The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Seratus Tombak Vs Pedang Api - Part 2


__ADS_3

Luke tidak bermaksud membangkang. Hanya saja ini terlalu beresiko bisa menjadi masalah besar. Bukan untuk keempat anak yang ada di belakangnya. Tapi untuk Rain sendiri.


Karena sepertinya tidak ada gunanya berbicara baik-baik dengan Rain. Luke memutuskan untuk meladeni Rain. Sampai benar-benar dia mau berhenti.


"Kalian berempat pergi dari sini!" bentak Luke, memberi tahu Jarias, Gerald, Lark, dan Bill yang ada dibelakangnya. Tanpa memalingkan matanya dari Rain. 


"Y-ya," balas Jarias dan bangkit berdiri lalu membantu rekannya yang ada di dekatnya. 


Jarias dan ketiga rekannya pun pergi dari sana.


Namun Rain tidak membiarkannya begitu saja. "Mau kemana kalian!" Rain menunjuk ke arah gang Jarias. Saat itu sebagian dari tombak yang ada di langit melesat lurus ke arah mereka.


"Hiiii!" Bill menjerit ngeri saat melihat puluhan tombak melesat, dan menghujam ke arahnya.


Tetapi, sebelum tombak itu sampai mengenai tubuh mereka berempat. Luke dengan sigap langsung berpindah dan menepis semua tombak Rain.  


*Siiiing … Dalam satu ayunan, puluhan tombak Rain langsung terpotong oleh tebasan pedang Luke.


"Sepertinya, aku memang harus melawanmu dulu ya Luke!"


Rain melesat ke arah Luke, sambil mengarahkan ujung tajam dari tombak yang dia pegang ke arah Luke.


Karena perbedaan pengalaman, Luke bisa dengan mudah menepis serangan Rain.

__ADS_1


Tombak Rain terhempas ke atas. "Ugh!" Membuat penjagaan bagian depan tubuhnya terbuka.


"Maafkan aku pangeran," gumam Luke, dan dan langsung menendang ke arah perut Rain.


Rain terbelalak. Melihat tendangan Luke yang mengeluarkan kobaran api. Rain bersusah payah melompat mundur untuk menghindari itu. 


Namun, sayangnya tendangan Luke lebih cepat dari gerakannya sendiri.


'Sial!' batin Rain. Dia sadar, bahwa tidak mungkin menghindari serangan Luke.


Saat itu, seolah naluri. Sebagian tombak Rain yang ada di langit, melesat ke arah rain dan berkumpul membentuk Perisai untuk melindungi Rain dari tendangan Luke.


Ledakan besar terjadi. Saat tendangan Luke berbenturan dengan tombak Rain.


"Aaaargh!" Rain menjerit kesakitan karena benturan yang dialaminya.


Di sisi lain, Luke terlihat memasang wajah khawatir. 'Apa aku terlalu berlebihan? Tapi aku tidak menyangka, jika akan menjadi saksi dari teknik tombak Yang Mulia Bauld!'


Luke sebenarnya sudah berusaha menahan kekuatannya. Namun, siapa sangka efek dari benturan tendangan apinya dengan tombak Rain akan mengakibatkan ledakan energi lumayan kuat seperti itu.


Selain itu dia juga dibuat terkesima dengan Rain yang menggunakan teknik yang sama dengan teknik kakeknya. Walau belum sempurna, tapi untuk anak yang belum lama melakukan upacara kebangkitan. Bisa melakukan teknik sesulit ini jelas sebuah hal yang luar biasa menurut Luke.


Terlihat Rain berusaha bangkit sambil bertopang dengan tombak di tangannya.

__ADS_1


"Cuh!" meludahkan darah dari mulutnya. Terlihat tatapan permusuhan diarahkannya ke Like yang berada jauh di depannya.


"Ahh, sepertinya aku malah lebih memprofokasinya," gumam Luke dengan nada menyesal. "Tapi, melihatnya seperti ini, membuatku semakin penasaran dengan kemajuan dan pertumbuhannya."


Luke merasa terpacu melihat pertumbuhan Rain, yang jelas terlihat kejeniusannya dalam memanipulasi energinya.


"Jadi, pangeran. Seperti yang kamu lihat. Tidak ada gunanya melawanku. Jadi … bagaimana kalau kita hentikan saja masalah ini. Lihat kau bahkan sudah terluka seperti itu," kata Luke dengan senyum cemooh ke arah Rain.


Walau tidak secara langsung. Rain paham bahwa Luke meremehkannya sekarang, hanya dari melihat senyumnya.


"Kurang ajar!" Teriak Rain.


Rain pun langsung memasang kuda-kudanya dengan ujung tombak diarahkan ke depan. Di saat yang sama semua tombak di langit mulai berkumpul di dekat Rain. 


'Wah wah, sepertinya dia benar-benar marah padaku,' batin Luke. Lalu menyemburkan api dari mulutnya ke pedangnya.


Pedang Luke pun berkobar layaknya bara api yang mengeluarkan kobaran api.


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


......★★★......


__ADS_2