
Desir tercengang melihat dunia putih yang seperti tak memiliki batas di depan matanya sekarang. Desir sempat merasa kepalanya kosong sesaat saat dirinya memasuki ruang ilusi ini. Namun saat itu Elsa yang berada di sebelahnya menggenggam tangannya, dan membuatnya tersadar bahwa dia sekarang berada di ruang ilusi istrinya.
Desir menatap wajah istrinya dengan wajah yang sangat rumit. Ada rasa kekaguman yang dia rasakan, karena walau sudah lama dia tidak melihat teknik ini. Sekaligus mengingatkannya bahwa istrinya adalah orang yang sangat luar biasa.
Namun, disisi lain Desir merasa ada yang aneh dengan ruang ilusi yang Elsa tunjukkan padanya kali ini. Hawanya terasa sangat berbeda dari ruang ilusi yang pernah Elsa tunjukkan padanya. Membuatnya bertanya apa memang ini adalah ruang ilusi atau bukan.
"Di-dimana ini?!" tanya Desir. "Rasanya ini sangat jauh berbeda dengan ruang ilusimu," ungkapnya.
Elsa mengangguk pelan. "Ya, ini sebenarnya memang bukan ruang ilusi," ungkapnya.
Mendengar itu Desir mengerutkan keningnya, dia sama sekali tidak paham dengan maksud Elsa yang mengatakan bahwa ini bukan ruang ilusi. Walau dia awalhnya mengira jika tempat ini adalah ruang ilusi.
"Maksudmu?" tanya Desir.
"Ini adalah ruang ingatan ku mengenai mimpi yang pernah ku dapatkan, saat aku mengandung William," jelas Elsa.
"Apa?!" Desir tersentak mendengarnya. Baru kali ini dia mendengarkan bahwa ingatan mimpi bisa diproyeksikan seperti ini.
"Tunggu dulu Elsa, bukannya seharusnya sebelum kita menikah?" tanya Desir.
Istrinya pernah mengatakan padanya tentang mimpinya sebelum dia menikahinya, dan sekarang ia berkata ini adalah ingatan mimpinya saat mengandung William. Membuat Desir semakin dibuat bingung dengan pernyataan istrinya.
"Jika mengenai mimpiku yang sebelum kita menikah, aku tidak bisa memproyeksikannya," jelas Elsa.
"Hm? Tapi kenapa?" tanya Desir.
"Itu karena, aku tidak mampu melakukannya. Mimpi itu seperti dibuat dengan energi dari orang yang aku temui di dalam mimpi dan memang untuk tidak ditunjukkan pada siapapun," jelas Elsa.
"Begitu, ya," balas Desir lemas. Desir sangat menyayangkan tidak bisa melihat mimpi itu. Tetapi dia juga percaya, karena dia juga pernah mendengar tentang teknik kuno yang mampu melakukan transmisi pikiran dan muncul di dalam mimpi seseorang yang menjadi targetnya.
__ADS_1
Desir juga mengingat kalau teknik itu hanya bisa dilakukan jika orang yang menggunakannya sudah mati.
*Ini adalah teknik yang mempertahankan bentuk spiritual mereka, saat mereka mati. Untuk memberikan pesan kepada orang-orang tertentu.*
Disisi lain, Desir juga dibuat kagum dengan istrinya yang mampu melakukan proyeksi dari mimpinya sendiri kepada orang lain. Desir tahu bahwa hal ini bukanlah hal yang tidak mungkin. Tetapi itu jelas bukanlah hal yang mudah untuk melakukannya.
Namun, mengingat Elsa yang sudah dari dulu dikenal sebagai orang yang jenius. Bahkan teknik ilusi yang Elsa ciptakan, sampai membuatnya dikenal sebagai ratu ilusi. Juga bukanlah hal yang bisa dipelajari dengan mudah.
Jadi Desir percaya, jika istrinya berkata seperti itu, maka dia jelas akan mempercayainya.
Elsa lalu berkata, "sayang, kamu akan tahu apa yang menanti William kelak, dan alasan mengapa William tidak bisa menggunakan energi roh dan mana," jelasnya.
Desir merasakan tangan istrinya yang gemetar saat mengatakan itu. Dia juga melihat wajah istrinya memucat. Seolah memberitahunya bahwa apa yang akan ditunjukkan kepadanya kali ini bukanlah hal yang sepele.
Desir lalu menguatkan genggaman tangannya pada istrinya, menyiapkan diri dengan apa yang akan dia lihat.
★★★
Saat semua ruangan putih itu berubah seluruhnya, dan awan yang ada di bawah kakinya mulai bergerak menunjukkan apa yang ada di baliknya.
"Ugh!" Desir tersentak sambil mengerang, melihat pemandangan yang sangat mengerikan didepan matanya.
"A-apa-apaan ini?" gumam Desir.
Desir melihat pemandangan ini dari langit bersama istrinya. Dia melihat dimana gunung-gunung hancur dan kini rata dengan tanah. Sebagian permukaan tanah juga tampak meleleh, dan membentuk aliran sungai lahar dimana-mana. Lautan juga tampak membeku. Ditambah ada ratusan tornado yang menyapu di berbagai tempat.
Ada banyak mayat dari berbagai ras yang bergeletakan dimana-mana.
"Se-sebenarnya apa yang terjadi?" gumam Desir sambil masih mencari tahu apa yang membuat semua ini sampai tampak seperti ini.
__ADS_1
Elsa hanya diam tidak menanggapi gumaman suaminya itu. Dia tidak heran jika suaminya akan mengeluarkan ekspresi ngeri dan penasaran seperti ini. Bahkan dirinya saat pertama kali melihatnya juga dibuat seperti itu.
Tetapi tatapan Desir langsung teralihkan, saat dia melihat sebuah portal magic raksasa berbentuk elips berwarna merah menyala, yang bahkan tingginya sampai menembus awan.
Saat itu ada sosok serigala raksasa berwarna perak yang berlari mendekat kearah portal raksasa itu.
"Mo-monster apa itu?!" Desir baru pertama kali melihat ada monster serigala yang berukuran sebesar itu.
Tingginya bahkan lebih dari 30 meter. Tidak hanya itu, monster itu juga mengeluarkan sebuah kilatan perak yang sangat indah di sekujur tubuhnya. Tapi saat kilat itu menyentuh benda disekitarnya. Benda itu langsung berubah menjadi abu.
Saat itu Desir menyipitkan matanya, dia melihat ada sosok yang berdiri di atas kepala serigala raksasa itu.
"Elsa—," secara tidak sengaja menggumamkan nama istrinya saat melihat wajah wanita diatas serigala itu.
'Tidak, dia berbeda,' batin Desir setelah dia menyadari bahwa wajah wanita itu jelas berbeda dengan istrinya. Hanya rambut hitam dan mata ungunya yang terlihat sama seperti istrinya.
"Wanita itu adalah Amilia van Bramasta, Conqueror ke-7," kata Elsa.
"Bramasta?"
"Ya, dia adalah nenek buyutku," jelas Elsa.
Desir tersentak mendengar itu.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka dengan, Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
__ADS_1
......★★★......