
Elsa menyelesaikan proyeksinya. Itu karena dia melihat kondisi suaminya yang sudah tidak mungkin lagi untuk melihatnya.
"Uwagh!" Desir muntah. Wajahnya pucat. Keringat dingin terlihat jelas mengalir di wajahnya yang tampak sangat syok.
Tayangan terakhir yang dia lihat, sangatlah berefek pada tubuhnya. Bukan pada fisik tapi lebih pada mentalnya.
Desir melihat hal yang dia rasa sangat mengerikan. Bagaimana Amilia menyegel portal raksasa itu. Disaat yang sama, energi kehidupan Amilia juga terhisap. Tubuh muda Amilia bahkan perlahan berubah menjadi tua sampai kering dan menyisakan kulit dan tulang. Rambut hitamnya memutih, darah keluar dari semua lubang di tubuhnya, bahkan pori-pori di kulitnya juga tidak luput dari itu.
Banyak suara teriakan kesedihan dan penderitaan juga bergema dari dalam portal. Membuatnya merasakan ngeri yang bahkan tak terlukiskan. tubuhnya merinding sampai ke kepala, seolah rada sakit itu ter-transfusi melalui jeritan-jeritan itu.
Desir melihat bagaimana Amilia menangis dan bahkan ikut menjerit, saat melakukan itu. Walaupun terlihat sangat menyiksa dia tetap berusaha menyegelnya. Tidak ada yang membantunya. Hanya dia sendiri. Tidak ada yang merasakan penderitaan yang sebenarnya yang dialaminya, benar-benar hanya sendir.
Desir tidak mampu membayangkan apa yang dirasakan Amilia saat itu. Tapi yang jelas fisik dan hatinya disiksa secara bersamaan, saat melihat penderitaan dari Amilia.
Dilihat dari manapun Amilia jauh lebih muda darinya, dia juga seorang wanita. Tapi hal yang ditopang ditubuh itu sangatlah berat. itulah yang Desir bisa tafsirkan hanya dari melihat perjuangan Amilia.
'Sebenarnya apa yang membuatnya sampai rela melakukan itu, bahkan dia tidak dikenal dalam sejarah sekalipun?' batin Desir.
Sosok pahlawan jelas terlukis jelas pada Amilia. Kejujuran hatinya itu seolah menepis semua hal yang selalu dibanggakan semua orang hanya karena telah berbuat secuil kebaikan, dan menganggap diri mereka lah yang terbaik dan pahlawan. Sungguh konyol ... sangat konyol.
Elsa yang ada di sebelahnya tampak sangat, mendekat dan bertanya. "Sayang, apa kamu baik-baik saja?"
Raut wajah khawatir terlihat jelas di wajah Elsa sekarang.
"Y-ya, aku baik-baik saja, maafkan aku," balas Desir, dengan senyum yang dipaksakan.
"Mengapa kamu minta maaf?" tanya Elsa. Tentu saja ini menjadi pertanyaan. Menurutnya tidak ada kesalahan yang dilakukan suaminya.
"Aku minta maaf, karena sudah mencurigaimu," kata Desir.
Desir merasa malu pada dirinya sendiri, karena sudah mencurigai kesetiaan istrinya. Rasa itulah yang membuatnya merasa bersalah pada Elsa. Bagaimana juga dia bisa lupa? kalau istrinya bahkan rela menikahinya yang awalnya orang biasa, sedangkan Elsa adalah putri mahkota dari suatu negeri, jika Elsa tidak mencintainya sejak awal, bukankah dia sudah dibuang dari dulu. Pikirnya.
__ADS_1
Mendengar permintaan maaf suaminya Elsa memasang senyum lembut diwajahnya. "Tidak, kamu tidak perlu minta maaf. Paling tidak sekarang kamu sudah mengetahui kebenarannya," ucapnya sembari memegang tangannya.
"Ya," balas Desir. Lalu meraih dan menarik istrinya dan membawanya ke pelukannya.
"S-sayang!?" Elsa kaget dengan apa yang dilakukan suaminya secara tiba-tiba.
