengan wajah yang sangat panik.
__ADS_1
"Semuanya tetap.waspada kita kedatangan musuh!" Teriak Erlion.
"Ya!" seru semua perajurit.
"B-bagaimana mungkin? Aku yakin sama sekali tidak merasakan kehadiran siapapun," kata Kornu.
"Kornu tetap fokus! Tidak ada waktu menyalahkan dirimu sendiri! Satu yang pasti, musuh kita saat ini sangatlah berbahaya!" tegur Elrion.
"Hm?" Elrion menoleh kebelakang.
"Ada apa Jenderal?" tanya Kornu
"Entah kenapa, Tiba-tiba semua terasa sunyi," balas Elrion. Semua pasukan yang ada di belakangnya entah kenapa terasa seperti menghilang dalam sekejap. Itulah yang Elrion rasakan.
Saat itu.
"Ada apa? Kenapa kalian terlihat sangat panik seperti itu?"
Terdengar suara wanita dari arah depan mereka. Semua prajurit yang ada di sekitar Elrion langsung berpindah ke depan Elrion dengan pedang di di tangan mereka.
Sebuah berbentuk oval portal setinggi tubuh manusia muncul di depannya.
Saat itu ada sosok wanita dengan armor full body berwarna hitam pekat. Rambut hitamnya dikucir ke belakang. Dia wanita yang sangat cantik menawan dan juga penuh kharisma. Di usianya yang jelas tidak muda lagi, tetap saja tidak memudarkan keanggunan dan wibawanya.
Tapi bukannya terkesima dengan kehadirannya. Elrion malah membelalak kaget. Saat melihat wanita yang dijuluki sebagai Ratu ilusi ini, ada di hadapannya.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
__ADS_1
...🙏🙏🙏...
......★★★......