The First Conqueror

The First Conqueror
[VOL 1] • Membuat Basis di Hutan Kabut - Part 1


__ADS_3

Setelah mengantarkan surat yang dititipkan Elsa kepadanya untuk Bauld. Lilia langsung menuju hutan kabut. Bersama ketiga rekannya.


Terlihat mereka sekarang berlari dengan sangat cepat melintasi lebatnya hutan.


"Kap,- maksudku nona Lilia, apa tempatnya masih jauh?" tanya Minea yang berlari di belakang Lilia dan Reny.


"Tidak mungkin sekitar satu jam lagi, kita akan sampai," balas Lilia.


"Bukankah itu sama saja masih jauh kap,- maksudku nona Lilia," sahut Mikea.


"Hm!?" Lilia menoleh ke arah Mikea.


Mikea langsung memalingkan pandangannya, saat melihat Lilia memelototinya.


"M-maaf maksudku tentu saja jauh kalau kita berjalan kaki, tapi karena sekarang berlari tentu saja sudah dekat, ha-ha," dalih Mikea, lalu menatap saudaranya. "I-iya kan Minea?" 


"Y-ya," Minea tersenyum jengkel ke arah Mikea 'Kurang ajar, beraninya kamu berdalih sambil menggunakanku,' batin Minea.


Reny yang mendengar percakapan keduanya hanya bisa memasang wajah lelah. 'Tentu saja ini masih jauh ... dengan kecepatan seperti ini, dan butuh waktu sejam. Bukankah sama saja masih 50 kilometer lagi,' keluh Reny. Dia tidak berani mengutarakan keluhannya ini. Bisa-bisa tinju mentah Lilia lah yang akan dia dapat.


Dari kerajaan Demi Human menuju hutan kabut sekiranya membutuhkan waktu sekitar seminggu. Selama itu juga mereka berempat sudah berlari tanpa istirahat sama sekali.

__ADS_1


Walau tidak ada kesulitan berarti yang mereka temui selama perjalanan menuju kemari. Tapi tetap saja, rasa lelah mulai terasa di tubuh mereka.


'Tapi, aku mengerti kenapa Lilia sangat terburu-buru. Lagi pula, hal ini memang harus dilakukan. Mengingat kita tidak bisa terlalu berlama-lama. Karena tempat yang kita tuju adalah tempat yang memang harus dijaga sesegera mungkin,' batin Reny.


Akan menjadi hal yang tidak lucu, jika sebelum mereka sampai sana, ternyata para demon sudah mengetahui rahasia mengenai tempat itu. 


Karena, dulu saat dia dan Reny ketempat ini untuk pertama kalinya. Mereka bertemu dengan beberapa demon. Yang mungkin saat itu tidak sengaja berpapasan di sana.


Mengingat dia, Reny, dan Tuannya juga sudah menghabisi mereka. Bukan tidak mungkin jika ada demon lain yang berusaha mencari mereka.


Bahkan Mereka juga menghindari jalan utama dan lebih memilih melintasi hutan. Ini dilakukan Lilia untuk meminimalisir dan menghindari perhatian orang lain.


Reny yang hanya diam dari tadi, tentu saja sangat mengerti mengenai hal itu. Berbeda dengan Mikea dan Minea, yang mungkin belum memikirkan hal sejauh itu.


"Oh iya nona Lilia. Apa setelah membantu kami berdua. Kamu akan langsung pergi?" tanya Minea.


"Ya, seperti kata Yang Mulia, kita semua dititipi pangeran William yang harus kita jaga. Jadi setelah tugasku di sini selesai, aku dan Reny akan langsung kembali kekerajaan," jelas Lilia. 


"Begitu ya, baiklah aku mengerti," sahut Minea. 


"Tapi, sepertinya aku kembali kekerajaan tidak dalam waktu dekat ini," ungkap Lilia.

__ADS_1


"Hm, kenapa?" Minea memiringkan kepalanya.


"Membangun basis jelas bukanlah hal yang sederhana seperti mendirikan sebuah tenda. Yang jelas ini mungkin akan makan waktu yang cukup lama," jelas Lilia.


"Ah, kamu benar juga," sahut Minea seraya mengangguk. Dia paham apa maksud Lilia.


Berbeda dengan saudara perempuannya. Mikea tampak memasang ekspresi bingung di wajahnya "Hm, maksudnya apa? Aku sama sekali tidak paham," ungkapnya.


"Kamu masih tidak paham?" Minea menatap ke arah kakak perempuannya itu, lalu nyengir dengan dengan wajah sombong. "Huhu sini bertanya padaku dengan sopan, nanti aku akan jelaskan padamu, wahai kakakku tercinta," kata Minea.


"Ohoho ... Minea, apa kamu lupa siapa yang membawa Kristal Penyimpanan?" Kali ini Mikea yang berbalik memasang senyum licik.


"Ugh!?" Bermaksud menyombongkan diri. Minea malah langsung terbungkam dalam sekejap. 


Ini sama saja seperti Mikea memberi ancaman baginya. Di mana Mikea bermaksud memonopoli semua yang tersimpan di dalam sana. Termasuk perbekalan makanan.


...★★★...


...Dukung Karya ini bila suka, dengan Like dan Vote.~ Dan terima kasih atas Like dan Vote-nya....


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


......★★★......


__ADS_2