The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Informasi - Part 2


__ADS_3

'Siapa yang menyangka, jika dalam sebuah restoran mewah seperti ini terdapat sebuah tempat tersembunyi seperti ini,' batin Eriaz.


Apa yang ada di tempat ini adalah sebuah bar. Tampak ada beberapa orang yang duduk di meja-meja kecil berbentuk lingkaran.


Tidak ada pembicaraan di antara mereka. Semuanya benar-benar hanya diam. Tapi Eriaz tidak terlalu memperdulikannya dan dia hanya terus berjalan mengikuti pelayan wanita di depannya yang terus berjalan ke arah meja bartender.


Tampak ada pria tua bartender mengenakan jas rapi di sana. 


'Dia bukan orang lemah,' batin Eriaz. Hanya dari melihatnya saja, Eriaz bisa merasakan aura dari orang tua itu, yang tampak asik mengelap gelas sambil berdiri di balik meja yang terlihat seperti meja resepsionis.


Sesampainya sana. "Tuan, ada tamu," kata pelayan wanita terhadap pria tua itu.


Pria tua hanya mengangguk menanggapinya, lalu pelayan wanita berbalik ke arah Eriaz. 


"Kertas yang kamu cari ada di sini," kata pelayan wanita itu. Maksud dari perkataannya adalah bahwa pria tua ini sang tikus yang menyimpan informasi di kota ini.


"Baik," balas Eriaz lalu duduk di kursi tepat di depan meja bartender.


★★★


Setelah pelayan itu pergi tampak semua orang yang ada disana melirik tajam ke arah Eriaz.


'Hm? Sudah lama aku tidak merasakan ancam seperti ini,' batinnya. Eriaz yang merasakan tatapan itu, juga mulai waspada. Jelas bahwa mereka bukan orang lemah, itulah apa yang Eriaz rasakan sekarang.


Hanya bartender tua itu saja yang tampak tenang, dan masih asik mengelap gelas yang dia pegang.


"Jadi tuan siapa yang memberi tahu tempat ini?" tanya bartender tua.


Eriaz tidak menjawab. Dia hanya membatalkan sihir penyamarannya. Yang menunjukkan telinga panjangnya yang merupakan ciri khas dari ras Elf.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana tampak kaget melihat identitas Eriaz yang adalah seorang Elf.


"Dan juga ini," kata Eriaz sambil mengeluarkan sebuah lencana bergambar kepala naga, dan dua pedang sabit.


"I-ini!?" Pria tua itu tersentak saat melihat lambang itu. " Apa mungkin kamu,-"


"Hentikan, aku tidak ingin mereka dibelakangku tahu siapa aku," kata Eriaz.


Mendengar itu Pria tua itu langsung melirik ke arah semua orang yang ada di bar dan mengangguk ke arah mereka. Mengonfirmasikan kepada mereka bahwa Eriaz bukan musuh.


Setelah itu semua orang yang ada di sana mengangguk dan berdiri lalu meninggalkan ruangan itu.


Memastikan bahwa semua orang disana sudah pergi. Pria tua itu berkata, "jadi ada urusan apa salah satu tangan, Yang Mulia Bauld ada di sini?" tanya Pria tua itu.


Seperti yang diharapkan dia tahu bahwa Eriaz adalah orang kepercayaan Bauld hanya dari melihat lambang yang Eriaz tunjukkan.


"Bisa kamu memberitahuku, apa ada informasi miring atau sejenisnya dari istana?" tanya Eriaz.


Eriaz mengerutkan keningnya. "Fakta? … tidak, aku ingin mendengar isu yang kamu maksud," pinta Eriaz.


"Tapi itu tidaklah murah, Tuan," kata Pria tua itu.


Tanpa basa-basi Eriaz langsung mengeluarkan sekantung berisikan koin emas. "Apa ini cukup?" tanya Eriaz. Lalu sekali lagi mengeluarkan hal yang sama. "Kamu bisa mengambil dua kantong ini jika kau bisa memberikan semua informasi mengenai istana," kata Eriaz.


"Hoo, tentu saja ini sangat cukup tuan, senang rasanya memiliki pelanggan sepertimu," kata Pria tua itu.


"Baiklah, sebenarnya ada beberapa informasi selain dari yang aku sebutkan tadi. Untuk isunya tersebar sendiri, ini ada kaitannya dengan pangeran kedua William van Bramasta," ucapnya.


Mendengar nama William di sebut Eriaz sedikit kaget mendengarnya. 'Kenapa? Mengapa pangeran berkaitan dengan isu ini?' batin Eriaz. 'Apa mungkin Yang mulia Bauld sebenarnya juga sudah tahu masalah ini?'

__ADS_1


Mengingat perintah mendadak tuannya yang tiba-tiba menyuruhnya menjaga William, tentu membuat Eriaz berpikiran seperti ini. Tidak hanya terlalu mendadak tapi, perintah ini terkesan bahwa tuannya merasa akan ada hal buruk yang menimpa cucunya ini.


"Katakan isu apa itu?" tanya Eriaz.


"Isu, yang mengatakan bahwa pangeran bukanlah anak kandung dari Yang Mula ratu dan Raja," katanya.


"A-apa? Itu mustahil, dengan melihat warna matanya saja seharusnya mereka sudah tahu, bahwa pangeran William adalah keturunan asli keluarga Bramasta!" 


"Tuan tolong tenangkan dirimu. Tidak lucu kalau tempat ini hancur berantakan hanya karena baru mendengar suatu isu. Lagipula ini hanyalah isu, tentu ada yang percaya, ada juga yang tidak." 


"Lanjutkan," pinta Eriaz.


Pria tua itu mengangguk. " Dari isu itu juga muncul isu lain yang mengatakan bahwa pangeran William adalah anak dari hubungan gelap Yang Mulia ratu dengan pria lain," katanya.


"A-apa!?" Kali ini Eriaz benar-benar dibuat sangat kaget. 


"Ity karena Pangeran dikatakan tidak memiliki kekuatan roh pada tubuhnya," jelas Pria tua.


Eriaz tidak tahu lagi bagaimana harus merespon apa yang baru saja dia dengar. Mendengar isu miring seperti ini. Jelas ada beberapa orang yang berusaha menjatuhkan keluarga kerajaan, dengan menggunakan William sebagai kambing hitam.


Tapi disisi lain Eriaz masih tidak bisa mempercayai bahwa William tidak memiliki kekuatan roh. Rasanya sangat mustahil, keturunan keluarga pengguna roh terkuat dilahirkan tanpa kekuatan roh. Walau Eriaz tahu ini hanyalah isu dan rumor, tetap saja ini akan menimbulkan gejolak besar jika sampai kerajaan lain tahu masalah ini.


Bisa saja mereka memanfaatkan keributan internal yang terjadi, menjadi ajang dimana mereka menyerang kerajaan ini dari dalam dan luar.


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


......★★★......


__ADS_2