The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Dunia ilusi - Part 1


__ADS_3

Bertolak belakang dengan wanita di depannya yang tampak tersenyum ramah ke arahnya. Elrion malah tampak sangat pucat sekarang.


"B-bagaimana kamu bisa berada di sini!?" Elrion masih tidak percaya dengan kehadiran sosok wanita di depannya ini.


"Aku kira apa. Ternyata hanya itu yang ingin kamu tanyakan," sahut Elsa. Seolah tak peduli dengan ocehan orang tua di depannya. Dia malah memilih duduk santai di atas batu yang dia buat dengan energi rohnya.


"Jenderal siapa wanita ini?" Kornu dengan panik bertanya. Melihat ekspresi Elrion yang tak biasa, membuat Kornu semakin penasaran dengan siapa sebenarnya sosok wanita ini.


Kornu merasa ada yang tidak beres dengan Elrion sekarang. Ini juga pertama kalinya dia melihat Elrion tampak ketakutan seperti ini.


Bagaimana mungkin sosok jenderal hebat dan pemberani seperti Elrion bisa terlihat ketakutan seperti ini? Pikir Kornu.


"Oya? Apa kamu tidak mengenalku anak muda?" tanya Elsa dengan senyum ramah. 


Kornu tidak merasakan apapun dari wanita ini. Bahkan dia tidak bisa memprediksi apakah wanita ini seorang pengguna energi roh atau magic seperti dirinya. Ini jelas hal yang tidak normal. 


Mendengar pertanyaan anak buahnya, Elrion menoleh ke arahnya dengan wajah tak percaya. "Kornu, jangan bilang kamu tidak tahu wanita ini!?" 


"Memang dia siapa Jenderal?" balik tanya Kornu.

__ADS_1


"Kornu kemana saja kau selama ini, sampai kau tidak tahu dia. Bahkan hanya dari warna matanya saja seharusnya kau sudah tahu!" bentak Elrion. Dia marah karena anak buahnya satu ini yang bisa-bisanya tidak tahu siapa Elsa. "Dia adalah orang yang dijuluki sebagai ratu ilusi! Elsa van Bramasta!" 


Kornu tersentak kaget."Apa!? Jangan bilang kalau dia adalah Ratu kerajaan Brama," kata Kornu.


"Yap, 100 poin untukmu," sahut Elsa dengan senang, seolah berhasil melihat bocah ingusan menang bermain tebakan.


Kornu tentu tahu Elsa dan julukannya, tapi itu hanya sebatas mendengar dari mulut ke mulut. Jadi bisa dibilang dia sama sekali tidak tahu seperti apa sosok orang itu secara langsung.


"M-mustahil, t-tapi bagaimana mungkin teknikku tidak mendeteksi dia dan pasukannya?" gumam Kornu.


Elsa memiringkan kepalanya bingung. "Pasukan? Tidak, aku sama sekali tidak membawa pasukan. Aku hanya datang sendiri," balas Elsa dengan acuh tak acuh.


Dia jelas tidak bisa mempercayai itu. Tidak mungkin dirinya yang terkenal dengan sihir jenis radarnya tidak bisa mendeteksi keberadaan musuh sama sekali. 


Walau dirinya memang tidak merasakan kehadiran musuh satupun. Tapi Kornu tetap tidak percaya, jika wanita ini berani datang seorang diri ke hadapan mereka yang membawa ribuan pasukan. Baginya itu sama saja bunuh diri.


"Aku tahu, kamu pasti menyembunyikan pasukan di suatu tempat!" seru Kornu.


Mendengarnya Elsa hanya bisa mendesah lelah. "Hahh … buat apa aku membawa pasukan. Di saat aku sendiri saja sudah cukup untuk melawan kalian semua," balas Elsa dengan wajah bosan.

__ADS_1


"Omong kosong!" balas Kornu dengan nada keras.


Elsa menjentikkan jarinya. Saat itu kabut pekat yang menutupi sebagian hutan perlahan mulai menipis. "Coba kamu lihat di belakangmu," kata Elsa.


Elrion dan Kornu bersama para prajurit yang ada di dekat mereka perlahan menoleh kebelakang. Mata mereka langsung membesar.


"Ugh!?" Kornu mengerang karena Syok dengan pemandangan mengerikan yang dia lihat.


Di sisi lain Elrion tampak semakin pucat saat melihat semua pasukan yang ada di belakangnya tewas dengan kondisi tak wajar.


"Bagaimana? Percaya?" tanya Elsa, dengan nada biasa. Namun tatapannya tampak sangat tajam, seperti predator yang mengunci mangsanya.


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....


...🙏🙏🙏...


......★★★......

__ADS_1


__ADS_2