The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Pengakuan dan Nasihat - Part 2


__ADS_3

Elsa mendengarkan cerita putranya dengan tenang, dan tanpa memotongnya sama sekali. Elsa hanya ingin mendengar penjelasan dan alasan anaknya saat menceritakan awal kejadian sebenarnya.


Elsa tampak senang dengan tindakan Rain. Walau tidak sepenuhnya benar karena terbawa emosi, tapi elsa tetap senang, karena Rain marah akibat takut jika ada isu buruk menimpa keluarganya.


Lagipula dengan tindakan Rain juga, seharusnya sudah bisa menjadi trauma tersendiri bagi mereka berempat. 


"Jadi begitu, entah bagaimana aku mulai paham permasalahan di sini," kata Elsa. Setelah mendengarkan cerita anaknya. "Tapi, Rain. Apa kamu juga memikirkan imbas dari apa kamu lakukan mungkin akan jadi lebih buruk dari isu yang mereka sebarkan," kata Elsa sambil menepuk kepala putranya dengan rasa sayang.


"Yang Mulia, jika membicarakan itu di sini—," tiba-tiba Luke memotong perkataan Elsa. 


Bukan tanpa alasan dia melakukan itu. Ada banyak orang di sini, walau lumayan jauh. Tapi tetap saja Jika ini sampai didengar orang. Maka akan timbul tanda tanya besar, dengan sebenarnya apa yang terjadi, bisa saja orang yang berniat buruk akan memanfaatkan itu untuk membuat berita bohong.


"Kamu diam Luke, aku sudah mengantisipasi hal ini sebelum bicara," kata Elsa dengan nada kesal. Elsa sangat tidak suka saat pembicaraannya dipotong oleh orang lain.


Lagi pula tanpa diberitahu pun, Elsa juga sudah tahu mengenai hal yang Luke takutkan.


Mendengar nada marah Elsa. Luke hanya bisa menunduk takut dengan penuh penyesalan. "M-maaf, Yang Mulia," ucapnya lirih.


Elsa kembali menatap Rain, dengan pandangan lembut. "Ingat ini Rain, menyelesaikan masalah dengan kekerasan bukanlah cara terbaik." Nasihat lemah lembut keluar dari mulut Elsa. 


Elsa menambahkan. "Ada saatnya juga kamu harus lebih menggunakan pikiran dan ketenangan dibandingkan kekerasan. Aku tidak akan memberi contoh, tapi kamu harus belajar hal ini sendiri dengan baik, ibu yakin kamu pasti paham yang ibu maksudkan?"


"Y-ya," balas Rain dengan kepala menunduk. Menunjukkan penyesalannya.

__ADS_1


Rain sebenarnya adalah tipe orang yang tidak terlalu suka dinasehati. Namun, hal semacam itu sama sekali tidak berlaku, jika ibunya lah yang menasehatinya.


Elsa tersenyum lembut ke arah putranya satu ini. Walau dia anak yang juga keras kepala, berbeda dengan ketiga adiknya, tapi anaknya ini adalah orang yang tidak pernah membangkang pada orang tuanya. Itulah yang membuat Elsa merasa senang, karena sangat dianggap spesial oleh Rain yang selalu mendengarkan perkataannya.


Tidak hanya Rain. Elsa juga sangat menyayangi kelima anaknya. Rasa yang sama dan sudah seharusnya dimiliki oleh setiap ibu.


"Dan untuk kamu," Elsa menatap ke arah Luke. 


"Luke berdiri sekarang!" pintanya.


"B-baik Yang Mulia Ratu," balas Luke. Entah kenapa Luke merasa ada hal yang tidak beres sekarang.


Kenapa Elsa tiba-tiba menyuruhnya berdiri? Pikirnya.


"Tidak peduli apa maksud dari tindakanmu tadi, tapi jelas di sini Rain terluka karena ulahmu. Jadi,-" Elsa langsung menaruh telapak tangan kanannya di ulu hati Luke. 


Di saat yang sama, sebuah portal muncul di belakang Luke, dan dia sama sekali tidak menyadari itu.


"Terimalah ini sebagai hukumanmu!" seru Elsa.


Dalam sekejap Elsa mengalirkan energinya ke tangan kanannya. 


"Uaaargh!" Luke menjerit kesakitan, karena merasakan tubuhnya seperti dihantam benda sangat keras dengan tekanan yang sangat besar.

__ADS_1


Luke terpental dan masuk kedalam portal yang ada di belakangnya. Lalu perlahan portal mengecil dan terus mengecil, hingga lenyap dengan sendirinya.


Rain hanya bisa melongo melihat Luke yang hilang dalam sekejap.


"Rain kamu ikut denganku sekarang," kata Elsa sambil berjalan.


"B-baik Bu," balas Rain. 'Aku tidak pernah mengira jika ibu ternyata orang yang kuat,' batin Rain, sambil memandangi ibunya yang berjalan dengan anggun di depannya dengan penuh kekaguman.


★★★ 


Di sebuah lembah yang tidak diketahui tempatnya. Terlihat sebuah portal hitam muncul di langit, dan menghadap ke bawah. Dalam dalam portal itu keluar Luke yang menghujam ke arah tanah dengan kecepatan yang sangat luar biasa.


Luke menjerit saat tubuhnya terus jatuh dari langit. Hingga akhirnya dia menghantam tanah.


Seluruh permukaan tanah yang dipenuhi rumput hijau itu langsung hancur porak-poranda, dengan diikuti ledakan yang sangat kuat sampai membuat gelombang kejut yang menyapu bagaikan badai yang melintas.


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....


...🙏🙏🙏...


......★★★......

__ADS_1


__ADS_2