
Saat itu milyaran ujung rantai transparan berukuran sejari kelingking muncul entah dari mana. Semua rantai-rantai itu langsung melilit Twin Fangs yang Ardra pegang.
Di saat yang sama Twin Fangs satunya melesat ke arah Ardra dengan niat membunuh yang sangat luar biasa.
"Tidak akan semudah itu!" Menggunakan tangan satunya. Ardra dengan santainya membuka telapak tangannya ke arah Twin Fangs yang mencoba menyerangnya.
Dentuman keras terdengar dengan diikuti ledakan dahsyat. Saat debu yang menutupi Ardra mulai menghilang. Terlihat Twin Fangs satunya tertahan oleh pedang Ardra yang melayang melindunginya. Terlihat ada milyaran rantai yang juga sudah mengikatnya Twin Fangs itu.
★★★
Di kejauhan terlihat Kyuga dan Kyura memasang wajah penuh kekaguman dan rasa hormat, saat melihat tuan mereka.
"Di saat kita bersusah payah menangkapnya. Yang Mulia dengan mudahnya menyelesaikan ini semua dalam waktu singkat," gumam Kyuga dengan nada penuh penyesalan.
Ini seperti ketimpangan yang sangat terasa untuknya. Kyuga tidak menyangka jika menangkap Twin Fangs akan berlangsung secepat ini.
Kyura yang ada di sebelahnya juga mengangguk setuju dengan perkataan saudaranya itu. "Kamu benar. Aku malah berpikir kalau kita berdua ini sebenarnya tidak berguna, sama sekali," ujarnya.
Belum ada sepuluh menit, dan itu sudah selesai begitu saja. Bahkan tuannya tidak sampai mengeluarkan kekuatannya dengan serius.
Kyuga langsung menoleh ke arah Kyura. "Kita berdua? Jangan bawa-bawa aku saat merendahkan diri sendiri," keluhnya. Kyuga tidak terima dirinya disebut tak berguna oleh saudaranya itu.
"Tapi memang itu faktanya," balas Kyura.
Kyuga terdiam, dan tidak mampu membalas perkataan Kyuga.
__ADS_1
Di sebelah mereka Bauld hanya memasang wajah kagum bercampur tak percaya. 'Apa memang hanya semudah itukah? menangkap pusaka suci dengan kekuatan seperti itu,' batinnya.
Ini terasa terlalu mudah. Bahkan terlihat seolah Twin Fangs tidak berbahaya sama sekali.
★★★
Twin Fangs benar-benar tertahan. Mereka bahkan tidak mampu bergerak sedikitpun walau sebenarnya kedua pusaka suci itu berusaha melepaskan diri.
"Kembalilah," kata Ardra. Saat itu pedangnya melayang masuk ke dalam sarungnya sendiri.
"Aku tidak tahu apa maksud kalian berbuat onar seperti ini. Tapi tindakan kalian berdua benar-benar sudah terlampau batas," kata Ardra. Sambil melihat area di sekitarnya hancur dan porak-poranda.
Mungkin orang lain akan mengira Ardra gila karena berbicara dengan senjata yang merupakan benda mati. Tapi jika orang itu benar-benar tidak tahu seperti apa sebenarnya Twin Fangs, mereka mustahil berpikiran seperti itu.
Ardra perlahan memejamkan matanya. "Dragon Seal! Arbanas!" Makhluk seperti bayi naga dengan tubuh transparan muncul dan terbang mengelilingi tubuh Ardra.
Saat itu, tubuh bayi naga itu berubah menjadi serpihan cahaya, dan bergerak masuk ke dalam masing-masing bilah Twin Fangs.
Aura mengerikan yang keluar dari Twin Fangs perlahan melemah, hingga akhirnya benar hilang. Membuat Twin Fangs tampak seperti senjata biasa.
Rantai-rantai yang mengikatnya juga menghilang dengan sendirinya, dan membuat keduanya terjatuh ke tanah.
"Dengan begini kalian berdua tidak akan bisa berbuat seperti ini lagi," gumam Ardra dan mengambil kedua bilah Twin Fangs di tanah.
★★★
__ADS_1
Kyura, Kyuga, dan Bauld. Datang ketempat Ardra.
"Yang Mulia, apa kamu baik-baik saja?" tanya Kyuga, dengan wajah khawatir. Dia hanya takut jika tuannya terluka karena pertempuran singkat itu.
"Aku baik-baik saja," balas Ardra. Lalu menatap kearah Bauld. "Sudah lama tidak bertemu Bauld," ucapnya menyapa.
"Benar Yang Mulia, sudah lama sekali," balas Bauld. Lalu berlutut sambil menunduk dalam.
"Ada yang harus aku bicarakan padamu. Ini mungkin ada kaitannya dengan cucumu dan juga Twin Fangs, tapi sebelum itu kita pergi ke tempatku dulu," kata Ardra.
"Baik, Yang Mulia," sahut Bauld.
Kyuga dan Kyura saling pandang sesaat. Mereka penasaran, apa yang akan dibicarakan tuan mereka.
"Kita pindah sekarang," kata Ardra lalu sebuah lingkaran sihir muncul di bawah kaki Ardra, Bauld, Kyuga, dan Kyura.
Mereka pun menghilang dalam sekejap, bersamaan lingkaran sihir itu juga ikut menghilang, dan tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
...★★★...
...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....
...🙏🙏🙏...
......★★★......
__ADS_1