The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Khawatir - Part 1


__ADS_3

Setelah mendengar cerita Rain, Desir tidak bisa menyembunyikan ketercengangannya. 'Bagaimana mungkin hanya terkena hempasan serangan Rain, William bisa mengalami luka berat seperti ini?' pikirnya.


Desir percaya dengan yang Rain ceritakan. Dilihat dari sisi manapun, dia sama sekali tidak menemukan luka bekas pukulan atau sayatan di tubuh William. Dari sini lah kejanggalan itu muncul di hatinya. Desir tahu seharusnya tidak mungkin William sampai mengalami luka sampai seperti ini. Bahkan serangan Rain sama sekali tidak menyentuh tubuh William.


Rustar yang ada di sebelahnya terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi dia menahannya. 


"Rain kau boleh kembali ke kamarmu," kata Desir.


"Tapi ayah," Rain merasa enggan meninggalkan William. Bagaimanapun dia tetap tidak bisa membuang rasa bersalahnya begitu saja.


Tentu Desir paham betul dengan apa yang Rain rasakan sekarang.


"Tak apa, William akan baik-baik saja," kata Desir, berharap bisa sedikit menenangkan kekhawatiran Rain.


Mendengar itu, Rain sebenarnya tetap enggan untuk pergi. Tapi setelah berpikir lagi, memang tidak ada gunanya dia berada di sini, dia juga tidak bisa menolong William. Jadi pilihan terbaiknya sekarang hanyalah mempercayakan William pada ayahnya.


"Baiklah, kalau begitu," kata Rain, lalu berbalik dan berjalan pergi meninggalkan ruangan.

__ADS_1


★★★


Setelah Rain pergi, Rustar yang dari tadi hanya diam, sekarang mulai berbicara. "Yang Mulia, bukankah yang dialami pangeran William ini,-"


Desir langsung memotong perkataannya. "Rustar, kau diamlah," kata Desir sembari memandangi William yang berbaring di tempat tidur.


Desir tahu apa yang Rustar ingin katakan, tapi dia berusaha tidak ingin berpikir ke kesimpulan itu.


"Tapi, yang Mulia bukankah ini masalah serius!" kata Rustar.


Mendengar itu, Desir juga paham bahwa tidak ada gunanya menyembunyikan ini lagi. Jika masalah ini sampai tersebar, dampaknya jelas sangat buruk. Mustahil jika tidak terjadi keributan setelah mereka mendengar isu ini, apalagi yang membawa William kemari juga seorang prajurit. Bukan hal yang tidak mungkin jika prajurit itu akan bercerita ke orang lain.


Desir pun berkata. "Aku sudah tahu, ini dampak resonansi dari kekuatan roh Rain. Itu karena William tidak memiliki energi didalam tubuhnya," jelasnya.


Rustar tetap kaget mendengarnya. Walau sebenarnya dia sudah menduganya. Tetap saja mendengar Desir mengatakan itu dengan sendirinya, tanpa berusaha menyembunyikannya adalah hal yang sangat tidak dia duga.


"Tapi, bagaimana mungkin?" gumam Rustar. Dia hanya tidak bisa menerima fakta ini.

__ADS_1


Bagi seseorang yang tidak memiliki energi roh, dan mana sihir di dalam tubuhnya. Akan jelas sangat berbahaya bagi mereka jika terkena aura dari kedua energi itu saja. Selemah apapun seseorang pasti memiliki sedikit energi di dalam tubuhnya. Tapi ada kasus di mana seseorang benar-benar tidak memiliki kedua energi itu sama sekali. 


Namun, kondisi ini terjadi sangatlah langka, bahkan terakhir kali kasus ini terjadi adalah ribuan tahun yang lalu. Karena seorang manusia menikah dengan ras Elf lalu memiliki anak, dan anak itu tidak memiliki kedua energi itu sama sekali. Sama seperti yang William alami sekarang.


Dari situlah muncul spekulasi bahwa anak yang tidak memiliki dua energi itu adalah anak yang terkutuk, karena hubungan antara dua ras berbeda.


"Apa jangan-jangan,-"


"Aku tau apa yang kamu pikirkan, tapi istriku bukan orang seperti itu, dan tidak mungkin dia melakukan itu," kata Desir dengan suara tajam. 


Desir tahu apa yang Rustar curigai. Dia pasti berpikir jika mungkin Elsa bermain di belakangnya. Tapi Desir sangat mengenal istrinya, dan dia percaya bahwa Elsa tidak mungkin melakukan itu di belakangnya.


"Maaf Yang Mulia, bukan maksudku mencurigai Yang Mulia Elsa, tapi ini jelas masalah yang akan menimbulkan masalah besar jika kita tidak segera mengantisipasinya.


"Ya, aku tahu … William pasti akan mendapatkan banyak hinaan dan cemoohan dari banyak orang," kata Desir. 


Dari sekian banyak yang ditakutinya mengenai insiden ini, apa yang paling ditakuti Desir adalah nasib William setelah ini. Memikirkannya saja membuatnya sangat tidak tega.

__ADS_1


Melihat kondisi William, membuat Desir teringat dengan perkataan istrinya sebelum mereka berdua menikah. 'Elsa apa keadaan William saat ini ada kaitannya dengan hal yang pernah kau katakan padaku, dulu?' batin Desir.


__ADS_2