
Terjadi keheningan untuk beberapa saat setelah Rustar keluar. Hingga Desir memecah kesunyian itu. "Jadi apa yang kalian inginkan? Bukti seperti apa? Dan dengan cara apa, katakan saja," kata Desir.
"Kami ingin pangeran harus segera melakukan upacara kebangkitan di depan warga, Yang Mulia."
Orang yang mengatakannya adalah Turk. Selain dia dan kedua temannya. Semua bangsawan menatap Turk dengan tatapan tajam. Hanya Desir yang menatapnya dengan tatapan tak peduli
'Seperti yang kuduga, arahnya akan kemari,' batin Desir. Lalu menjawab. "Baiklah, aku mengerti."
Semua bangsawan lain sontak menoleh dengan wajah tak percaya. Mengapa Desir dengan mudahnya menyetujui itu.
"Tunggu dulu Yang Mulia, aku sama sekali tidak setuju dengan rencana itu," salah satu bangsawan mengutarakan itu.
"Itu benar Yang Mulia, saya juga tidak bisa menyetujui ini," kata bangsawan lain.
Keduanya adalah Duke Garik dan Duke Kard.
Desir mengerutkan keningnya mendengar penolakan mereka. "Apa maksudmu?"
Tampak Matias mendecakkan lidahnya, dengan wajah tak suka dengan penolakan itu.
"Pangeran masih kecil, itu akan sangat berpengaruh pada psikisnya," jelas Garik.
Kard mengangguk setuju dengan pendapat Garik. "Itu benar, Yang Mulia. Saya juga sependapat. Melakukan upacara kebangkitan, dengan warga juga ikut melihatnya jelas sangat berlebihan, Yang Mulia," ujarnya.
__ADS_1
"Saya juga setuju, Yang Mulia," beberapa bangsawan lain juga menyetujui itu.
Memang benar kondisi William memang harus segera di buktikan untuk menampakkan fakta, dari isu yang tersebar. Maka dari itu sebagian besar bangsawan juga setuju dengan permintaan Turk dan Matias. Hal ini jelas harus dilakukan, tapi bukan berarti juga harus melakukan itu di depan umum.
Jika isu yang tersebar memang terbukti benar. Itu akan jadi ajang mempermalukan anak berumur di bawah 10 tahun di depan umum. Itu juga mungkin akan menimbulkan trauma yang mendalam untuk William.
Mendengar sebagian besar penolakan. Barl bangkit dari kursinya. "Tapi semua warga banyak yang meminta kejelasan ini. Bukankah kalian juga seharusnya tahu masalah ini!?" ujar Barl dengan nada keras.
"Barl, tolong jaga ucapanmu. Tidak sopan berkata keras seperti itu didepan Yang Mulia," tegur Kard.
"Mau bagaimanapun kita tetap harus melakukannya. Jika tidak pasti akan ada sekelompok orang yang meminta kejelasan ini," ucap Turk.
"Tapi, untuk melakukannya di depan umum jelas sangat berlebihan. Apa kamu tidak memikirkan usia pangeran!" bentak Garik.
Di saat semuanya sedang berdebat sengit, tiba-tiba Desir berteriak keras. "Kalian semua, diam!"
"Kalian tidak perlu ribut. Keputusannya sudah bulat. Kita akan melakukan upacara kebangkitan. Tapi kita tidak bisa melakukannya di depan umum. Seperti yang mayoritas katakan. Itu terlalu berlebihan. Jadi kita akan melakukannya di kalangan bangsawan saja," kata Desir.
Terlihat Matias meremas tangannya kuat. Dia tidak mengira jika akan banyak yang menolak usulannya.
Bagaimanapun rencananya juga tidak sepenuhnya gagal, tapi jika semua berjalan sesuai rencananya. Maka mudah baginya untuk melanjutkan ke rencana berikutnya.
Desir menambahkan. "Jika ada isu tidak jelas yang menyebar, selain dari apa yang akan kalian lihat. Maka sudah dipastikan, bahwa isu itu muncul dari satu atau dia diantara kalian," kata Desir.
__ADS_1
Tidak tahu apa yang dimaksud oleh Desir. Namun bagi Matias, dan kedua rekannya. Apa yang disampaikan Desir, jelas ancaman yang diarahkan kepada mereka. Membuat ketiganya merasakan keringat dingin mengalir di tengkuk mereka.
Desir pun berdiri, dari duduknya. "Baiklah, rapat ini selesai," katanya sambil berjalan meninggalkan ruangan itu. Dia sudah tidak betah berlama-lama di tempat ini.
★★★
Sesampainya di luar, Desir melihat Rustar yang menunggunya.
"Yang Mulia?" panggil Rustar. Dengan wajah bingung Rustar penasaran, kenapa rapatnya sudah selesai. Sedangkan dirinya merasa baru saja keluar dari ruangan rapat.
"Rustar, persiapkan acara kebangkitan untuk dua minggu lagi," kata Desir, secara tiba-tiba.
"Apa!?" Rustar tersentak kaget.
"Tidak ada pertanyaan. Lakukan!"
"B-baik, Yang Mulia," balas Rustar.
'Sebenarnya apa yang terjadi di dalam? Kenapa situasinya malah semakin rumit? Bukankah melakukan kebangkitan seminggu lagi, terkesan terlalu terburu-buru?' batin Rustar.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
__ADS_1
...🙏🙏🙏...
......★★★......