The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Mendadak - Part 3


__ADS_3

Keesokan harinya, sekarang masih pagi. William berjalan seorang diri menuju ruangan Ayahnya. Entah ada apa dirinya tiba-tiba disuruh menghadap ayahnya sesegera mungkin. 


Sangat jarang ayahnya memanggilnya seperti ini. Rasa penasaran mulai muncul bersama dengan kegelisahan hatinya yang seolah memberikan pesan bahwa ada hal buruk, akan di sampaikan padanya.


'Aku tidak boleh memikirkan hal yang tidak-tidak,' William menggeleng-gelengkan kepalanya, berharap pikiran buruk dan kegelisahan yang dialami menghilang bersamaan.


William sampai tepat di depan ruangan ayahnya. Dia menarik nafas panjang berusaha menenangkan dirinya. Setelah merasa sedikit tenang William mengetuk pintu di depannya.


"Ayah. Ini aku," kata William.


"Masuklah," sahut suara ayahnya dari dalam.


William perlahan membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam. Namun, langkahnya terhenti. 


"Ibu?" William tertegun saat melihat  ternyata ada ibunya di dalam. 


Mendengar putra keduanya memanggil. Elsa membalas dengan senyuman ramah di wajahnya.


"William, kemarilah," kata Elsa dengan senyum, dan menyuruhnya masuk untuk duduk di sofa tepat di sebelahnya.


"Y-ya," balas William. Entah kenapa saat melihat senyum ibunya, dia merasakan sebuah kegundahan di hatinya. Dibalik senyum itu, seperti ada sesuatu yang tersembunyi. Tapi entah apa itu William sama sekali tidak tahu.


Disisi lain, saat dia melirik ke arah ayahnya. Terlihat warna pucat yang tampak kelelahan terpampang di wajah Ayahnya. Kantung matanya juga menghitam seperti orang yang tak pernah tidur. 


'Sebenarnya ada apa ini?' batin William. Tidak hanya dibingungkan dengan suasana di sini. William juga mencoba memahami perasaannya sendiri yang semakin gelisah.

__ADS_1


"William kenapa kamu hanya diam. Kemarilah," panggil Elsa.


"Ya bu," jawab William dan berjalan ke arah ibunya. Lalu duduk tepat di sebelahnya. Elsa juga langsung memeluk pundak anaknya itu.


"Ibu, ayah, sebenarnya ada apa? Kenapa kalian terlihat seperti menyembunyikan sesuatu?" tanya William. Perasaan di hatinya seolah memaksanya menanyakan hal ini.


Mendengar itu, Elsa dan Desir terperangah sesaat. Keduanya juga saling pandang sesaat. Mereka sama sekali tidak sadar bahwa ekspresi mereka berdua ternyata dibaca oleh putra mereka.


Elsa lalu mengangguk dalam diam ke arah Desir. 


Desir yang melihatnya menghela nafas panjang, menunjukkan beban yang ditahannya. 


William yang melihat itu di antara keduanya hanya bisa bertanya di dalam hatinya sebenarnya apa yang sudah terjadi.


Desir menatap lurus ke arah William. Walau itu tatapan orang yang kelelahan tapi entah kenapa, itu membuat detak jantungnya berdebar sangat kuat. 


"A-da apa ayah?" balik tanya William. 


"Beberapa hari lagi kamu akan melakukan upacara kebangkitan," ungkap Ayahnya.


"Eh?" William kaget mendengarnya. Kepalanya terasa kosong dalam sekejap. 


Pertanyaan-pertanyaan juga mulai muncul di kepalanya. 'Ada apa? Kenapa, tiba-tiba seperti ini? Sebenarnya ada apa?'


Pertanyaan-pertanyaan itu berulang kali muncul dan seolah berputar-putar menanyakan hal yang sama.

__ADS_1


Elsa yang melihat ekspresi syok dari anaknya, tampak sangat gelisah. "William, tenanglah," panggilnya sambil menepuk-nepuk pundak William.


William menoleh memandang kearah ibunya. Desir yang melihat tingkah anaknya merasa sakit di dalam dirinya.


Kekecewaan pada dirinya sendiri. Merasa gagal melindungi hal yang penting sebagai seorang ayah. Bingung dengan pilihannya sendiri, semuanya bercampur aduk dan berubah menjadi perasaan yang teramat-amat rit dihatinya.


"Ibu, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa ini sangat tiba-tiba?" tanya William.


"William tenanglah," kata Elsa.


William melihat warna pahit di wajah ibunya, seolah dirinya ikut merasakannya.


Merasa tidak mungkin mendapatkan jawaban dari ibunya, William menoleh menatap ayahnya. "Ayah, kenapa ini sangat tiba-tiba?"


"Kamu akan tahu jawabannya saat upacara itu," balas Desir sambil menunduk, berusaha menghindari tatapan anaknya.


William semakin dibuat bingung dengan apa yang terjadi. Dan berbalik menatap ibunya sekali lagi. "Ibu, kenapa? Sebenarnya ada apa?" 


Namun Elsa hanya diam sambil tersenyum sedih.


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


......★★★......


__ADS_2