
Saat itu, Lilia mengarahkan ujung jari telunjuk tangan kanannya lurus ke depan. Tampak kilatan warna-warni muncul di pergelangan tangannya. Tanpa mengucapkan apapun Lilia langsung menembakkan petir warna warni itu.
Petir menyambar lurus dan tiba-tiba membentur sesuatu. Terdengar suara dengung dan diikuti suara seperti batu besar yang terjatuh terdengar.
Saat itulah sebuah perisai energi berukuran raksasa yang tadinya tak nampak kini terlihat jelas.
Jarak perisai energi dari Lilia berada sekitar 20 meter.
"Luar biasa, perisai energi itu sangat padat," Mikea menyatakan kekagumannya, dengan wajah tampak tak percaya.
Mikea melihat seperti gelembung sabun berukuran sangat besar. Walau itu tampak transparan tapi jelas kepadatan energinya sangatlah luar biasa. Bahkan dengan melihatnya saja dia sudah sangat yakin dengan hal ini.
"Menurutku ini lebih padat dari saat pertama kali aku melihatnya," kata Reny.
"Ya, kamu benar," angguk Lilia.
Keduanya berani menyimpulkan itu. Karena mereka tahu betul bagaimana perisai energi ini saat pertama kali .
"Tunggu dulu … hanya perasaanku saja atau tumbuhan yang ada di balik perisai ini hanyalah ilusi?" sebut Minea.
Mendengar itu ketiga lainnya mulai memfokuskan pandangan mereka pada pepohonan yang ada di balik perisai energi itu.
__ADS_1
"Hm, ilusi?" Mikea menoleh ke minea. "Kenapa kamu berpikiran seperti itu?" tanya Mikea. Dia sama sekali tidak menemukan kejanggalan apapun dari pepohonan yang berada di balik perisai.
"Coba lah perhatikan baik-baik sekali lagi," saran Minea.
Mikea tanpa mengatakan apapun. Langsung menyipitkan matanya ke arah perisai energi, dan mengamatinya lebih teliti. Saat itulah dia mulai menyadarinya. "K-kamu benar, itu tampak tidak stabil, seolah wujud dari tanaman itu berubah-ubah."
Seperti hologram tak stabil, dedaunan dan batang kayu di dalamnya memang tampak berubah-ubah. Sesekali bahkan warna daunnya juga tampak berubah-ubah.
Mengesampingkan keduanya, Reny malah lebih tertarik pada ekspresi Lilia yang tampak mencurigai sesuatu. "Lilia, kamu kenapa?"
"Tidak, hanya saja aku berpikir bagaimana mungkin membuat tanaman di dengan ilusi, sedangkan di tempat kita berdiri tidak terdampak sama sekali. Ini seperti kita berdiri di dekat pembatas antara dunia ilusi dan dunia nyata," kata Lilia.
Seumur-umur ini pertama kalinya mereka melihat ilusi semacam ini. Elsa sendiri bahkan tidak pernah menunjukkan hal seperti ini pada mereka.
"Namun, dibandingkan teknik ilusi Yang Mulia yang semua terasa nyata. Ini malah sebaliknya," kata Lilia.
"Ya, kamu benar." Reny mengangguk setuju.
Walau apa yang mereka lihat sekarang adalah hal yang luar biasa. Tapi ilusi ini hanya tampak seperti proyeksi di dalam kubah besar. Berbeda jauh dengan ilusi seperti milik Elsa yang bisa membuat pedang layaknya pedang sungguhan yang mampu menebas apapun.
"Tapi kenapa Yang Mulia sangat ingin menjaga tempat ini, bahkan kita semua saja mustahil untuk menembus perisai energi sekuat ini," Minea menoleh ke arah Lilia. "Aku yakin, bahkan para demon tidak akan mudah menembus perisai energi sekuat ini."
__ADS_1
"Entahlah, tapi aku yakin Yang Mulia hanya tidak ingin para Demon tahu mengenai tempat ini," hanya ini yang bisa Lilia katakan.
Sebenarnya dia juga pernah berpikiran sama persis seperti Minea. Dia bahkan menganggap menjaga tempat ini sama saja dengan membuang-buang waktu.
Lilia tidak tahu apa maksud dan tujuan Elsa. Tetapi, dia yakin bahwa Tuannya itu pasti memiliki alasannya sendiri.
Lilia berkata, "Yang Mulia menyuruh kita untuk menjaga tempat ini. Dan membasmi siapapun yang berpotensi menyebarkan informasi mengenai tempat ini. Jadi ini lah perintahnya, mau tidak mau kita harus melakukannya."
"Ya, kamu benar," sahut Reny. Tidak peduli apapun tugas yang diberikan pada mereka, selama itu perintah dari Tuan mereka, maka laksanakan.
"Baiklah sebaiknya kita menjauh dari sini," kata Lilia. "Berlama-lama disini membuatku sedikit pusing."
Minea mengangguk. "Kamu benar, energinya terlalu kuat."
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
......★★★......
__ADS_1