The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Ratu ilusi - Part 2


__ADS_3

5.000 pasukan bergerak dari barat menuju timur. Mereka semua mengendarai kuda dengan mengenakan peralatan perang komplit, seperti tombak dan pedang di kedua pinggang mereka. Mereka semua bergerak perlahan melintasi lebatnya hutan perbatasan wilayah barat kerajaan Brama.


Tidak ada bendera atau lambang apapun yang mereka bawa, sebagai penunjuk dari mana mereka berasal. Bahkan Armor yang mereka kenakan tampak sangat usang. 


Jika dilihat sekilas mereka seperti pasukan tentara bayaran dalam jumlah besar. Ini tentu tidak normal bagaimana tentara bayaran bergerak seperti ini, seperti dalam.jumlah yang juga sangat besar.


Saat itu seorang mengenakan perlengkapan yang sama, dari arah berlawanan memacu kudanya menuju pusat pasukan. 


Seorang pria paruh baya dengan bekas luka sayatan di mata kirinya langsung mengangkat tangannya, mengisyaratkan semua pasukannya untuk berhenti. Itu karena dia melihat orang yang dia kirim untuk memata-matai lokasi tujuan mereka sudah kembali. Namanya Elrion, dia juga pemimpin pasukan ini, dan jenderal besar kerajaan Ginarust.


Sesampainya di sana, seorang mata-mata itu langsung turun dari kudanya dan berlutut ke arah Elrion.


"Jendral, saya kembali," kata mata-mata itu.


"Bagaimana? apa ada pergerakan dari kerajaan Brama?" tanya Elrion.


"Tidak ada jendral," jawab pria mata-mata itu. "Semuanya benar-benar kosong dan aku sama sekali tidak melihat pergerakan apapun. Aku juga sudah mengecek lokasi utu dan tidak menemukan jebakan sama sekali," jelasnya.


"Kerja bagus," Elrion tersenyum mendengar laporan anak buahnya. "Seperti rencana awal kita akan membuat perkemahan di sana."

__ADS_1


"Baik, Jendral," balas seseorang yang berkuda di sebelahnya. Dia tampak jauh lebih muda dari Elrion. Namanya, Kornu dia merupakan tangan kanan Elrion.


"Tapi Jendral, apa bangsawan itu memang bisa di percaya?" tanya Kornu. 


"Tentu saja, dia sendiri yang datang kepada Yang Mulia dan menawarkan kerja sama ini," balas Elrion.


"Tidak, bukan itu maksudku. Tapi apa dia tidak bermaksud menipu kita?" Kornu masih belum bisa mempercayai bangsawan kerajaan Brama, yang memberikan usulan kerja sama ini.


Itu jelas. Sudah lebih satu dekade kerajaan Brama dan Ginarust mengalami perselisihan yang bisa dibilang perselisihan dingin. Tidak ada kerja sama apapun antara kedua kerajaan ini.


Perselisihan ini diakibatkan oleh perang 300 tahun lalu, akibat perebutan wilayah perbatasan. Ginarust mengalami kekalahan saat itu dan harus rela Wilayah timur yang mereka klaim hilang. 


Kerajaan yang dulu sangat dikagumi karena kekayaannya itu hilang, dan berubah menjadi kerajaan berkembang akibat perang itu. 


Sebaliknya kerajaan Brama yang mendapatkan dukungan ekonomi dari aliansi mereka bisa bangkit dan malah meninggalkan mereka yang terpuruk. Ketimpangan sosial, pendidikan, hingga kemajuan militer terlihat jelas antara dua kerajaan ini. Bahkan masyarakat Ginarust mulai iri saat melihat kemajuan pesat kerajaan Brama.


Tidak sedikit rakyat mereka yang bahkan rela meninggalkan kerajaan Ginarust dan pergi ke kerajaan Brama untuk memperbaiki nasib.  


Pernah ada penawaran perdamaian dari Brama, sehingga akan membuat hubungan antar kedua kerajaan membaik. Bahkan Kerajaan Brama juga menawari kerajaan Ginarust kerjasama ekonomi dan budaya. Tapi sekali lagi dendam dan harga diri sangatlah tinggi dan membuat raha Ginarust menolak keras tawaran itu.

__ADS_1


Sungguh ironi memang. Kejadian akibat perselisihan jaman dulu berlarut sampai sekarang Elrion juga sadar betul dengan hal itu. Namun dia tidak mau berkhianat dengan keyakinan raja mereka. Dan memilih untuk mengambil langkah yang sama dengan. Raja mereka.


Hingga suatu hari, ada seorang bangsawan kerajaan Brama berkunjung. Dia menawarkan kerjasama.


Karena niatnya memberontak dan merebut kekuasaan. Dia meminta bantuan pada rajanya. Dan sebagai imbalan, Wilayah yang pernah diperebutkan 300 tahun lalu akan dikembalikan ke kerajaan Ginarust sebagai imbalan jika misi ini sukses. 


Tentu saja tawaran itu langsung diterima raja, dan Elrion hanya mengikuti perintah rajanya. Andai ini benar-benar sukses, mungkin hari ini akan menjadi hari kembalinya masa kejayaan kerajaan Ginarust.


Tapi kekhawatiran tentu muncul. Apa ini memang bukan jebakan? Elrion sangat paham pemikiran anak buahnya. Tapi dia yang melihat langsung orang itu. Orang yang menawari kerjasama ini, membuatnya memiliki keyakinan lain.


"Tidak, jika dia memang berniat menipu, atau kerajaan Brama yang berniat menipu kita. Tidak perlu mereka melakukan hal seperti ini. Karena dengan mereka menggerakkan ⅛ kekuatan militer mereka saja sudah lebih dari cukup, meluluh lantakkan kerajaan Ginarust," jawab Elrion. Seraya berkata dihatinya. 'Yah, meratakan kerajaan Ginarust, tentu hal yang sangat sepele bagi kerajaan terkuat di dunia ini.'


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....


...🙏🙏🙏...


......★★★......

__ADS_1


__ADS_2