
Sepasang Twin Fangs terus didorong oleh sepasang tombak hingga memaku tebing yang ada di kejauhan.
Daarrr! … Dentuman keras terdengar. Dari kejauhan juga terlihat sambaran-sambaran petir biru yang sangat banyak. Diikuti debu mengepul tinggi di udara.
'Tidak sama seperti dulu, dia semakin tua juga semakin kuat ya,' batin Kyuga melihat teknik Bauld yang baru saja menyelamatkannya.
Saat itu Bauld dan Kyura tiba di tempat Kyuga berada.
"Master Kyuga apa kamu baik-baik saja?" tanya Bauld.
"Aku baik-baik saja, terima kasih juga telah menolongku," balas Kyuga. Jika tidak diselamatkan oleh Bauld mungkin kepalanya sekarang sudah memisahkan diri dari tubuhnya. Itulah yang Kyuga yakini.
"Sama-sama," balas Bauld. "Tapi ini jauh lebih sulit dari yang kuduga. Ketajamannya yang sangat luar biasa, membuatnya lebih berbahaya," ujar Bauld.
Kyura mengangguk setuju dengan perkataan Bauld. "Ya, ini lah yang membuat kami kesulitan. Jika hanya melawan mungkin cerita lain, tapi sayangnya kita disuruh menangkapnya," ungkapnya.
Menangkap benda yang dari ujung bilah sampai pegangannya adalah bahaya tingkat tinggi, jelas bukan hal yang mudah. Ditambah berpikir bagaimana menahannya saja sudah sulit. Membuat pekerjaan ini seperti tidak memiliki solusi sama sekali.
Kyuga dan Kyura adalah ras naga. Tentu keduanya sebenarnya jauh lebih kuat dibanding Bauld. Tapi kekuatan itu seperti tidak berguna sama sekali, saat berhadapan dengan Twin Fangs.
Disaat mereka bertiga terdiam, dan merenung memikirkan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Saat itu, dua bilah energi padat raksasa melesat lurus secara vertikal memotong daratan dan udara, dengan kecepatan yang tak masuk di nalar.
"Awas!" Kyura yang menyadarinya langsung berteriak memperingatkan keduanya.
Kyuga dan Bauld tersentak melihat bilah energi raksasa melesat bagaikan badai, dengan kecepatan tinggi ke arah mereka.
__ADS_1
Ketiga bergerak terbang menyebar berusaha menghindari itu.
Bauld melihat bilah itu melintas di depannya, walau jaraknya dengan bilah itu lumayan jauh, karena dia juga berusaha menghindar. Tapi pancaran energi yang dirasakannya sangat kuat dan kental. Bahkan saat dia melihat tanah di sepanjang jalur yang baru saja dilewati bilah energi itu. Semuanya meleleh seperti lilin yang terbakar. Menunjukkan betapa luar biasa panas energi itu.
"Luar biasa," Kyuga tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Melihat apa yang terjadi.
"Disaat kita bermaksud menangkapnya, sepertinya Twin Fangs malah berniat menghabisi kita bertiga," celetuk Kyura dengan senyum kecut di wajahnya.
"Kamu benar." Kyuga hanya bisa mengangguk membenarkan apa yang diucapkan saudara kembarnya itu.
Saat itu, tiba-tiba kristal di langit-langit labyrinth mulai meredup dengan sendirinya.
"Apa yang terjadi?" Bauld kebingungan ini adalah pertama kalinya dia melihat fenomena seperti ini di dalam Labyrinth seumur hidupnya.
Bauld menoleh memandangi Kyuga dengan wajah penasaran. 'Sebenarnya apa yang terjadi, mengapa master terlihat senang seperti itu?' batin Bauld.
"Kamu benar, sampai-sampai Yang Mulia harus turun tangan sendiri," sahut Kyura sambil tersenyum kecut.
Mendengar kaya Yang Mulia, Bauld mulai menyadari siapa yang dimaksud kedua masternya.
"Mungkinkah?" gumam Bauld.
"Yah, seperti yang kamu pikirkan. Yang Mulia Ardra datang," kata Kyuga.
Bauld pernah bertemu Ardra sekali di saat dirinya masih muda dulu. Saat dia dijadikan murid oleh Kyuga dan Kyura, yaitu 35 tahun yang lalu. Namun, itu hanya sebatas melalui kristal komunikasi. Dia sama sekali tidak pernah bertemu dengan Ardra secara langsung.
__ADS_1
"Kalian bertiga istirahatlah." sosok Ardra muncul dan keluar dari portal sambil mengatakan itu.
Ardra keluar dengan wujud manusianya.
Rambut hijau panjangnya berkibar, dengan armor perak yang sangat mewah.
Sosok tinggi besar itu, memegang sebuah pedang yang mengeluarkan pancaran energi berwarna hijau.
Bauld hanya bisa membeku di tempatnya, melihat kehadiran sosok legendaris Ardra. Bukan hanya Ardra yang berasal dari ras Naga, tapi juga sosok yang disebut sebagai pahlawan dalam sejarah. Yang pernah menyelamatkan dunia ini bersama leluhurnya, jauh di masa lampau.
Sosok Ardra terbang melayang dan mendekat kearah Kyuga dan Kyura.
"Selamat datang, Yang Mulia," kata Kyuga sambil membungkuk sangat sopan dengan tangan kanan di dadanya.
Kyura ikut membungkus, sama seperti Kyuga. "Maafkan kami Yang Mulia, sepertinya kami kesulitan untuk menyelesaikan tugas yang anda berikan," kata Kyura.
Ardra mengangguk, memaklumi itu. "Tidak masalah, biar aku sendiri saja yang mengurusnya," sahut Ardra lalu berbalik ke arah Twin Fangs berada, sambil melirik sesaat kerah Bauld.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
......★★★......
__ADS_1