
'Ada apa?' batin Bauld.
Bauld penasaran apa arti dari tatapan Ardra barusan. Entah kenapa itu terasa seperti dirinya dicurigai. Tapi Bauld merasa sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun.
"Kalian bertiga, menjauh lah dari sini," kata Ardra sambil menatap tajam ke arah Twin Fangs, yang terlihat sudah berubah bentuk.
"Baik, Yang Mulia," sahut ketiganya bersamaan. Lalu menjauh dari tempat itu.
★★★
Ardra menatap lurus ke arah Twin Fangs yang berada di kejauhan. Aura Twin Fangs yang merah gelap. Menunjukkan bahwa kedua pedang kembar itu sangat marah sekarang.
Ardra mengacungkan pedangnya ke arah Twin Fangs. "Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni kalian. Jadi menurut dan tenang, atau aku segel lagi dengan segel yang lebih kuat!"
Seolah mendengar perkataan Ardra yang berada di tempat yang jauh. Twin Fangs meresponnya dengan hentakan Aura yang lebih kuat. Seolah memberikan penolakan untuk Ardra.
"Baiklah jika itu yang kalian inginkan," gumam Ardra. Lalu mengangkat dan mengarahkan ujung pedangnya ke arah atas.
Dari tempatnya, dengan kedua tangannya Ardra mengayunkan pedangnya.
Satu ayunan pedang Ardra menembakkan badai angin yang sangat kuat dengan diikuti kilatan petir berwarna hijau.
__ADS_1
Di kejauhan Twin Fangs berputar dengan kecepatan tingg seperti piring terbang, dan melesat ke arah Ardra sambil membelah badai dari ayunan pedang Ardra.
Twin Fangs melesat di udara dengan kecepatan yang bahkan tidak bisa di ikuti oleh mata. Namun Ardra tidak bergeming dari tempatnya sama sekali.
"Aku tidak tahu apa yang membuat kalian bisa seperti ini," gumam Ardra. Sambil melihat Twin Fangs yang menuju ke arahnya.
Ardra menepis Twin Fangs dengan pedangnya. Benturan yang terjadi antara pedang Ardra dan Twin Fangs membuat percikan api yang sangat besar. Dengan di ikuti suara lengkingan tajam.
Hasil dari benturan itu, membuat Twin Fangs langsung terpental kedua arah yang berbeda. Dan menghantam tanah dengan sangat kuat.
'Serangan mereka sepertinya memang tidak main-main,' batin Ardra sambil melihat pedangnya, yang membara karena hawa panas akibat berbenturan Twin Fangs.
Ini adalah pertama kalinya Ardra melihat Twin Fangs marah seperti ini.
Namun kali ini berbeda. Twin Fangs tiba-tiba mengamuk tanpa Ardra tahu apa penyebabnya. Dengan segel biasa yang dipasangkan. Membuat Twin Fangs yang marah, dengan mudah mampu menghancurkan segel itu.
Jujur saja Ardra sebenarnya merasa kecolongan mengenai hal ini. Dia sama sekali tidak menyangka jika kedua pedang yang memiliki nyawa ini, akan mengamuk seperti ini.
★★★
Disisi lain, Bauld melihat Ardra dengan sangat serius.
__ADS_1
'Luar biasa!' batin Bauld.
Bauld sangat terkesan dengan Ardra yang menepis serangan mengerikan itu, seperti menepis dua ekor lalat.
Ini juga kali pertama baginya melihat Ras naga bertarung sungguhan.
Kyuga dan Kyura adalah ras naga, tapi jelas keduanya sangat berbeda jauh dengan Ardra. Bauld mengakui bahwa kedua masternya juga sangat kuat, bahkan dia sama sekali tidak ada apa-apanya jika dibandingkan salah satu dari mereka. Namun hanya dari melihat Ardra saja, dia seolah sudah ditunjukkan ketimpangan kekuatan yang sangat jauh antara keduanya dan Ardra.
★★★
Ardra tiba-tiba menyarungkan kembali pedangnya, dan langsung menuju salah satu dari Twin Fangs.
Ardra dalam sekejap menghilang, dan tiba-tiba muncul di salah satu tempat bilah Twin Fangs berasa. Menyadari keberadaan Ardra bilah itu langsung berusaha menyerang Ardra. Namun, Ardra menghindari itu dan langsung memegang Twin Fang tepat di pegangannya.
"Ugh!?" Ardra tersentak kaget saat merasakan hentakan energi dari salah bilah Twin Fangs, yang berusaha melepaskan diri dari Ardra.
"Dragon Technique! Dragon Chain!"
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
__ADS_1
...🙏🙏🙏...
......★★★......