"Biarkan aku seperti ini untuk sesaat," Desir membenamkan wajahnya di pundak Elsa.
Desir sebenarnya merasakan perasaan gelisah yang sama sekali tidak dia tahu apa penyebabnya. Tapi entah mengapa dirinya sangat takut jika dia tidak bisa memeluk istrinya lagi seperti ini.
"Ya," balas Elsa. Seolah paham dengan apa yang suaminya rasakan. Elsa membalas pelukan suaminya, sambil menepuk-nepuk punggung Desir.
"Elsa, kamu menunjukan itu. Pasti masih ada hal lain yang masih kamu sembunyikan dariku bukan?" tanya Desir.
Enatah apa yang membuatnya berpikir seperti ini. Tapi firasatnya mengenai istrinya sangatlah kuat. Ditambah perasaan gelisah di hatinya, seolah membisikkan hal itu pada Desir, dan mengatakan bahwa Istrinya masih memiliki sesuatu yang disembunyikan darinya.
"Maafkan aku," sahut Elsa dengan nada lemah.
Desir tidak bisa melihat wajah Elsa karena dia masih membenamkan wajahnya di pundak istrinya. Tapi hanya dari mendengar nada bicaranya, Desir sudah paham ... bahwa Elsa terpaksa, dan masih menyembunyikan rahasia lain, selain tayangan ini darinya.
Desir memegangi wajah istrinya yang sekarang tampak sangat sedih.
"Tapi berjanjilah padaku, jika aku memberitahumu ... jangan pernah kamu menghalangiku," kata Elsa.
"B-baiklah, aku mengerti."
Elsa pun berkata. "Aku berencana menggunakan teknik terlarang untuk membantu William," kata Elsa.
Jantung Desir serasa berhenti saat mendengar itu. Firasat buruk yang dia rasakan, yang ia berharap itu hanya sebuah firasat. Entah kenapa sekarang serasa itu akan benar-benar terjadi.
"Teknik terlarang!? Teknik apa yang ingin kamu gunakan?"
__ADS_1
Raut panik bercampur kegelisahan terlihat jelas di wajah Desir sekarang.
"Aku berencana menggunakan kontrak segel, Soul Chain," kata Elsa.
Mata Desir langsung membesar mendengar itu. "Apa!?" Desir mengguncang pundak Elsa. "Tidak! aku tidak bisa menyetujuinya! teknik itu sangat berbahaya! Bahkan keberhasilannya sangat kecil! Kamu seharusnya tahu itu bukan!?" Nada keras keluar dari mulut Desir.
Desir tidak mungkin membiarkan istrinya melakukan teknik yang bahkan tidak bisa dilakukan uji coba karena resikonya yang sangat tinggi.
Teknik yang hanya bisa dibaca prosedurnya. Teknik yang mengorbankan separuh jiwa dari pemakainya. Teknik terlarang yang paling berbahaya yang pernah dibuat
Elsa hanya diam, dia tidak menanggapi suaminya sama sekali.
"Elsa jawab aku! Sayang!" pinta Desir.
"Sayang, bukankah kamu sudah berjanji tidak akan pernah menghalangiku?" balik tanya Elsa.
"Tapi teknik itu sangatlah berbahaya! Tentu kamu tahu apa yang harus kamu korbankan bukan!?" balas Desir.
"Ya," jawab Elsa.
"Lalu kenapa kamu masih berniat melakukannya!? apa kamu berencana meninggalkanku!?" Desir membentak Elsa tanpa dia sadari.
Tapi Elsa hanya membalasnya dengan senyuman sedih, sembari berkata. "Jika itu yang harus aku lakukan demi anakku, maka aku akan melakukannya."
Sebuah bom meledak di jantung Desir saat mendengar jawaban Istrinya. "E-elsa ...." Desir tidak ingin mempercayai apa yang baru saja dia dengar.
"Maafkan aku," kata Elsa dengan wajah sedih.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
__ADS_1
...🙏🙏🙏...
......★★★......